Penurunan Kesadaran

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Penurunan Kesadaran

Penurunan kesadaran adalah kondisi saat kesadaran menurun sebagai akibat berbagai macam gangguan atau penyakit. Gangguan tersebut akhirnya mengacaukan fungsi reticular activating system secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan orang tersebut tidak sadar.

Berikut ini adalah tingkat kesadaran dari seseorang :

  • Kompos mentis: kondisi sadar sepenuhnya baik terhadap dirinya maupun lingkungan. Pada kompos mentis, aksi dan reaksi bersifat adekuat yang tepat dan sesuai.

  • Apatis: kondisi atau keadaan seseorang yang tampak segan dan acuh tak acuh terhadap lingkungan.

  • Delirium: penurunan tingkat kesadaran seseorang disertai kekacauan motorik dan siklus tidur bangun yang terganggu. Pengidapnya akan tampak gelisah, kacau, disorientasi, dan meronta-ronta.

  • Somnolen (letargi, obtundasi, dan hipersomnia): kondisi mengantuk yang masih dapat dipulihkan bila diberi rangsangan. Namun, saat rangsangan dihentikan, orang tersebut akan tertidur lagi. Pada somnolen, jumlah jam tidur meningkat dan reaksi psikologis menjadi lambat.

  • Soporous atau stupor: keadaan mengantuk yang dalam. Pengidap masih dapat dibangunkan dengan rangsangan kuat, tetapi ia tidak terbangun sepenuhnya dan tidak dapat memberi jawaban verbal yang baik. Pada soporous/stupor, refleks kornea dan pupil baik, tapi BAB dan BAK tidak terkontrol. Stupor disebabkan oleh disfungsi serebral organic difus.

  • Semi koma: penurunan kesadaran ketika orang tersebut tidak bisa memberi respons terhadap rangsangan verbal dan tidak dapat dibangunkan sama sekali. Namun, refleks kornea dan pupilnya masih baik.

  • Koma: penurunan kesadaran yang terjadi sangat dalam, tidak ada gerakan spontan dan tidak ada respon terhadap nyeri yang dirasakan.

Baca juga: Mengapa Pecandu Napza Bisa Alami Penurunan Kesadaran?

 

Faktor Risiko Penurunan Kesadaran

Beberapa faktor risiko yang bisa sebabkan terjadinya penurunan kesadaran antara lain: 

  • Usia.

  • Merokok.

  • Alkohol.

  • Seseorang yang memiliki riwayat gangguan metabolik, tapi tidak mendapatkan pengobatan secara tepat.

  • Trauma.

 

Penyebab Penurunan Kesadaran

Gangguan kesadaran bisa terjadi akibat berbagai faktor, baik yang berasal dari otak maupun dari organ lain, antara lain:

  • Gangguan sirkulasi darah di otak (serebrum, cerebellum, atau batang otak). Hal ini bisa terjadi akibat perdarahan, trombosis maupun emboli.

  • Infeksi seperti ensefalomeningitis yaitu meningitis, ensefalitis, cerebritis, atau abses otak. Mengingat infeksi seperti yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur merupakan penyakit yang sering dijumpai di Indonesia, maka pada setiap gangguan kesadaran yang disertai suhu tubuh meninggi perlu dicurigai adanya ensefalomeningitis.

  • Gangguan metabolisme. Penyakit hepar, gagal ginjal, dan diabetes melitus juga kerap menyebabkan terjadinya penurunan kesadaran seseorang.

  • Tumor. Tumor otak, baik primer maupun metastatik, sering dijumpai. Tumor lebih sering dijumpai pada golongan usia dewasa dan lanjut usia. Kesadaran menurun umumnya timbul berangsur-angsur tetapi bersifat progresif atau tidak akut.

  • Trauma kepala. Trauma kepala paling sering disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.

  • Epilepsi. Gangguan kesadaran terjadi pada kasus epilepsi umum dan status epileptikus.

  • Intoksikasi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh obat, racun (percobaan bunuh diri), makanan tertentu, dan bahan kimia lainnya.

  • Gangguan elektrolit dan endokrin. Gangguan ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Oleh karena itu, diperlukan perhatian yang khusus untuk mengenali gangguan tersebut.

Baca juga: Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Penurunan Kesadaran

 

Gejala Penurunan Kesadaran

Gejala-gejala yang akan muncul ketika seseorang mengalami penurunan kesadaran bisa jadi berbeda-beda. Berikut ini adalah gejala yang timbul sebelum atau sewaktu seseorang mengalami penurunan kesadaran:

  • Kehilangan keseimbangan.

  • Sulit berjalan.

  • Mudah terjatuh.

  • Tidak bisa mengontrol buang air kecil dan besar.

  • Jantung berdebar.

  • Berkeringat.

  • Demam.

  • Berkunang-kunang.

  • Kaki, tangan, dan wajah terasa lemas.

  • Kejang.

 

Diagnosis Penurunan Kesadaran

Pertolongan pertama yang perlu dilakukan terhadap orang yang tidak sadarkan diri meliputi ABCs (Airway Breathing Circulations) dan C-spine, yaitu menilai kelancaran jalan napas orang tersebut. Selain itu, memeriksa glukosa darah dan adanya kemungkinan penggunaan narkotika berlebihan juga akan dilakukan.

Beberapa pemeriksaan mulai dari pemeriksaan darah lengkap, analisis gas darah, pemeriksaan urine untuk toxicology screen, CT scan otak tanpa kontras, Magnetic Resonance Imaging (MRI), pungsi lumbal, dan EEG juga mungkin dilakukan. Kemudian, dokter juga akan menanyakan kepada keluarga atau orang yang mengantar tentang mekanisme kejadian hingga pengidap tidak sadarkan diri dan riwayat-riwayat pengidap sebelumnya.

 

Pengobatan Penurunan Kesadaran

Pengobatan penurunan kesadaran disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa penyakit yang diduga menyebabkan penurunan kesadaran merupakan kondisi gawat darurat dan harus ditangani segera, seperti misalnya adalah cedera kepala, syok hipovolemik, atau hipoglikemia

Baca juga: Bisakah Paparan Gas Beracun Sebabkan Penurunan Kesadaran?

 

Pencegahan Penurunan Kesadaran

Pengidap yang mengalami kondisi penurunan kesadaran akibat epilepsi juga harus menghindari kondisi yang dapat memicu timbulnya kejang. Jika pengidap sedang mengonsumsi obat-obatan untuk penyakit tertentu, kemudian mengalami penurunan kesadaran, maka pengidap akan dianjurkan untuk mengganti obat yang dikonsumsi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila ada keluarga yang mengalami penurunan kesadaran, segera periksakan ke dokter. Penanganan yang cepat dan tepat akan menghindari komplikasi berbahaya. 

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Consciousness Decreased
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. First Aid Fainting.
WebMD. Diakses pada 2019. Sudden Confusion Causes.

Diperbarui pada 13 September 2019