Pneumonia Aspirasi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Pneumonia Aspirasi

Pneumonia aspirasi adalah peradangan pada paru-paru (pneumonia) yang disebabkan karena masuknya benda asing ke dalam paru-paru, biasanya benda asing ini berupa makanan, minuman, atau hal lain yang ditelan.

Hal ini dapat terjadi terutama ketika saat makan kita mengalami tersedak dan makanan menjadi masuk ke dalam rongga paru bukan rongga pencernaan. Bakteri dan zat asing lain yang dibawa makanan dapat menyebabkan infeksi pada paru-paru.

 

Gejala Pneumonia Aspirasi

Seseorang dengan pneumonia aspirasi mungkin akan memiliki higienitas oral yang buruk. Beberapa gejala lain yang dapat muncul, yaitu:

    • Nyeri dada.
    • Sesak napas.
    • Mengi.
    • Kelelahan.
    • Kebiruan pada kulit.
    • Batuk dengan riak berwarna kehijauan, riak berdarah atau berbau busuk.
    • Kesulitan menelan.
    • Bau napas.
    • Keringat berlebih.

 

Penyebab Pneumonia Aspirasi

Pneumonia aspirasi secara umum terjadi akibat makanan yang seharusnya masuk ke dalam rongga perut, masuk ke paru-paru. Hal ini secara umum disebabkan karena saat sedang makan tersedak karena berbicara. Namun, ada beberapa kondisi medis lain yang menyebabkan terjadinya pneumonia aspirasi, seperti:

    • Kelainan neurologis, terutama pada saraf yang mengatur daerah kerongkongan untuk memasukkan makanan ke dalam lambung.
    • Kanker esofagus, sehingga terjadi sumbatan pada esofagus dan makanan tidak dapat masuk ke dalam lambung.
    • Penyakit parkinson.
    • Dalam pengaruh anestesi sedatif, sehingga tidak dapat mengendalikan otot esofagus.
    • Sistem imun yang lemah.
    • Masalah pada daerah sekitar gigi dan mulut, sehingga mengganggu proses menelan.

 

Faktor Risiko Pneumonia Aspirasi

Faktor risiko terjadinya pneumonia aspirasi meningkat pada orang dengan kondisi berikut ini:

    • Gangguan kesadaran.
    • Penyakit paru.
    • Kondisi kejang berulang.
    • Mengidap stroke.
    • Setelah mendapatkan terapi radiasi di daerah kepala dan leher.

 

Diagnosis Pneumonia Aspirasi

Dokter akan mencari tanda-tanda pneumonia pada pengidap yang dicurigai mengalami pneumonia aspirasi. Jika didapati tanda-tanda sesak napas, peningkatan detak jantung, dan suara bising pada paru-paru, dokter mengusulkan beberapa pemeriksaan penunjang berikut:

    • Rontgen dada.
    • Kultur atau pemeriksaan bakteri dari riak.
    • Pemeriksaan darah lengkap.
    • Pemeriksaan analisis gas darah.
    • Bronkoskopi untuk melihat ada tidaknya benda asing pada saluran pernapasan.

 

Pencegahan Pneumonia Aspirasi

Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pneumonia aspirasi yaitu:

    • Menghindari bicara saat makan, sehingga mengurangi kemungkinan tersedak
    • Menghindari penggunaan alkohol yang dapat menyebabkan penyakit refluks asam lambung.
    • Menghindari tidur setelah makan yang dapat menyebabkan makanan kembali ke paru-paru.
    • Menjaga kebersihan daerah gigi dan mulut.

 

Pengobatan Pneumonia Aspirasi

Pengobatan pneumonia aspirasi bergantung pada derajat keparahan pneumonia. Pneumonia dengan derajat berat dapat membutuhkan perawatan di rumah sakit. Terapi oksigen dan pemberian antibiotik merupakan pengobatan utama yang dilakukan untuk menyembuhkan pneumonia aspirasi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika terjadi sesak napas atau gangguan dalam bernapas disertai batuk setelah mengalami tersedak, segera periksakan keadaan tersebut ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.