halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Polip

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli
PolipPolip

Pengertian Polip

Polip adalah sebuah jaringan abnormal dan memiliki tangkai yang tumbuh di dalam tubuh. Ada dua jenis yang umum terjadi, yang pertama adalah yang menggantung dari tangkai. Dokter menyebutnya polip bertangkai.

Jenis kedua adalah berbentuk datar dan tumbuh langsung dari jaringan di sekitarnya yang kemudian disebut sessile. 

Jaringan yang abnormal ini bisa tumbuh di bagian mana pun di dalam tubuh manusia, tapi beberapa area yang umum, antara lain hidung, usus dan rahim.

Banyak orang menganggap jaringan abnormal ini sebagai tumor berbahaya. Padahal, kondisi ini merupakan tumor jinak, bukanlah sebuah kanker. 

Namun, polip harus tetap kamu waspadai karena jaringan tersebut tumbuh secara abnormal. Tidak menutup kemungkinan keberadaannya dapat berkembang menjadi sesuatu yang ganas (kanker).

Gejala Polip

Gejala yang muncul pun bisa bermacam-macam tergantung dari lokasi tempat tumbuhnya. Ada kalanya tumbuhnya jaringan abnormal ini sama sekali tidak menimbulkan gejala apapun pada pengidapnya. 

Namun, pada beberapa kasus, keberadaan jaringan tersebut dapat mengganggu keseharian seseorang.

Berikut gejala yang bisa terjadi berdasarkan lokasinya:

  • Polip serviks: perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual. 
  • Polip hidung: hidung terasa selalu penuh dan napas yang tidak lega. 
  • Pertumbuhan jaringan abnormal pada pita suara: perubahan pada suara.
  • Pertumbuhan jaringan abnormal pada saluran kemih: gangguan saat buang air kecil (BAK), seperti nyeri, anyang-anyangan, dan ada darah pada urine.
  • Polip usus besar: darah pada tinja, anemia defisiensi zat besi atau penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, perubahan pada pola buang air besar, dan sakit perut.
  • Polip saluran telinga: gangguan pendengaran dan keluarnya darah dari telinga.

Penyebab Polip

Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan polip, tergantung dari lokasi tumbuhnya jaringan abnormal tersebut.

Dalam beberapa kasus, ada kalanya dokter tak mengetahui pasti penyebab dari tumbuhnya polip.

Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini:

  • Riwayat inflamasi/radang pada lokasi tempat tumbuhnya jaringan abnormal.
  • Riwayat kemasukan benda asing.
  • Kista.
  • Tumor.
  • Kadar estrogen yang tinggi.
  • Radang kronik pada perut.

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang memiliki jaringan abnormal ini. Misalnya, polip pada kandung kemih pada laki-laki yang memiliki kebiasaan merokok.

Selain merokok, masih ada juga Penyebab Terjadinya Polip pada Kandung Kemih Laki-Laki lainnya.

Selain itu, ada pula wanita di atas 40 tahun yang berisiko mengidap polip rahim.

Berikut beberapa faktor risiko berdasarkan lokasi tumbuhnya jaringan abnormal tersebut.

Risiko polip usus besar

  • Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah serat.
  • Usia lebih dari 50 tahun.
  • Memiliki anggota keluarga yang mengidap kondisi ini atau kanker usus besar (riwayat keluarga).
  • Merokok dan minum alkohol.
  • Memiliki penyakit radang usus seperti penyakit Crohn.
  • Obesitas.
  • Tidak berolahraga dengan cukup.
  • Diabetes tipe 2 tidak terkontrol.

Risiko polip lambung

  • Usia, terutama usia tua.
  • Infeksi pada lambung.
  • Sindrom genetik, FAP (Familial Adenomatous Polyposis).
  • Kebiasaan menggunakan obat penghambat pompa proton (PPI).

Risiko polip hidung

  • Infeksi sinus yang tidak diobati hingga tuntas.
  • Alergi.
  • Asma.
  • Penyakit fibrosis sistik.

Polip hidung akan sangat berbahaya apabila dibiarkan. Apabila kamu mengalaminya, Segera Hubungi Dokter Ini Untuk Obati Polip Hidung.

Risiko polip rahim

  • Menjelang masa atau sudah memasuki masa menopause.
  • Memiliki tekanan darah tinggi.
  • Obesitas.
  • Mengonsumsi obat kanker payudara. 

Nah, Ini Dokter Spesialis yang Bisa Bantu Pengobatan Polip Rahim.

Risiko polip pita suara

  • Memiliki pekerjaan yang memerlukan banyak berbicara atau berteriak, seperti penyanyi, guru, instruktur olahraga, dan lain-lain.
  • Merokok.
  • Minum alkohol berlebihan.
  • Alergi.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis masalah kesehatan ini, dokter pertama-tama akan melakukan wawancara medis atau anamnesis dan pemeriksaan fisik tergantung dari lokasi tempat adanya polip.

Setelah itu, ahli medis tersebut dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, USG, maupun CT Scan. 

Berikut adalah beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis pertumbuhan jaringan abnormal tersebut berdasarkan lokasinya:

  • Polip hidung: pertumbuhan ini biasanya sudah bisa terlihat di dalam hidung.
  • Polip kolorektal (usus besar): prosedur diagnostik yang utama adalah kolonoskopi, yang melibatkan memasukkan alat khusus ke dalam usus sehingga dokter dapat mencari polip. 
  • Pertumbuhan abnormal pada endometrium (rahim): dokter biasanya mendiagnosis melalui pemeriksaan USG. Jika diperlukan, histeroskopi bisa ia lakukan. Pemeriksaan ini melibatkan penyisipan alat khusus ke dalam rahim melalui vagina. Histeroskop dilengkapi dengan kamera kecil, yang memungkinkan dokter melihat ke dalam rahim, dan mencari polip.

Untuk beberapa kasus, mungkin saja dokter akan melakukan biopsi. Tujuannya untuk menentukan sifat jaringan abnormal tersebut, jinak atau ganas (kanker).

Pengobatan Polip

Untuk kasus yang jinak dan tak berbahaya, sebenarnya polip tidak perlu pengobatan khusus.

Meski begitu, ada beberapa pengidapnya yang menginginkan jaringan tersebut dibuang dengan tindakan operasi.

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan perlu tidaknya melakukan tindakan operasi untuk mengangkat polip.

  • Jika bersifat ganas.
  • Jumlah jaringan abnormal yang ditemukan.
  • Lokasi jaringan tersebut.
  • Ukurannya.

Berikut penanganan kondisi ini berdasarkan lokasinya:

  • Polip hidung: pemberian obat-obatan seperti kortison dan steroid untuk menghambat pertumbuhan atau operasi pengangkatan. 
  • Polip kolorektal: dokter bisa mengangkat polip melalui pembedahan. Kadang-kadang, polip dapat diangkat selama kolonoskopi. Jaringan tersebut kemudian harus diuji untuk kanker. Namun, ada kemungkinan komplikasi dari operasi seperti pendarahan berlebihan dan kerusakan usus.
  • Pertumbuhan pada endometrium: teknik bedah yang disebut kuretase umumnya dokter lakukan untuk mengobati polip rahim. Leher rahim melebar secara perlahan, sehingga memungkinkan dokter untuk memasukkan instrumen khusus untuk mengangkat jaringan.

Komplikasi Polip

Komplikasi bergantung dari lokasi tumbuhnya, misalnya polip usus besar bisa menjadi kanker bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Namun, kecil kemungkinannya bisa menjadi ganas bila dokter mengangkat dan membuangnya.

Sementara itu, ada pula komplikasi yang bisa terjadi pada polip hidung. Komplikasi ini terjadi karena penyakit ini memblokir aliran udara normal dan drainase cairan.  

Bukan hanya itu saja, polip hidung juga bisa menyebabkan iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan).

Komplikasi polip hidung lainnya bisa berupa obstructive sleep apnea. Kondisi ini bisa menyebabkan terhenti napas saat seseorang tidur.

Bukan hanya itu, ada juga komplikasi lainnya berupa kambuhnya asma atau memperburuk asma, dan infeksi sinus.

Sementara komplikasi rahim bisa berupa masalah kesuburan. Namun, mengangkat jaringan abnormal yang tumbuh pada rahim bisa memungkinkan wanita untuk hamil.

Pencegahan Polip

Tidak semua pertumbuhan jaringan abnormal ini bisa kamu cegah, misalnya pada kasus polip hidung atau rahim. 

Namun, untuk kasus pertumbuhan pada kolon, mungkin ada beberapa upaya yang bisa kamu lakukan untuk mencegahnya bertumbuh.

Caranya antara lain:

  • Konsumsi makanan sehat, kaya serat (buah-buahan dan sayuran).
  • Menjaga berat badan tetap sehat.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Tidak merokok.
  • Rajin berolahraga.

Selain itu, bagi orang yang memiliki riwayat keluarga dengan polip atau berisiko lebih tinggi memiliki pertumbuhan tersebut, tes kesehatan secara rutin perlu dilakukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Bila mengalami tanda atau gejala-gejala di area tubuh tertentu yang kamu curigai sebagai pertumbuhan abnormal, segera periksakan diri ke dokter.

Kamu juga bisa menghubungi dokter di Halodoc✔️ sebagai langkah awal penanganan penyakit tersebut. Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter terpercaya bisa memberikan diagnosa awal dan saran kesehatan yang tepat.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.  

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi:
Cancer Council Australia. Diakses pada 2023. Polyps.
Healthline. Diakses pada 2023. What Are the Symptoms, Types, and Treatments for Polyps?
Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Nasal polyps.  
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Colon Polyps.

Topik Terkini

Lihat Semua

Artikel Terkait

Halodoc Image Description
Penderita Polip: Pilek Menahun Tak Sembuh, Ini Sebabnya
Polip
3 menit
wanita mengidap polip hidung
7 Hal yang Bisa Sebabkan Polip Hidung
Polip Hidung
5 menit
Hidung Terasa Tersumbat Terus-Menerus? Ini 10 Gejala Polip Hidung
Hidung Terasa Tersumbat Terus-Menerus? Ini 10 Gejala Polip Hidung
Polip
kapan-operasi-dibutuhkan-untuk-mengatasi-polip-hidung
Kapan Operasi Dibutuhkan untuk Mengatasi Polip Hidung?
Polip
Begini Pengobatan untuk Atasi Polip Hidung pada Anak
Begini Pengobatan untuk Atasi Polip Hidung pada Anak
Polip
Perawatan setelah Tindakan Pengobatan Polip Hidung
Perawatan setelah Tindakan Pengobatan Polip Hidung
Polip Hidung
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
halodoc-banner
Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

Download app banner
messagehelp@halodoc.com
local_phone021-5095-9900

BANTUAN & PANDUAN

  • Pusat Bantuan
  • Syarat & Ketentuan
  • Pemberitahuan Privasi

HALODOC

  • Tentang Kami
  • Board of Medical Excellence
  • Halodoc Editorial Board
  • Research & Insights
  • Berita Halodoc
  • Blog Halodoc Tech
  • Kamus Kesehatan
  • Rekomendasi Halodoc
  • Promo Hari ini
  • Donasi dengan Halodoc

KARIR & KOLABORASI

  • Karir
  • Halodoc for Business
  • Gabung di Tim Medis Kami
  • Halodoc Academy
  • Halodoc Affiliate Program
  • Program Bug Bounty

Keamanan & privasi

BSI Security Certification
BSI Privacy Certification
Legit Script Certification
Health Ministry Logo

© 2016-2025, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.