Polip

Pengertian Polip

Polip adalah sebuah jaringan abnormal dan memiliki tangkai yang tumbuh di dalam tubuh. Polip biasanya berukuran kecil dan memiliki tangkai yang bentuknya menyerupai jamur. Polip ini dapat tumbuh dalam di mana saja di dalam tubuh manusia.

Polip sering disalah artikan sebagai tumor berbahaya. Namun pada kenyataannya polip adalah suatu tumor yang jinak dalam artian polip bukan sebuah kanker. Namun perlu diwaspadai, karena polip adalah sebuah jaringan yang tumbuh abnormal, keberadaannya dapat berkembang menjadi sesuatu yang ganas (kanker).

Gejala Polip

Gejala polip bermacam-macam tergantung dari lokasi tempat tumbuhnya. Ada kalanya tumbuhnya polip ini sama sekali tidak menimbulkan gejala pada pengidapnya, namun pada beberapa kasus, keberadaan polip dapat mengganggu keseharian seseorang. Sebagai contoh pada wanita yang memiliki polip serviks, pengidapnya dapat mengeluhkan adanya perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.

Contoh lain: pada pengidap yang memiliki polip di hidung akan mengeluhkan hidung yang terasa selalu penuh dan napas yang tidak lega. Pengidap dengan polip pada pita suara akan mengeluhkan adanya perubahan pada suara.

Pengidap dengan polip pada saluran kemih akan mengeluhkan adanya gangguan saat BAK seperti nyeri, anyang-anyangan, dan ada darah pada urine.

Diagnosis Polip

Polip didiagnosis dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik tergantung dari lokasi tempat adanya polip yang dapat diketahui melalui proses anamnesis. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, USG, maupun CT-Scan. Pada beberapa kasus, dokter akan menganjurkan dilakukannya biopsi untuk menentukan polip bersifat jinak atau ganas (kanker).

Penyebab dan Faktor Risiko Polip

Penyebab dari polip bermacam-macam dan bergantung dari lokasi tempat tumbuhnya polip. Terkadang dokter pun tidak dapat mengetahui penyebab dari tumbuhnya polip. Beberapa hal diketahui adalah penyebab terjadinya polip antara lain:

  • Riwayat inflamasi/radang pada lokasi tempat tumbuhnya polip.
  • Riwayat kemasukan benda asing.
  • Kista.
  • Tumor.
  • Kadar estrogen yang tinggi.
  • Radang kronik pada perut.

Demikian juga faktor risiko terjadinya polip perlu dibedakan dari tempat tumbuhnya polip tersebut. Sebagai salah satu contohnya, laki-laki yang merokok memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki polip pada kandung kemih. Wanita yang berusia di atas 40 tahun memiliki risiko untuk mengidap polip pada rahimnya.

Beberapa faktor risiko yang diketahui berdasarkan lokasi dari tumbuhnya polip antara lain adalah:

  • Risiko polip usus besar
    • Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah serat.
    • Usia > 50 tahun.
    • Memiliki riwayat keluarga dengan polip usus besar dan kanker usus besar.
    • Merokok dan minum alkohol.
    • Memiliki penyakit radang usus seperti penyakit Crohn.
    • Obesitas.
    • Tidak berolahraga dengan cukup.
    • Diabetes tipe 2 tidak terkontrol.
  • Risiko polip lambung
    • Usia, tendering usia tua.
    • Infeksi pada lambung.
    • Sindroma genetik, FAP (Familian Adenomatous Polyposis).
    • Kebiasaan menggunakan obat PPI seperti Nexium, Omeprazole, dan Pantoprazole.
  • Risiko polip hidung
    • Infeksi sinus yang tidak diobati hingga tuntas.
    • Alergi.
    • Asma.
    • Penyakit fibrosis sistik.

Penanganan Polip

Beberapa polip yang dinyatakan jinak dan tidak berbahaya sesungguhnya tidak membutuhkan penanganan secara khusus, namun ada kalanya pengidap polip meminta agar polipnya dibuang melalui tindakan operasi.

Beberapa hal yang dijadikan pertimbangan untuk menentukan perlu atau tidaknya tindakan pengangkatan polip melalui operasi, antara lain adalah:

  • Jika polip bersifat ganas.
  • Jumlah dari polip yang ditemukan.
  • Lokasi dari polip.
  • Ukuran dari polip.

Seseorang yang memiliki polip di usus besar (kolon), biasanya dokter melakukan pengangkatan polip tersebut saat dilakukan prosedur kolonoskopi; sebuah prosedur yang dilakukan untuk melihat bagian dalam dari usus besar dengan memasukan selang yang memiliki kamera melalui lubang anus. Seseorang dengan polip pada hidung dapat diberikan terapi steroid/kortikosteroid topikal (semprot).

Pencegahan Polip

Tumbuhnya polip tidak selalu dapat dicegah seperti polip hidup dan polip rahim. Namun polip kolon (usus besar) dapat dicegah melalui gaya hidup yang sehat seperti:

  • Konsumsi makanan sehat, kaya serat (buah-buahan, sayuran).
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Tidak merokok.
  • Rajin berolahraga.

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika kamu selalu mengeluhkan hidung yang terasa sakit, sulit bernapas, terjadi perubahan suara, dan gejala lainnya, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.