Polip

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Polip

Polip adalah sebuah jaringan abnormal dan memiliki tangkai yang tumbuh di dalam tubuh. Polip biasanya berukuran kecil dan memiliki tangkai yang bentuknya menyerupai jamur. Jaringan yang abnormal ini bisa tumbuh dibagian mana pun di dalam tubuh manusia.

Polip sering disalah artikan sebagai tumor berbahaya. Padahal, polip merupakan tumor jinak, bukanlah sebuah kanker. Namun, polip harus tetap diwaspadai karena berupa jaringan yang tumbuh secara abnormal. Tidak menutup kemungkinan keberadaannya dapat berkembang menjadi sesuatu yang ganas (kanker).

 

Faktor Risiko Polip

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang mengidap polip. Misalnya, polip pada kandung kemih pada laki-laki yang memiliki kebiasaan merokok. Selain itu, ada pula wanita di atas 40 tahun yang berisiko mengidap polip rahim.

Berikut beberapa faktor risiko polip berdasarkan lokasi tumbuhnya jaringan abnormal tersebut.

  • Risiko polip usus besar

    • Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah serat.

    • Usia > 50 tahun.

    • Memiliki anggota keluarga yang mengidap polip atau kanker usus besar (riwayat keluarga).

    • Merokok dan minum alkohol.

    • Memiliki penyakit radang usus seperti penyakit Crohn.

    • Obesitas.

    • Tidak berolahraga dengan cukup.

    • Diabetes tipe 2 tidak terkontrol.

  • Risiko polip lambung

    • Usia, terutama usia tua.

    • Infeksi pada lambung.

    • Sindroma genetik, FAP (Familian Adenomatous Polyposis).

    • Kebiasaan menggunakan obat penghambat pompa proton (PPI).

  • Risiko polip hidung

    • Infeksi sinus yang tidak diobati hingga tuntas.

    • Alergi.

    • Asma.

    • Penyakit fibrosis sistik.

Baca juga: Ketahui 2 Jenis Polip yang Umum pada Wanita

 

Penyebab Polip

Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan polip, bergantung dari lokasi tumbuhnya jaringan abnormal tersebut. Dalam beberapa kasus, ada kalanya dokter tak mengetahui pasti penyebab dari tumbuhnya polip. Berikut beberapa hal yang bisa menyebabkan polip:

  • Riwayat inflamasi/radang pada lokasi tempat tumbuhnya polip.

  • Riwayat kemasukan benda asing.

  • Kista.

  • Tumor.

  • Kadar estrogen yang tinggi.

  • Radang kronik pada perut.

 

Gejala Polip

Gejala polip bermacam-macam tergantung dari lokasi tempat tumbuhnya. Ada kalanya tumbuhnya polip ini sama sekali tidak menimbulkan gejala pada pengidapnya. Namun, pada beberapa kasus, keberadaan polip dapat mengganggu keseharian seseorang. Sebagai contoh pada wanita yang memiliki polip serviks, pengidapnya dapat mengeluhkan adanya perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.

Contoh lain adalah pada pengidap yang memiliki polip di hidung akan mengeluhkan hidung yang terasa selalu penuh dan napas yang tidak lega. Pengidap dengan polip pada pita suara akan mengeluhkan adanya perubahan pada suara.

Pengidap dengan polip pada saluran kemih akan mengeluhkan adanya gangguan saat BAK seperti nyeri, anyang-anyangan, dan ada darah pada urine.

Baca juga: Benarkah Polip Usus Dapat Sebabkan Hirschsprung?

 

Diagnosis Polip

Polip didiagnosis dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik tergantung dari lokasi tempat adanya polip yang dapat diketahui melalui proses anamnesis. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, USG, maupun CT Scan. Untuk beberapa kasus, mungkin saja dokter akan melaukan biopsi. Tujuannya untuk menentukan sifat polip tersebut, jinak atau ganas (kanker).

 

Komplikasi Polip

Komplikasi polip bergantung dari lokasi tumbuhnya polip tersebut. Misalnya, polip usus besar yang bisa menjadi kanker bila tidak ditangani dengan tepat. Namun, kecil kemungkinannya polip tersebut menjadi ganas bila diangkat atau dibuang.

Sementara itu, ada pula komplikasi yang bisa terjadi pada polip hidung. Komplikasi ini terjadi karena polip memblokir aliran udara normal dan drainese cairan.  Bukan hanya itu saja, polip hidung juga bisa menyebabkan iritasi jangka panjang dan pembengkakan (peradangan).

Komplikasi polip hidung bisa berupa obstructive sleep apnea. Kondisi ini bisa menyebabkan terhenti napas saat seseorang tidur. Bukam hanya itu, ada juga komplikasi lainnya berupa kambuhnya asma atau memperburuk asma, dan infeksi sinus.

 

Pengobatan Polip

Untuk kasus polip yang jinak dan tak berbahaya, sebenarnya tak memerlukan penanganan khusus. Meski begitu, ada beberapa pengidapnya yang menginginkan polipnya dibuang dengan tindakan operasi.

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan perlu tidaknya melakukan tindakan operasi untuk mengangkat polip.

  • Jika polip bersifat ganas.

  • Jumlah dari polip yang ditemukan.

  • Lokasi dari polip.

  • Ukuran dari polip.

Seseorang yang memiliki polip di usus besar (kolon), biasanya dokter melakukan pengangkatan polip tersebut saat dilakukan prosedur kolonoskopi. Kolonoskopi sendiri merupakan sebuah prosedur yang dilakukan untuk melihat bagian dalam dari usus besar, yaitu dengan memasukan selang yang memiliki kamera melalui lubang anus. Sementara itu, untuk kasus polip hidung, cara pengobatannya bisa dengan memberikan terapi steroid/kortikosteroid topikal.

Baca juga: Inilah 3 Obat untuk Tangani Polip Hidung Tanpa Operasi

 

Pencegahan Polip

Sebenarnya tak semua polip selalu dapat dicegah pertumbuhannya. Misalnya, pada kasus polip hidung atau rahim. Namun, untuk kasus polip kolon ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya tumbuh. Misalnya:

  • Konsumsi makanan sehat, kaya serat (buah-buahan dan sayuran).

  • Membatasi konsumsi alkohol.

  • Tidak merokok.

  • Rajin berolahraga.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika mengeluhkan gejala-gejala di atas, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Referensi:
Cancer Council Australia.Diakses pada 2019. Polyps
Healthline. Diakses pada 2019. What Are the Symptoms, Types, and Treatments for Polyps?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Nasal polyps.  

Diperbarui pada 19 September 2019