• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Psikoterapi
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Psikoterapi

Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
PsikoterapiPsikoterapi

Pengertian Psikoterapi 

Psikoterapi terkadang disebut terapi bicara karena didasarkan pada percakapan yang dilakukan dengan psikoterapis, psikiater, terapis, atau konselor terlatih. Dalam suasana rahasia, pasien dan terapis akan mendiskusikan bagian-bagian hidup pasien yang ingin ditingkatkan. Bergantung pada terapis, jenis terapi, dan kebutuhan pasien sendiri, seseorang pada sesi psikoterapi dapat membicarakan tentang:

  • Riwayat dan pengalaman hidup pribadi. 
  • Perasaan dan emosi yang dirasakan. 
  • Hubungan pasien dengan orang lain. 
  • Pola pikir. 
  • Perilaku dan kebiasaan. 
  • Tujuan  yang ingin dicapai pasien dan hambatan yang dirasakan. 

Jenis-Jenis Psikoterapi 

Hingga saat ini, bidang psikoterapi terus berkembang, dan sekarang dapat dilakukan baik secara langsung maupun daring. Ada juga berbagai jenis untuk dipilih, agar sesuai dengan kebutuhan spesifik dari pasien. Mulai dari terapi individu, pasangan, kelompok, hingga terapi keluarga.  

Selain itu, seorang terapis mungkin menggunakan metode atau teknik dari berbagai pendekatan untuk menyesuaikan terapi dengan kebutuhan pasien. Teknik psikoterapi ini mungkin termasuk:

1. Terapi perilaku kognitif (CBT)

Tujuan dari terapi perilaku kognitif (CBT) adalah untuk mengidentifikasi dan mengubah pola yang dimiliki pasien. Khususnya pola yang mungkin berbahaya, atau tidak membantu. Dengan mengidentifikasi pola atau perilaku ini, pasien dan terapis akan bekerja sama untuk menciptakan perilaku yang lebih efektif dan bermanfaat. Jenis psikoterapi ini dapat bermanfaat bagi mereka yang berjuang melawan depresi, kecemasan, atau gangguan terkait trauma. 

2. Terapi perilaku dialektis

Terapi perilaku dialektis adalah satu jenis CBT dan paling sering digunakan untuk mereka yang memiliki kondisi tertentu. Contohnya pikiran untuk bunuh diri, gangguan kepribadian ambang, gangguan makan, atau gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Terapi ini bertujuan untuk membantu pasien memproses dan mengatur emosinya, sebagai sebuah metode yang tidak ditekankan dalam CBT tradisional.

3. Terapi interpersonal (IPT)

Berfokus untuk membantu seseorang mengatasi masalah pribadi yang mungkin memengaruhi kehidupan sosial, pribadi, atau profesionalnya. Tujuan dari terapi ini adalah untuk menciptakan keterampilan komunikasi yang sehat. Selain itu, IPT juga bermanfaat untuk mempelajari bagaimana seorang pasien dapat menghubungkannya untuk menyelesaikan beban dan konflik.

4. Terapi psikodinamik

Teknik terapi ini mencoba untuk menggambarkan peristiwa masa lalu, seperti dari masa kecil pasien. Hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana hal itu dapat memengaruhi perilaku atau pola negatif yang ditunjukkan pasien di masa kini dalam kesehatan fisik dan mentalnya. Perlu diketahui bahwa tujuan utama terapi psikodinamik adalah untuk melepaskan pengaruh masa lalu pasien dan lebih mengontrol hidup dirinya saat ini.

5. Psikoanalisa

Terapi ini dilakukan untuk memeriksa motivasi atau keinginan bawah sadar pasien dan bagaimana hal itu memengaruhi hubungan, tindakan, atau pikirannya. Dengan memeriksa ide-ide bawah sadar ini, terapis akan membantu pasiennya menjadi lebih sadar terhadap dirinya sendiri dan mengubahnya untuk meningkatkan fungsi dan penyembuhan yang sehat.

6. Terapi suportif

Teknik terapi ini bertujuan untuk membantu pasien mengembangkan kekuatan dirinya sendiri melalui dorongan dan bimbingan. Terapi suportif diketahui dapat membantu dalam meningkatkan harga diri, memperkuat mekanisme koping, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan fungsi sosial.

Tujuan Psikoterapi 

Pada dasarnya tujuan psikoterapi adalah untuk memfasilitasi perubahan positif pada pasien. Selain itu, psikoterapi dilakukan untuk mencari fungsi emosional dan sosial yang lebih baik agar perasaan puas dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan dapat meningkat. 

Manfaat Psikoterapi 

Psikoterapi dapat membantu seseorang mengembangkan keterampilan memecahkan masalah, membangun kepercayaan diri, dan menjadi lebih sadar diri. Terapi ini juga efektif untuk mengobati berbagai masalah kesehatan mental dan perilaku, seperti:

  • Depresi
  • Kecemasan. 
  • Gangguan penggunaan zat. 
  • Gangguan makan. 
  • Pemulihan trauma, termasuk PTSD
  • Kesedihan atau kehilangan. 
  • Masalah hubungan. 
  • Stres
  • Tingkat percaya diri yang rendah. 
  • Transisi kehidupan besar (perubahan dalam kehidupan pribadi atau karier). 
  • Gangguan kesehatan jiwa tertentu. 

Psikoterapi bekerja paling baik ketika seseorang terbuka untuk berbagi pemikiran dan perasaan dengan terapisnya. Kuncinya adalah ada kepercayaan antara pasien dan terapisnya. Namun, hal terpenting yang perlu diingat adalah psikoterapi membutuhkan waktu.

Prosedur Psikoterapi 

Sebelum pertemuan pertama, penting bagi pasien untuk memikirkan masalah apa yang ingin diatasi. Pada sesi psikoterapi pertama, terapis biasanya mengumpulkan informasi tentang pasien dan kebutuhannya. Kamu mungkin diminta mengisi formulir tentang kesehatan fisik dan emosional saat ini dan di masa lalu. Mungkin diperlukan beberapa sesi bagi terapis untuk sepenuhnya memahami situasi dan kekhawatiran yang dirasakan pasien. Hal ini bertujuan untuk menentukan pendekatan atau tindakan terbaik yang akan dilakukan. 

Sesi pertama juga merupakan kesempatan bagi pasien untuk mewawancarai terapis, untuk mengetahui apakah pendekatan dan kepribadiannya cocok untuk pasien. Pastikan juga kamu memahami:

  • Jenis terapi apa yang akan digunakan. 
  • Tujuan pengobatan. 
  • Durasi setiap sesi. 
  • Berapa banyak sesi terapi yang mungkin dibutuhkan. 

Prosedur pada sesi berikutnya akan bergantung pada perkembangan dari kondisi atau kebutuhan pasien. 

Risiko Psikoterapi 

Secara umum, ada sedikit risiko dalam menjalani psikoterapi. Sebab, beberapa metode psikoterapi diketahui dapat mengeksplorasi perasaan dan pengalaman yang menyakitkan dari pasien, sehingga kamu mungkin merasa tidak nyaman secara emosional. Namun, segala risiko dapat diminimalkan dengan bekerja sama dengan terapis ahli agar jenis dan intensitas terapi dapat disesuaikan.  

Kapan Harus Melakukan Psikoterapi?

Ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai indikasi akan waktu yang tepat untuk melakukan psikoterapi, yaitu: 

  • Merasa ketidakberdayaan dan kesedihan yang berkepanjangan, hingga mengisolasi diri dari orang-orang terdekat. 
  • Masalah yang dihadapi tampaknya tidak membaik meski ada upaya dan bantuan dari keluarga dan teman terdekat. 
  • Merasa sulit berkonsentrasi pada pekerjaan atau aktivitas yang biasa dilakukan. 
  • Kamu merasa khawatir berlebihan, terus-menerus gelisah, dan membayangkan hal-hal negatif akan terjadi.
  • Kamu mulai melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri atau orang lain. Misalnya seperti mengonsumsi alkohol berlebihan, menggunakan narkoba, menjadi agresif. 

Jika mengalaminya, segeralah melakukan psikoterapi. Selain itu, apabila kamu sudah mendapat rujukan dari dokter untuk melakukannya, penting untuk segera menjalani sesi pertama psikoterapi. 

Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit untuk melakukan psikoterapi. Tentunya tanpa perlu menunggu atau mengantre lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2022. What’s Psychotherapy, and How Does It Work?
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Psychotherapy. 
Sante Center for Healing. Diakses pada 2022. What is the Goal of Psychotherapy?
American Psychological Association. Diakses pada 2022. Understanding psychotherapy and how it works.