Pterygium

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Pterygium

Pterygium merupakan salah satu penyakit mata, di mana terjadi pertumbuhan selaput jaringan berbentuk segitiga berwarna merah muda dan biasanya muncul pada bagian putih bola mata. Pterygium juga dikenal sebagai mata peselancar atau surfer’s eye. Umumnya, kondisi ini dimulai pada kornea di dekat hidung dan dapat bertumbuh hingga pupil (bagian hitam mata). Kondisi ini biasanya hanya terdapat di salah satu mata. Namun, jika kamu mengalami di kedua mata, gangguan mata ini dinamakan pterygia. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada pengidapnya karena kadang menimbulkan rasa gatal dan juga memengaruhi penampilan. Jika dibiarkan penyakit ini  bisa menjadi parah, maka bisa meningkatkan risiko pupil mata tertutup dan gangguan penglihatan yang signifikan pada pengidap pterygium. 

Baca juga: Harus Tahu, Ini Cara Diagnosis Pterygium

 

Penyebab dan Faktor Risiko Pterygium

Terdapat beberapa teori yang mencoba menjelaskan patogenesis pterygium, tetapi penyebab utamanya belum dapat ditentukan. Adanya variasi geografis yang memengaruhi insiden terjadinya penyakit pterygium, ditunjukan dari sebagian besar penelitian yang sudah dilakukan. Hal ini berdasarkan dari tingkat kejadian pterygium lebih tinggi pada negara-negara yang lebih dekat ke khatulistiwa.

Peningkatan prevalensi pterygium tersebut diduga karena efek destruktif dari radiasi ultraviolet, khususnya radiasi UV-B yang menyerang orang-orang di daerah khatulistiwa. Hipotesis yang diyakini adalah bahwa radiasi ini menyebabkan mutasi pada gen supresor tumor p53, sehingga memfasilitasi proliferasi abnormal epithelium limbal.

 

Gejala Pterygium

Meskipun tidak ada gejala yang terlihat atau dirasakan secara eksplisit oleh pengidapnya pada tahap awal. Namun, berbagai keluhan seperti mata kering, sensasi terbakar, gatal seringkali ditemukan pada pengidap. Seiring bertambah parahnya penyakit, lesi akan bertambah besar dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan akibat astigmatisme terinduksi atau karena pertumbuhan jaringan yang mengganggu aksis visual. Berikut ini berbagai gejala yang umumnya dirasakan pengidap pterygium:

  • Pertumbuhan selaput berwarna putih dengan pembuluh darah yang terlihat/menonjol di sudut mata bagian dalam atau luar;

  • Pterygium dapat terjadi pada satu atau kedua mata;

  • Kemerahan pada daerah yang terkena;

  • Iritasi dan perih pada mata;

  • Mata kering;

  • Terkadang mata mengeluarkan air;

  • Terasa seperti ada benda asing di dalam mata;

  • Penglihatan buram (pada kasus parah, pertumbuhan dapat menutupi kornea pusat atau menyebabkan astigmatisme karena tekanan pada permukaan kornea); dan

  • Terasa seperti ada yang mengganjal di mata ketika selaput pterigium tebal atau lebar.

 

Diagnosis Pterygium

Dokter dapat mendiagnosis kondisi ini berdasarkan pemeriksaan fisik menggunakan lampu celah (slit lamp). Lampu ini memungkinkan dokter melihat mata seseorang dengan bantuan pembesaran dan pencahayaan yang terang. Tes tambahan termasuk:

  • Tes ketajaman visual. Tes ini melibatkan membaca huruf pada grafik mata.

  • Topografi kornea. Teknik pemetaan medis ini digunakan untuk mengukur perubahan kelengkungan pada kornea.

  • Dokumentasi foto. Prosedur ini dilakukan dengan melakukan pengambilan gambar yang bertujuan untuk melacak laju pertumbuhan pterygium.

Baca juga: Ketahui Cara Mencegah dan Pengobatan Pterygium

 

Pengobatan Pterygium

Jika gejala pterygium masih ringan atau masih tahap awal, umumnya dokter akan memberikan resep obat yang bertujuan untuk mengurangi iritasi atau merah pada mata. Pemberian obat, seperti obat tetes mata golongan steroid, air mata buatan, dan sebagainya.
Jika pterygium sudah mencapai tahap lanjut dan ditemukan gejala yang mengganggu, seperti gangguan penglihatan, dokter akan menganjurkan operasi pertumbuhan jaringan abnormal ini akan diambil dan dibuang. Setelah itu, dapat digunakan jaringan konjungtiva atau plasenta untuk mengisi ruang yang kosong bekas tempat lesi pterygium tersebut.

 

Pencegahan Pterygium

Pencegahan penyakit pterygium bisa dilakukan dengan menggunakan kacamata hitam dengan lensa yang mampu menghadang 99100 persen UV A dan UV B setiap hari jika sedang keluar ruangan dan cuaca sedang panas terik.

Baca juga: Tatap Matahari dengan Mata Telanjang pada Siang Hari Bisa Sebabkan Pterygium, Benarkah?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala seperti di atas, segera temui dokter agar gejala tidak makin parah. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu melalui Halodoc.

Referensi:

Web MD. Diakses pada 2019. Pterygium (Surfer's Eye): Causes, Symptoms, and Treatment.

Diperbarui pada 26 Agustus 2019