
Daftar Isi:
- Sefalosporin: Definisi dan Mekanisme Kerja
- Generasi Sefalosporin dan Spektrum Aktivitasnya
- Manfaat Sefalosporin untuk Mengatasi Infeksi Bakteri
- Dosis dan Cara Penggunaan Sefalosporin
- Efek Samping dan Kontraindikasi Sefalosporin
- Interaksi Obat dengan Sefalosporin
- Resistensi Bakteri terhadap Sefalosporin
- Kapan Harus ke Dokter?
- Sefalosporin Tersedia di Halodoc
Sefalosporin: Definisi dan Mekanisme Kerja
Sefalosporin adalah golongan antibiotik beta-laktam yang efektif melawan berbagai infeksi bakteri. Antibiotik ini bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri. Akibatnya, dinding sel bakteri menjadi tidak stabil dan pecah, sehingga bakteri mati. Antibiotik ini pertama kali diisolasi dari jamur Cephalosporium acremonium.
Obat ini bekerja dengan cara mengikat enzim transpeptidase, yang berperan penting dalam pembentukan dinding sel bakteri. Dengan menghambat enzim ini, sefalosporin mencegah pembentukan ikatan peptidoglikan yang esensial untuk kekuatan dan integritas dinding sel bakteri.
Generasi Sefalosporin dan Spektrum Aktivitasnya
Sefalosporin diklasifikasikan ke dalam beberapa generasi, masing-masing memiliki spektrum aktivitas yang berbeda terhadap bakteri:
- Generasi pertama: Umumnya efektif melawan bakteri Gram-positif seperti Staphylococcus dan Streptococcus. Contohnya termasuk sefaleksin dan sefazolin.
- Generasi kedua: Memiliki aktivitas yang lebih luas terhadap bakteri Gram-negatif dibandingkan generasi pertama. Contohnya termasuk sefaklor dan sefuroksim.
- Generasi ketiga: Efektif terhadap berbagai bakteri Gram-negatif, termasuk yang resisten terhadap antibiotik lain. Contohnya termasuk seftriakson dan sefotaksim. Sebuah studi di Journal of Global Antimicrobial Resistance menyoroti pentingnya sefalosporin generasi ketiga dalam menghadapi bakteri yang memproduksi beta-laktamase spektrum luas.
- Generasi keempat: Memiliki spektrum aktivitas yang sangat luas, efektif melawan bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, serta beberapa bakteri resisten. Contohnya adalah sefepim.
- Generasi kelima: Generasi terbaru dengan aktivitas terhadap bakteri Gram-positif resisten, seperti MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus). Contohnya adalah seftarolin.
Jangan asal menggunakan antibiotik. Ini caranya: Cara Menggunakan dengan Benar Antibiotik
Manfaat Sefalosporin untuk Mengatasi Infeksi Bakteri
Sefalosporin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri, termasuk:
- Infeksi pernapasan, seperti pneumonia dan bronkitis.
- Infeksi kulit dan jaringan lunak.
- Infeksi tulang dan sendi.
- Meningitis bakteri.
- Sepsis (infeksi darah).
- Infeksi saluran kemih (ISK). Apa saja obat ISK? Baca di sini: Ini Obat Infeksi Saluran Kemih yang Umum Diresepkan
Hal yang perlu diketahui, pemilihan jenis sefalosporin bergantung pada jenis bakteri penyebab infeksi dan tingkat keparahan infeksi.
Dosis dan Cara Penggunaan Sefalosporin
Dosis sefalosporin bervariasi tergantung pada jenis infeksi, tingkat keparahan, usia pasien, dan fungsi ginjal. Hal yang perlu ditegaskan, konsumsi obat ini berdasarkan instruksi dokter atau petunjuk pada kemasan obat.
Sefalosporin dapat diberikan melalui:
- Oral (melalui mulut): Dalam bentuk tablet, kapsul, atau sirup.
- Intravena (melalui pembuluh darah): Dalam bentuk injeksi.
- Intramuskular (melalui otot): Dalam bentuk injeksi.
Jangan menghentikan pengobatan meskipun merasa lebih baik, karena bakteri mungkin belum sepenuhnya terbasmi. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi antibiotik.
Efek Samping dan Kontraindikasi Sefalosporin
Efek samping sefalosporin umumnya ringan, tetapi beberapa orang mungkin mengalami:
- Diare.
- Mual dan muntah.
- Sakit perut.
- Ruam kulit.
- Reaksi alergi, seperti gatal-gatal atau bengkak.
Sefalosporin dikontraindikasikan pada orang dengan riwayat alergi terhadap sefalosporin atau antibiotik beta-laktam lainnya, contohnya seperti penisilin. Informasikan kepada dokter jika memiliki riwayat alergi obat.
Interaksi Obat dengan Sefalosporin
Sefalosporin dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, seperti:
- Antikoagulan (pengencer darah).
- Probenesid (obat untuk asam urat).
- Diuretik (obat untuk meningkatkan produksi urine).
Informasikan kepada dokter tentang semua obat yang sedang digunakan, termasuk obat resep, obat bebas, dan suplemen herbal, untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan. Sebuah studi dalam European Journal of Clinical Pharmacology meneliti interaksi obat dengan sefalosporin dan memberikan rekomendasi untuk manajemen yang tepat.
Apa bedanya antibiotik dan antivirus? Cari tahu di sini: Jangan Keliru, Ini Perbedaan Antibiotik dan Antivirus yang Harus Diketahui
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dokter jika:
- Mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi sefalosporin.
- Gejala infeksi tidak membaik setelah beberapa hari pengobatan.
- Mengalami efek samping yang parah atau mengganggu.
Mau tahu lebih jauh mengenai obat ini atau memiliki keluhan kesehatan? Konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.
Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.


