
DAFTAR ISI
- Apa Itu Sitagliptin?
- Merek Dagang Sitagliptin
- Studi tentang Sitagliptin
- Peringatan sebelum Menggunakan Sitagliptin
- Dosis Sitagliptin
- Cara Menggunakan Sitagliptin
- Efek Samping Sitagliptin
- Interaksi Sitagliptin
- Kontraindikasi Sitagliptin
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Sitagliptin?
Sitagliptin adalah obat antidiabetes oral dari kelas penghambat dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4 inhibitor).
Obat ini bekerja dengan cara menghambat enzim DPP-4 yang biasanya menghancurkan hormon inkretin (seperti GLP-1 dan GIP) di dalam tubuh.
Dengan menjaga kadar hormon inkretin tetap tinggi setelah makan, Sitagliptin merangsang pankreas untuk melepaskan insulin dan menghambat pelepasan glukagon dari hati.
Alhasil, kadar gula darah dapat terkontrol tanpa risiko tinggi menyebabkan gula darah terlalu rendah (hipoglikemia).
- Golongan: Antidiabetes (penghambat DPP-4).
- Kategori: Obat resep.
- Manfaat: Membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien dewasa dengan diabetes melitus tipe 2.
- Digunakan oleh: Dewasa.
- Sitagliptin untuk ibu hamil: Kategori B. Studi pada hewan tidak menunjukkan risiko pada janin, namun data pada manusia masih sangat terbatas. Gunakan hanya dengan resep dokter.
- Sitagliptin untuk ibu menyusui: Belum diketahui apakah obat ini terserap ke dalam ASI, sehingga penggunaannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati di bawah pengawasan dokter.
- Bentuk obat: Tablet.
Merek Dagang Sitagliptin
Berikut adalah beberapa merek dagang yang mengandung Sitagliptin:
- Januvia 100 mg 14 Tablet. Obat ini mengandung Sitagliptin yang bekerja membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2 dengan cara meningkatkan produksi insulin secara alami setelah makan.
- Janumet 50 mg/1000 mg 7 Tablet. Merupakan obat kombinasi Sitagliptin dan Metformin yang bekerja secara ganda untuk menekan produksi gula hati serta memperbaiki sensitivitas insulin agar kadar glukosa darah lebih stabil.
Studi Tentang Sitagliptin
Studi yang dipublikasikan oleh Scientific Reports (2023) menyebutkan bahwa, bagi pasien diabetes tipe 2, Sitagliptin adalah pilihan pengobatan yang aman untuk jangka panjang.
Peneliti menemukan bahwa, pasien yang meminum Sitagliptin tidak memiliki risiko lebih tinggi terkena radang pankreas dibandingkan pasien diabetes yang menggunakan obat lain.
Peringatan sebelum Menggunakan Sitagliptin
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Sitagliptin:
- Waspadai gejala pankreatitis (peradangan pankreas) seperti nyeri perut hebat yang menjalar ke punggung.
- Informasikan kepada dokter jika memiliki riwayat gangguan ginjal sedang hingga berat, karena penyesuaian dosis mungkin diperlukan.
- Berhati-hati pada pasien dengan riwayat gagal jantung atau gangguan kandung empedu (batu empedu).
- Informasikan jika memiliki riwayat alergi berat terhadap penghambat DPP-4 lainnya.
- Sitagliptin tidak ditujukan untuk pengobatan diabetes tipe 1 atau ketoasidosis diabetikum.
Dosis Sitagliptin
Dosis harus ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi tubuh:
- Dosis standar dewasa: 100 mg satu kali sehari, dapat diberikan sebagai monoterapi atau kombinasi dengan obat antidiabetes lain.
Simak selengkapnya, Ini 5 Rekomendasi Obat Diabetes untuk Menurunkan Gula Darah Tinggi.
Cara Menggunakan Sitagliptin
Berikut ini cara menggunakan Sitagliptin:
- Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan karena penyerapannya tidak dipengaruhi oleh makanan.
- Minumlah tablet pada jam yang sama setiap hari untuk menjaga efektivitas kontrol gula darah.
- Tablet harus ditelan secara utuh dan jangan dibelah atau dihancurkan kecuali atas saran medis.
- Tetap jalankan pola makan gizi seimbang dan rutinitas olahraga yang dianjurkan dokter selama menjalani terapi.
Efek Samping Sitagliptin
Penggunaan Sitagliptin dapat memicu efek samping berupa:
- Hipoglikemia, terutama jika dikombinasikan dengan sulfonilurea atau insulin.
- Gangguan pencernaan seperti sembelit, muntah, sariawan, dan stomatitis.
- Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat seperti mialgia dan nyeri punggung.
- Gangguan sistem saraf seperti sakit kepala dan pusing.
Interaksi Sitagliptin
Sitagliptin dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain seperti:
- Digoxin: Sitagliptin dapat sedikit meningkatkan konsentrasi digoxin dalam darah, pemantauan pasien sangat disarankan.
- Insulin atau Sulfonilurea: Penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia, sehingga dosis insulin atau sulfonilurea mungkin perlu dikurangi.
Yuk, Catat, Ini Gejala Diabetes dan Cara Mengatasinya.
Kontraindikasi Sitagliptin
Sitagliptin dikontraindikasikan pada:
- Pasien dengan riwayat hipersensitivitas atau alergi berat terhadap Sitagliptin Phosphate.
- Diabetes melitus tipe 1.
- Riwayat pankreatitis akut yang berkaitan dengan penggunaan obat golongan DPP-4 inhibitor.
Sitagliptin menawarkan solusi kontrol glikemik yang efektif dengan risiko hipoglikemia yang minim bagi pasien diabetes tipe 2.
Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc, jika kamu memiliki keluhan atau pertanyaan lain seputar masalah kesehatan.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!



