
DAFTAR ISI
- Apa Itu Spiramycin?
- Merek Dagang Spiramycin
- Studi Terkait Spiramycin
- Peringatan Sebelum Menggunakan Spiramycin
- Dosis Spiramycin
- Cara Menggunakan Spiramycin dengan Benar
- Efek Samping Spiramycin
- Interaksi Spiramycin
- Kontraindikasi Spiramycin
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Spiramycin?
Spiramycin adalah antibiotik golongan makrolida yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri. Antibiotik ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga membantu tubuh untuk melawan infeksi.
Spiramycin efektif terhadap berbagai bakteri, termasuk Streptococcus, Staphylococcus, dan beberapa bakteri anaerob.
Beberapa informasi lain terkait spiramycin adalah:
- Golongan: Obat resep.
- Kategori: Antibiotik makrolida.
- Manfaat: Mengobati infeksi bakteri.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak.
- Spiramycin untuk ibu hamil: Belum ada studi terkontrol terkait efeknya terhadap ibu hamil, oleh sebab itu konsultasikan dengan dokter.
- Spiramycin untuk ibu menyusui: Hanya dapat digunakan oleh ibu menyusui jika bayi lahir prematur atau berusia belum 1 bulan.
- Bentuk obat: Kaplet, tablet, dan cream.
Merek Dagang Spiramycin
Spiramycin (Spiramisin) dipasarkan dalam berbagai merek dagang dan bentuk sediaan obat, yang dapat menjadi pilihan untuk kamu:
- Spiramycin 500 mg 10 Tablet. Merupakan antibiotik golongan makrolida yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan efektif untuk mengobati infeksi bakteri seperti staphylococcus, streptococcus, pneumococcus, dan bordetella pertusis.
- Varoc 500 mg 10 Kaplet. Digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan karena infeksi bakteri seperti nyeri tenggorokan, sinusitis, pneumonia, hingga profilaksis toksoplasmosis pada wanita hamil.
- Dermades 0.5 mg/g Cream 10 g. Dapat digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan pada kulit seperti kemerahan, bengkak, hingga gatal.
- Rovadin 500 mg 10 Tablet. Merupakan obat antibiotika golongan makrolida yang efektif mengobati infeksi bakteri seperti infeksi saluran pernapasan hingga infeksi pada kulit.
- Spiranter 1.5 MIU 10 Tablet. Digunakan untuk mengobati infeksi bakteri seperti pada infeksi saluran napas, kulit dan jaringan lunak karena bakteri staph, strep, dan pneumokokus yang peka.
Studi Terkait Spiramycin
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menilai seberapa efektif obat ini, terutama pada kasus infeksi Toxoplasma gondii, salah satunya yang diterbitkan pada European Journal of Medical Research:
- Analisis dilakukan dari 33 penelitian yang melibatkan lebih dari 15 ribu ibu hamil dan bayi.
- Hasil menunjukkan bahwa ibu yang mendapat pengobatan memiliki risiko penularan infeksi ke bayi yang jauh lebih rendah dibandingkan yang tidak diobati.
- Pada ibu yang diobati, angka penularan turun menjadi sekitar 2 dari 10 bayi.
- Penggunaan spiramycin saja juga terbukti efektif menurunkan risiko penularan dibandingkan tanpa pengobatan.
- Spiramycin membantu melindungi janin dengan mengurangi kemungkinan infeksi menular dari ibu selama kehamilan.
Peringatan Sebelum Menggunakan Spiramycin
Berikut hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini:
- Pastikan tidak memiliki alergi terhadap spiramycin atau antibiotik golongan makrolida lainnya.
- Gunakan spiramycin hanya untuk infeksi bakteri, bukan untuk infeksi virus seperti flu atau pilek.
- Beri tahu dokter jika memiliki riwayat penyakit hati, karena spiramycin dimetabolisme di hati.
- Gunakan dengan hati-hati pada ibu hamil dan menyusui, sesuai anjuran dokter.
- Habiskan obat sesuai resep, meskipun gejala sudah membaik, agar infeksi benar-benar sembuh.
- Segera hentikan penggunaan dan cari bantuan medis jika muncul reaksi alergi atau efek samping tertentu.
Dosis Spiramycin
Dosis spiramycin akan ditentukan oleh dokter berdasarkan jenis dan beratnya infeksi, serta kondisi pasien.
Dosis umumnya:
- Dewasa: 2-3 gram per hari, dibagi dalam 2-3 dosis. Dosis dapat ditingkatkan sampai 5 gram per hari jika infeksi parah.
- Bayi dan anak-anak: 50-100 mg/kg BB per hari, dibagi ke dalam 2 kali pemberian, selama 6 minggu.
Dosis untuk toksoplasmosis pada ibu hamil:
- Dosis 1 gram, 3 kali sehari.
Dosis untuk mencegah toksoplasmosis kongenital pada ibu hamil yang sudah terinfeksi:
- Dosis 3-4 gram per hari.
Cara Menggunakan Spiramycin dengan Benar
Agar obat ini bekerja efektif dan aman, spiramycin perlu digunakan dengan cara yang benar sesuai anjuran dokter dan petunjuk penggunaan.
- Gunakan spiramycin sesuai resep dan anjuran dokter.
- Minum obat sesuai dosis dan jadwal yang ditentukan, jangan mengubah dosis sendiri.
- Spiramycin dapat diminum sebelum atau sesudah makan, kecuali dokter menganjurkan lain.
- Habiskan obat meskipun gejala sudah membaik, agar infeksi tidak kambuh.
- Minum obat dengan air putih, hindari mencampur dengan alkohol.
- Jika lupa satu dosis, segera minum saat ingat, jangan menggandakan dosis.
- Simpan obat di tempat sejuk dan kering, jauh dari jangkauan anak-anak.
- Segera konsultasikan ke dokter jika muncul efek samping seperti mual berat, diare berkepanjangan, atau reaksi alergi.
Efek Samping Spiramycin
Seperti semua obat, spiramycin dapat menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum meliputi:
Efek samping yang lebih serius jarang terjadi, tetapi dapat melipui:
- Reaksi alergi (ruam, gatal-gatal, kesulitan bernapas).
- Masalah hati, dan gangguan irama jantung.
Segera hubungi dokter jika mengalami efek samping yang serius.
Interaksi Spiramycin
Spiramycin dapat berinteraksi dengan beberapa obat lain. Informasikan kepada dokter tentang semua obat yang kamu konsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, dan suplemen herbal.
Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan spiramycin meliputi:
- Obat pengencer darah (warfarin).
- Obat jantung (digoxin).
- Obat antijamur (ketoconazole, itraconazole).
Interaksi obat dapat meningkatkan risiko efek samping atau mengurangi efektivitas spiramycin atau obat lain yang sedang kamu konsumsi.
Kontraindikasi Spiramycin
Spiramycin tidak boleh digunakan pada kondisi berikut:
- Alergi terhadap spiramycin atau antibiotik golongan makrolida lainnya.
- Riwayat reaksi alergi berat (seperti sesak napas atau pembengkakan) akibat antibiotik makrolida.
- Gangguan fungsi hati berat, karena spiramycin dimetabolisme di hati.
Pada kondisi tertentu seperti kehamilan, menyusui, atau gangguan hati ringan, penggunaan spiramycin perlu pengawasan dokter.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!



