Tennis Elbow

Pengertian Tennis Elbow

Tennis elbow adalah istilah untuk rasa sakit yang muncul pada siku bagian luar. Meski berpotensi menyebar ke lengan bagian bawah hingga pergelangan tangan, rasa sakit ini cenderung terjadi pada tempat dimana tendon-tendon (jaringan ikat yang melekatkan otot ke tulang) dari otot-otot lengan bawah melekat ke tulang yang menonjol di bagian luar siku.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah lateral epicondylitis dan umumnya terjadi akibat penggunaan siku secara berlebih. Hal ini akan menyebabkan otot-otot siku mengalami penegangan berlebihan sehingga terjadi robekan serta peradangan.

Tanda dan Gejala Tennis Elbow

Rasa sakit merupakan gejala utama pada tennis elbow. Jenis rasa sakit yang umumnya menandakan kondisi ini berupa nyeri yang muncul:

  • Pada sisi luar lengan bagian tengah (tepatnya berada di bawah siku) yang terkadang menyebar hingga ke pergelangan tangan.
  • Ketika mengangkat sesuatu.
  • Saat menekuk tangan.
  • Ketika berjabat tangan , menulis, atau menggenggam benda kecil, seperti pensil.
  • Saat melakukan gerakan memutar, misalnya saat memutar kenop pintu atau membuka tutup stoples.
  • Ketika meluruskan tangan.

Terkadang tennis elbow juga disertai gejala-gejala seperti rasa kaku pada siku saat bangun tidur atau tonjolan tulang pada siku yang terasa sakit ketika disentuh. Kondisi ini jarang menyebabkan gangguan kesehatan yang serius. Namun, kamu dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang bertambah parah atau tidak kunjung membaik.

Penyebab Tennis Elbow

Secara umum, penyebab tennis elbow adalah penggunaan siku yang berlebihan dengan gerakan memuntir lengan berulang-ulang. Aktivitas tersebut akan membebani tendon-tendon yang melekat pada siku. Bermula pada robekan kecil hingga mencetuskan peradangan di sisi luar siku.

Sesuai namanya, atlet tenis atau mereka yang sering bermain tenis mempunyai risiko untuk mendapatkan tennis elbow. Biasanya dialami oleh orang yang berusia 40 tahun atau lebih. Tennis elbow ini dapat juga diidap oleh orang-orang yang melakukan pekerjaan atau aktifitas dengan peralatan dan penggunaannya yang tidak tepat seperti: pelukis, tukang kebun, atau pertukangan yang menggunakan obeng.

Pengobatan Tennis Elbow

Tennis elbow termasuk penyakit yang perlahan-lahan akan membaik dengan sendirinya dan tanpa penanganan medis yang khusus. Durasi pemulihan untuk tennis elbow umumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Langkah penyembuhan mandiri dapat dilakukan dengan cara:

  • Menghindari kegiatan yang akan membebani otot-otot siku. Khususnya aktivitas yang memicu tennis elbow, seperti mengangkat beban dan olahraga yang menggunakan tangan yang mengidap secara berlebihan.
  • Mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit (analgesik), seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Mengurangi tekanan pada otot-otot siku dengan membungkusnya menggunakan kain penahan khusus yang bisa dibeli bebas di toko-toko perlengkapan olahraga.

Apabila dirasa kurang efektif, kamu dapat pula melakukan langkah-langkah berikut:

  • Melakukan fisioterapi dengan bimbingan ahli terapi.
  • Menerima suntikan kortikosteroid guna mengurangi rasa sakit.
  • Menjalani terapi gelombang kejut untuk menurunkan tingkat keparahan pada rasa sakit dan merangsang gerakan otot yang sakit.
  • Menjalani operasi pengangkatan otot yang rusak.

Pencegahan Tennis Elbow

Tennis elbow merupakan kondisi yang sulit dicegah karena siku termasuk salah satu bagian tubuh yang paling sering kita gunakan. Meski demikian, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pengidap kondisi ini agar gejala-gejalanya tidak bertambah parah serta mencegah kekambuhannya. Langkah-langkah tersebut dapat berupa:

  • Menghindari penggunaan siku secara berlebihan yang mengalami tennis elbow.
  • Memilih raket atau alat-alat kerja yang ringan sehingga tidak terlalu membebani siku.
  • Menggunakan kain penahan khusus untuk mencegah tennis elbow saat berolahraga (khususnya tenis atau badminton).
  • Meningkatkan kekuatan otot lengan bawah dengan bantuan ahli fisioterapi.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami tanda dan gejala di atas, segera berbicara dengan dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.