Terapi Hiperbarik

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Apa Itu Terapi Hiperbarik?

Terapi hiperbarik adalah salah satu metode pengobatan dengan cara menghirup oksigen murni dalam ruang udara bertekanan tinggi lebih dari satu Atmosfer Absolut.

 

Kenapa Melakukan Terapi Hiperbarik?

Terapi hiperbarik paling sering menjadi pilihan pengobatan untuk penyakit dekompresi yang biasa dialami oleh para penyelam laut dalam. Namun selain itu, terapi ini juga bisa menjadi terapi tambahan untuk berbagai penyakit klinis, seperti infeksi yang serius. Berikut adalah berbagai macam kondisi kesehatan yang juga bisa diobati dengan menggunakan terapi hiperbarik:

  • Anemia berat.
  • Gangguan akibat radiasi.
  • Infeksi tulang (osteomielitis) atau infeksi kulit yang menyebabkan kematian jaringan.
  • Beberapa jenis infeksi otak, bahkan sinus.
  • Infeksi jaringan otot atau gas gangren.
  • Luka bakar.
  • Luka bakar atau luka akibat diabetes yang sulit sembuh.
  • Kondisi adanya gelembung udara dalam pembuluh darah (emboli).
  • Keracunan monoksida.
  • Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan tanpa rasa sakit.
  • Kehilangan pendengaran tiba-tiba

Jadi, jaringan tubuh kita membutuhkan pasokan oksigen yang cukup agar dapat berfungsi dengan baik. Ketika jaringan terluka akibat kondisi di atas, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen untuk bertahan hidup. Nah, terapi hiperbarik dapat membantu meningkatkan oksigen dalam darah yang akan mengembalikan tingkat normal gas dalam darah dan fungsi jaringan, sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung dengan cepat.

Tidak hanya mengobati kondisi kesehatan di atas, terapi hiperbarik juga merupakan metode pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti HIV/AIDS, Alzheimer, arthritis, asma, bell’s palsy, kanker, cerebral palsy, dan sakit kepala berat.

 

Kapan Harus Melakukan Terapi Hiperbarik?

Tergantung dari kondisi kesehatan yang ingin diobati, terapi hiperbarik perlu dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang efektif. Pada dasarnya, semakin kronis penyakit yang kamu alami, maka semakin banyak sesi terapi yang harus kamu jalani.

 

Bagaimana Melakukan Terapi Hiperbarik?

Terapi hiperbarik dilakukan di dalam ruang terapi oksigen hiperbarik. Tekanan udara di dalam ruangan tersebut tiga kali lebih tinggi daripada tekanan udara normal. Nah, dengan kondisi tersebut, paru-paru pengidap dapat mengumpulkan lebih banyak oksigen murni yang dihirup ketimbang bila menghirup oksigen dalam tekanan udara normal. Aliran darah kemudian akan membawa oksigen murni tersebut ke seluruh tubuh. Cara inilah yang dipercaya dapat membantu tubuh melawan bakteri dan merangsang pelepasan sel induk dan faktor pertumbuhan, yang selanjutnya akan merangsang penyembuhan serta memperbaiki dan menjaga jaringan tubuh tetap sehat.

Pengidap yang menjalani terapi hiperbarik akan dimasukkan ke dalam ruangan bertekanan udara tiga kali lebih tinggi daripada tekanan udara normal, sambil diberikan pernapasan oksigen murni (100 persen) selama satu hingga dua jam. Pengidap dapat menghirup oksigen murni dalam posisi duduk ataupun berdiri.

Oleh karena tekanan dalam ruangan tersebut sangat tinggi, beberapa orang mungkin akan merasa tidak nyaman ketika berada di dalamnya. Ada beberapa efek samping yang akan dialami pengidap, seperti rasa sakit dan sensasi berdenyut di telinga. Sebaiknya, segera beritahu dokter atau petugas terapis bila kamu mengalami hal-hal tersebut selama terapi. Setelah proses terapi selesai, pengidap juga biasanya akan merasa sangat lelah, kelaparan, dan sensasi, seperti melayang.

Sebenarnya, terapi hiperbarik termasuk prosedur yang aman untuk dilakukan. Terapi hiperbarik sangat jarang menimbulkan komplikasi. Meski begitu, kamu perlu tahu beberapa risiko yang bisa terjadi akibat terapi hiperbarik:

  • Rabun jauh sementara yang disebabkan oleh adanya perubahan lensa mata.
  • Cedera telinga bagian tengah, bahkan berisiko membuat gendang telinga pecah karena tingginya tekanan udara.
  • Kolaps paru yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara.
  • Kejang-kejang akibat terlalu banyak oksigen dalam sistem saraf pusat.

Oksigen murni juga mudah menyebabkan kebakaran bila terkena percikan atau api. Oleh karena itu, jangan membawa benda, seperti korek api atau perangkat elektronik bertenaga baterai ke dalam ruang terapi oksigen hiperbarik. Hindari juga untuk semua produk perawatan kulit berbasis mnyak karena berpotensi menyebabkan kebakaran.

 

Di Mana Terapi Hiperbarik Bisa Dilakukan?

Terapi hiperbarik bisa dilakukan beberapa rumah sakit tertentu yang menyediakan jasa terapi tersebut. Untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini.