Tetanus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Tetanus

Tetanus merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh menjadi kaku dan tengang akibat infeksi kuman. Sebagian besar orang umumnya pernah mengalami luka pada kulit. Jika tidak dirawat dan diobati dengan benar, luka tersebut memiliki risiko terkontaminasi dan mengalami infeksi. Salah satu infeksi yang mungkin terjadi adalah tetanus.

 

Faktor Risiko Tetanus

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadi infeksi tetanus. Misalnya:

  • Seseorang yang tidak menjalani infeksi tetanus dengan lengkap.

  • Sistem imun yang lemah.

  • Benda asing yang yang menyebabkan luka, cotohnya tertancap paku.

  • Luka yang tidak dibersihkan, sehingga bisa menyebabkan masuknya spora tetanus ke dalam tubuh.

Baca juga: Si Kecil Belum Divaksin DPT Rentan Alami Batuk Rejan, Kok Bisa?

 

Penyebab Tetanus

Bakteri Clostridium tetani merupakan penyebab utama terjadinya infeksi tetanus. Hal yang perlu digarisbawahi, infeksi tetatus merupakan ifeksi yang tergolong serius. Bakteri ini umumnya terdapat dalam debu, tanah, serta kotoran hewan dan manusia.

Bakteri tetanus sering kali masuk ke tubuh melalui luka terbuka akibat cidera atau luka bakar. Jika berhasil memasuki tubuh, bakteri tetanus berkembang biak dan melepas neurotoksin, yaitu racun yang menyerang sistem saraf.

 

Gejala Tetanus

Neurotoksin yang mengacaukan kinerja saraf dapat menyebabkan pengidap mengalami kejang dan kekakuan otot yang merupakan gejala tetanus yang utama. Gejala ini dapat menyebabkan rahang pengidap mengatup rapat dan tidak bisa dibuka atau biasa disebut dengan istilah rahang terkunci (lockjaw). Di samping itu, seseorang yang terserang infeksi tetatus juga bisa mengalami gangguan menelan.

 

Diagnosis Tetanus

Untuk mendiagnosis tetanus, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dialami oleh pasien. Selanjutnya dokter akan melakukan pemriksaan fisik, khususnya pada otot dan sistem saraf pasien. Di samping itu, untuk memastikan diagnosisnya dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan atau mengambil sampel dari luka yang dialami pasien.

Baca juga: Alasan Penyakit Tetanus Bisa Mengancam Nyawa

 

Komplikasi Tetanus

Infeksi tetanus yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan komplikasi, bahkan berakibat fatal. Misalnya menyebabkan emboli paru, pneuomonia, gagal ginjal akut, hingga jantung berheti secara tiba-tiba. Selain itu, komplikasi tetanus juga bisa menyebabkan kerusakan otak akibat kurangnya pasokan oksigen.

 

Pengobatan Tetanus

Untuk mengobati tetantus, dokter akan mengabil tindakan sesuai dengan riwayat vaksinasi pasien. Jika pasien sudah divaksinasi, dokter akan memberikan obat imunoglobulin tetanus (TIG) untuk mencegah terjadinya infeksi.

Namun, jika ada pasien yang belum divaksinasi tetanus, perawatan di rumah sakit akan diperlukan. Umumnya penanganan di rumah sakit meliput pemberian antibiotik, antitoksin, dan obat relaksan otot. Masa penyembuhan penyakit ini umumnya akan membutuhkan waktu sekitar 16 minggu.

 

Penecegahan Tetanus

Langkah utama untuk mencegah tetanus adalah dengan vaksinasi. Di negara kita, vaksin tetanus masuk ke dalam daftar imunisasi wajib pada anak. Imunisasi tetanus diberikan sebagai bagian dari vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Proses vaksinasi ini harus diberikan dalam lima tahap, yaitu pada usia 2, 4, 6, 18 bulan, dan 4-6 tahun.

Untuk anak anak di atas 7 tahun, tersedia vaksid Td yang bisa melindungi diri dari serangan tetanus dan difteri.  Hal yang perlu diingat, vaksinasi ini mesti diulang tip 10 tahun. Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi difteri dan tenanus.

Selain dengan vaksinasi, pencegahan tetanus juga dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan, terutama ketika merawat luka agar tidak terkena infeksi.

Baca juga: Suntik Tetanus Setelah Injak Paku, Seberapa Perlu?

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami satu atau beberapa gejala di atas, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Tetanus.
Healthline. Diakses pada 2019. Tetanus (Lockjaw).

Diperbarui pada 24 September 2019