• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Tindakan Inseminasi
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Tindakan Inseminasi

Tindakan Inseminasi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
tindakan-inseminasi-halodoctindakan-inseminasi-halodoc

Pengertian Tindakan Inseminasi

Inseminasi buatan adalah tindakan medis untuk menangani masalah kesuburan yang membuat pasangan sulit untuk memiliki anak.  

Tujuan Tindakan Inseminasi

Prosedur ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah sperma sehingga bisa mencapai saluran indung telur. Melalui metode tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kesempatan sel telur untuk dibuahi oleh sel sperma sehingga terjadilah kehamilan.

Manfaat Tindakan Inseminasi

Manfaat utama inseminasi buatan adalah meningkatkan peluang kehamilan.  Pemeriksaan yang dilakukan sebelum tindakan inseminasi juga bisa mendeteksi masalah kesuburan. Misalnya seperti jumlah sperma sedikit, sperma tidak mampu bergerak terlalu jauh atau masalah ejakulasi.

Kapan Harus Melakukan Tindakan Inseminasi?

Seseorang bisa mempertimbangkan tindakan inseminasi jika mengalami kondisi di bawah ini:

1. Ingin mendapatkan donor sperma

Tindakan inseminasi bisa dilakukan pada wanita yang ingin memiliki anak dari rahimnya sendiri tanpa melakukan hubungan seksual. Bantuan donor sperma umumnya bisa diperoleh dari laboratorium terpercaya.

2. Masalah kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya

Penyebab masalah kesuburan yang menimpa pria maupun wanita seringkali tidak diketahui secara pasti. Program inseminasi bisa menjadi solusi atas masalah ini. Pada umumnya, tindakan ini akan dibarengi dengan penggunaan obat-obatan untuk merangsang ovulasi.

3. Punya riwayat endometriosis

Salah satu efek dari endometriosis adalah kesulitan untuk hamil. Jika demikian, dokter umumnya akan merekomendasikan inseminasi untuk meningkatkan peluang kehamilan. Sebelum melakukan proses inseminasi buatan, dokter memberikan obat-obatan untuk merangsang produksi sel telur yang berkualitas.

4. Masalah pada serviks 

Serviks atau leher rahim akan menghasilkan lendir selama masa ovulasi. Tujuannya untuk membantu sperma agar lebih mudah berjalan menuju tuba falopi. Namun, lendir yang terlalu kental justru menghalangi perjalanan sperma.

Prosedur Tindakan Inseminasi

Dokter melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh sebelum memutuskan tindakan inseminasi. Pemeriksaan fisik tersebut mencakup tes kesuburan bersama pasangan untuk mencari sumber masalah kesuburan. 

Pada wanita dokter akan memeriksa kondisi tuba falopi dan kadar harmon. Sedangkan pada pria, dokter perlu memeriksa kualitas sperma. Setelah semua pemeriksaan tersebut dilakukan, berikut langkah-langkah tindakan inseminasi:

1. Stimulasi ovarium

Stimulasi ovarium bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur yang diproduksi indung telur. Dalam tahap ini, dokter memberikan obat kesuburan sembari memantau tingkat kesuburan melalui ultrasound (USG) dan tes darah. Dokter juga meresepkan obat kesuburan, seperti clomid atau letrozole.

Clomid berfungsi mendorong pelepasan hormon dari kelenjar pituitari yang merangsang tubuh untuk melepaskan hormon luteinizing (LH) dan hormon perangsang folikel. Kedua hormon tersebut memicu pelepasan telur hingga pematangan telur.

Human chorionic gonadotropin (HCG) dalam bentuk injeksi adalah obat-obatan lain yang kemungkinan diresepkan oleh dokter. Obat ini berfungsi mendorong folikel ovarium untuk melepaskan sel telur.

2. Pengambilan sampel air mani

Selama proses stimulasi ovarium berjalan, dokter juga meminta sampel air mani alias sperma dari pasangan. Nantinya, sperma akan dicuci terlebih dahulu sebelum disuntikkan ke dalam vagina. 

Proses pencucian sperma adalah proses pemilihan sel sperma yang sehat dan tidak. Bukan hanya itu, proses ini juga berfungsi untuk menghilangkan bahan kimia beracun yang mengganggu proses pembuahan sel telur.

3. Tindakan inseminasi

Tindakan ini dilakukan pada masa subur atau ovulasi, yakni sekitar 24-36 jam setelah lonjakan hormon LH. Prosedur inseminasi umumnya membutuhkan waktu selama 1-2 jam saja. 

Dokter memasukkan kateter berukuran kecil, ramping, dan fleksibel ke dalam rahim melalui vagina dan leher rahim. Sesampainya di dalam rahim, dokter melepaskan sel sperma supaya mampu membuahi sel telur.

Tempat Melakukan Tindakan Inseminasi

Inseminasi buatan dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, atau di rumah dengan dokter kandungan ahli fertilitas. Jika kamu punya pertanyaan lain seputar prosedur ini, hubungi dokter di aplikasi Halodoc saja. Tak usah repot dan lebih praktis, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about artificial insemination.
WebMD. Diakses pada 2022. Infertility and Artificial Insemination.
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Artificial Insemination.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Intrauterine insemination (IUI).