Uveitis

Pengertian Uveitis

Uveitis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada lapisan uvea. Kasus peradangan uvea yang paling umum terjadi adalah pada iris dan badan siliar mata. Kondisi peradangan yang dinamakan anterior uveitis ini umumnya menyebabkan nyeri yang terasa secara tiba-tiba disertai kemerahan pada mata.

Gangguan penglihatan banyak terjadi pada kasus posterior uveitis atau peradangan pada bagian belakang mata, koroid dan retina. Gangguan penglihatan juga banyak terjadi pada kasus intermediate uveitis atau peradangan di belakang badan siliar dan di badan vitreus.

Komplikasi Uveitis

Uveitis dapat menimbulkan komplikasi apabila tidak diobati secepatnya, terutama pada jenis intermediate dan posterior. Selain itu, komplikasi juga berisiko dialami oleh pengidap uveitis kronis dan pengidap uveitis yang berusia di atas 60 tahun ke atas.
Beberapa jenis komplikasi akibat uveitis adalah:

  • Sinekia posterior, kondisi yang mana iris melekat pada lensa mata akibat peradangan.
  • Katarak, yaitu munculnya tekstur keruh pada lensa mata yang dapat mengganggu penglihatan atau bahkan kebutaan.
  • Glaukoma, yaitu peningkatan tekanan yang terjadi di dalam mata yang dapat menyebabkan rusaknya saraf optik.
  • Ablasi retina, yaitu terpisahnya retina dari pembuluh darah yang menyuplainya.
    Edema makula kistoid atau pembengkakan pada retina.

Gejala Uveitis

Uveitis dapat terjadi secara bertahap dalam beberapa hari atau terjadi secara tiba-tiba. Pengidap uveitis dengan gejala bertahap biasanya akan merasakan penurunan pada daya penglihatannya, seperti pandangan yang menjadi buram. Jika dilihat dari luar, mata pengidap penyakit ini tetap terlihat normal. Sedangkan pengidap uveitis dengan gejala yang tiba-tiba berkecenderungan untuk merasakan nyeri pada mata mereka.

Penyebab Uveitis

Uveitis bukanlah suatu kondisi genetis yang dapat diwariskan dari orang tua, namun terdapat beberapa hal yang dapat uveitis, di antaranya:

  • Infeksi, misalnya akibat TBC, infeksi parasit toksoplasmosis, virus cacar atau varicella-zoster, virus herpes, cytomegalovirus, sifilis, dan HIV.
  • Gangguan autoimun yang mana sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang jaringan tubuh yang sehat. Kondisi ini terjadi pada penyakit psoriasis, radang usus (kolitis ulseratif dan penyakit Crohn), sklerosis multipel, arthritis reaktif, dan penyakit ankylosing spondylitis.
  • Efek samping operasi pada mata.
  • Akibat suatu cedera atau trauma pada mata.
  • Limfoma atau kanker pada sistem limfatik yang menghubungkan nodus limfa di seluruh tubuh.

Pengobatan Uveitis

Pengobatan uveitis dilakukan untuk meredakan peradangan yang terjadi di dalam mata. Sebagai langkah awal, dokter mungkin akan meresepkan tetes mata kortikosteroid untuk menghentikan inflamasi. Jika cara ini tidak berhasil, dokter bisa meresepkan kortikosteroid dalam bentuk pil atau obat suntik.

Pemberian kortikosteroid bisa juga disertai dengan obat-obatan antibiotik, antivirus, atau antijamur apabila peradangan yang terjadi dipicu oleh infeksi. Apabila gejala uveitis cukup parah sehingga membahayakan penglihatan pengidap atau uveitis tidak mempan terhadap kortikosteroid, dokter mungkin akan coba meresepkan obat-obatan penekan sistem imun atau obat-obatan cytotoxic.

Tingkat kecepatan pemulihan uveitis setelah diobati tergantung kepada letak atau posisi radang pada uvea dan tergantung pada tingkat keparahan gejalanya. Sebagai contoh, apabila uveitis terjadi di mata bagian depan, biasanya penyembuhannya akan berlangsung lebih cepat jika dibandingkan uveitis yang terjadi di belakang mata.

Pada kasus yang jarang terjadi yang mana uveitis menunjukkan gejala yang sudah sangat parah, prosedur operasi mungkin bisa dilakukan. Contohnya seperti operasi pemasangan alat di dalam mata yang dapat melepaskan obat (misalnya kortikosteroid) secara berkala selama jangka waktu tertentu dan operasivitrektomi untuk menghilangkan sebagian cairan vitreous atau badan kaca di dalam mata.

Pencegahan Uveitis

Untuk mencegah komplikasi yang serius seperti kebutaan permanen, kamu dianjurkan untuk segera memeriksakan mata ke dokter mata untuk mendeteksi penyakit uveitis.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera berbicara dengan dokter jika mengalami tanda dan gejala di atas.