Uveitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Uveitis

Uveitis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada lapisan uvea. Kasus peradangan uvea yang paling umum terjadi adalah pada iris dan badan siliar mata. Kondisi peradangan yang dinamakan anterior uveitis ini umumnya menyebabkan nyeri yang terasa secara tiba-tiba disertai kemerahan pada mata.

Gangguan penglihatan banyak terjadi pada kasus posterior uveitis atau peradangan pada bagian belakang mata, koroid, dan retina. Gangguan penglihatan juga banyak terjadi pada kasus intermediate uveitis atau peradangan di belakang badan siliar dan di badan vitreus.

 

Faktor Risiko Uveitis

Terdapat beberapa faktor risiko yang bisa memicu terjadinya uveitis, misalnya:

  • Mengidap penyakit autoimun.

  • Usia, penyakit ini umumnya dialami pada orang di rentang usia 20-50 tahun.

  • Menggunakan lensa kontak.

  • Pernah melakukan operasi mata.

  • Paparan racun atau zat kimia pada mata.

Baca juga: Benarkah Berenang Memakai Lensa Kontak Berisiko Terkena Uveitis?

 

Penyebab Uveitis

Uveitis bukanlah suatu kondisi genetis yang dapat diwariskan dari orangtua. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat uveitis, di antaranya:

  • Infeksi, contohnya ifeksi akibat virus cacar air, TBC, herpes, hingga sifilis.

  • Gangguan autoimun. Kondisi ini membuat sistem imun justru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Kondisi ini terjadi pada penyakit psoriasis, radang usus (kolitis ulseratifdan penyakit Crohn), sklerosis multipel, arthritis reaktif, dan penyakit ankylosing 

  • Efek samping operasi pada mata.

  • Akibat suatu cedera atau trauma pada mata.

  • Limfoma atau kanker pada sistem limfatik.

 

Gejala Uveitis

Uveitis dapat terjadi secara bertahap dalam beberapa hari atau terjadi secara tiba-tiba. Pengidap uveitis dengan gejala bertahap biasanya akan merasakan penurunan pada daya penglihatannya, seperti pandangan yang menjadi buram. Jika dilihat dari luar, mata pengidap penyakit ini tetap terlihat normal. Sedangkan pengidap uveitis dengan gejala yang tiba-tiba berkecenderungan untuk merasakan nyeri pada mata mereka.

 

Diagnosis Uveitis

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan keluhan yang dirasakan oleh pasien. Kemudian barulah dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada bagian mata. Untuk membantu menegakkan diagnosisnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang. Contohnya analisis cairan mata, tes darah, pemeriksaan pencitraan fotografi fundus mata, hingga angiogra mata (evaluasi aliran darah mata).

Baca juga: Uveitis Vs Katarak, Lebih Bahaya Mana?

 

Komplikasi Uveitis

Uveitis yang dibiarkan tanpa penanganan, bisa menimbulkan berbagai keluhan lainnya. Berikut beberapa komplikasi yang bisa disebabkan oleh uveitis. Beberapa jenis komplikasi akibat uveitis adalah:

  • Sinekia posterior, kondisi yang mana iris melekat pada lensa mata akibat peradangan.

  • Katarak, kondisi ini akan mengganggu penglihatan, bahkan menyebabkan kebutaan karena munculnya tekstur keruh pada lensa mata.

  • Glaukoma, menimbulkan tekanan pada mata sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada saraf optik.

  • Ablasi retina, kondisi lepasnya retina dari pembuluh darah yang menyuplai.

 

Pengobatan Uveitis

Pengobatan uveitis dilakukan untuk meredakan peradangan yang terjadi di dalam mata. Sebagai langkah awal, dokter mungkin akan meresepkan tetes mata kortikosteroid untuk menghentikan inflamasi. Andaikan cara ini tidak berhail, mungkin dokter akan mencoba meresepkan kortikosteroid dalam bentuk pil atau obat suntik.

Pemberian kortikosteroid bisa juga disertai dengan obat-obatan antibiotik, antivirus, atau antijamur apabila peradangan yang terjadi dipicu oleh infeksi. Andaikan gejala uveitis dinilai cukip parah, atau bisa membahayakan penglihatan, mungkin dokter akan meresepken obat-obatan penekan sistem imun. Obat ini diberikan bila uveitis tak mempan terhadap kortikosteroid.

Cepat atau lamanya pemulihan eveitis ini bergantung pada berbagai hal. Misalnya, letak atau posisi radang pada uvea, atau tingkat keparahan gejalanya. Cotonhnya, bila uveitis terjadi di mata bagian depan, umumnya pemulihannya bisa lecih cepat ketimbang terjadi di belakang mata.

Pada kasus yang jarang terjadi, yang mana uveitis menunjukkan gejala yang sudah sangat parah, prosedur operasi mungkin bisa dilakukan. Misalnya, seperti operasi untuk memasang alat di dalam mata yang bisa melepaskan obat secara berkala. Ada pula operasi vitrektomi untuk menghilangkan caairan vitreous di dalam mata.

Baca juga: Ketahui 4 Jenis Radang yang Bisa Menyerang Mata

 

Pencegahan Uveitis

Untuk mencegah komplikasi yang serius seperti kebutaan permanen, kamu dianjurkan untuk segera memeriksakan mata ke dokter mata untuk mendeteksi penyakit uveitis.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Bila mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan dan saran medis yang tepat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Uveitis.
Healthline. Diakses pada 2019. Uveitis.

Diperbarui pada 26 November 2019