• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Vaginismus

Vaginismus

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Vaginismus - Pengertian, Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Diagnosis, Pengobatan dan Efek Samping, Pencegahan, Kapan Harus ke Dokter

Pengertian Vaginismus

Vaginismus adalah kondisi medis yang ditandai dengan pengencangan otot-otot di sekitar Miss V secara tidak sadar ketika ada upaya untuk mempenetrasikan atau memasukkan sesuatu ke dalam Miss V. Hal ini merupakan reaksi otomatis tubuh terhadap rasa takut dari beberapa atau semua jenis penetrasi pada vagina yang mungkin setiap kali terjadi. Gangguan ini dapat menyebabkan kejang otot, nyeri, hingga penghentian pernapasan sementara.

Kelompok otot yang paling rentan terkena gangguan ini adalah pubococcygeus muscle group. Otot-otot ini berguna untuk buang air kecil, senggama, orgasme, buang air besar, hingga melahirkan. Wanita yang mengidap vaginismus mungkin merasakan frustasi sehingga butuh penanganan medis segera agar teratasi. 

Gejala Vaginismus

Pengencangan otot pada vagina yang tidak disengaja merupakan gejala yang paling utama dari vaginismus. Meski begitu, gejala yang timbul tergantung pada tingkat keparahan yang cukup beragam, mulai dari rasa sakit saat penetrasi, rasa sakit saat memasang tampon hingga kesulitan bernapas, dan kejang otot saat penetrasi akibat ketakutan. Wanita yang mengidap vaginismus tidak dapat mengatur atau menghentikan kontraksi otot-otot pada vaginanya. 

Gejala lainnya yang dapat dirasakan adalah:

  • Mengalami hubungan seksual yang menyakitkan (dispareunia) yang disertai perasaan sesak dan nyeri serta perasaan terbakar atau menyengat.
  • Penetrasi menjadi sulit atau tidak mungkin dilakukan.
  • Merasakan nyeri seksual jangka panjang tanpa penyebab yang jelas.
  • Timbulnya rasa nyeri selama pemasangan tampon.
  • Kejang otot atau pernapasan yang terhenti selama memulai hubungan seksual.

Vaginismus tidak dapat mencegah seseorang untuk terangsang secara seksual, tetapi mungkin saja merasa cemas saat melakukannya. Maka dari itu, wanita yang mengalaminya kerap mencoba untuk menghindari seks atau penetrasi vagina.

Penyebab dan Faktor Risiko Vaginismus

Vaginismus adalah gangguan yang bersifat multifaktorial. Kondisi ini dapat disebabkan oleh pemicu stres fisik, stres emosional, atau bahkan keduanya. Masalah ini mungkin saja terjadi sebagai antisipasi dari tubuh, sehingga pengidapnya mengharapkan hal tersebut untuk terjadi. Beberapa pemicu vaginismus secara emosional, antara lain:

  • Perasaan takut, biasanya terjadi akibat rasa sakit.
  • Perasaan cemas yang dapat disebabkan oleh rasa bersalah dan biasanya karena masalah hubungan.
  • Mengalami peristiwa yang traumatis, termasuk pemerkosaan atau riwayat pelecehan.
  • Pengalaman buruk di masa kanak-kanak.

Lalu, pemicu yang disebabkan oleh faktor fisik adalah:

  • Adanya infeksi, seperti infeksi saluran kemih atau infeksi jamur.
  • Kondisi kesehatan, seperti kanker atau lichen sclerosus.
  • Persalinan.
  • Menopause.
  • Mengalami operasi panggul.
  • Kurangnya pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual.
  • Lubrikasi vagina yang tidak mencukupi.
  • Efek samping dari pengobatan.
  • Masalah fungsi seksual yang dapat memengaruhi pasangan pria atau wanita.

Diagnosis Vaginismus

Diagnosis yang dilakukan untuk mendeteksi vaginismus umumnya dimulai dengan mendeskripsikan gejala. Awalnya, dokter mungkin bertanya tentang:

  • Pertama kali merasakan masalah tersebut.
  • Seberapa sering gangguan ini terjadi.
  • Pemicu terjadinya masalah ini.

Biasanya, dokter akan bertanya tentang riwayat kegiatan seksual dengan pasangan, yang mungkin termasuk pengalaman buruk yang berhubungan dengan trauma atau pelecehan seksual. Setelah itu, mungkin dokter akan melakukan diagnosis dan pengobatan vaginismus dengan pemeriksaan panggul sebelumnya. Seseorang dengan masalah ini kerap merasa gugup atau takut saat pemeriksaan panggul.

Jika benar dicurigai mengalami vaginismus, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan selembut mungkin. Dokter juga meminta kamu untuk memandu tangan atau peralatan medis agar penetrasi lebih mudah dilakukan. Selama pemeriksaan, dokter mungkin akan mencari tanda-tanda infeksi atau jaringan parut. 

Pengobatan Vaginismus

Setelah hasil diagnosis dipastikan, perawatan dari gangguan pada otot vagina ini mungkin melibatkan spesialis yang berbeda, tergantung dari penyebabnya. Segala kemungkinan penyebab yang mendasarinya, seperti infeksi, yang mungkin perlu disingkirkan atau diobati terlebih dahulu sebelum berfokus pada vaginismus.

Tujuan utama dari pengobatan ini adalah untuk mengurangi pengetatan pada otot dan rasa takut dari rasa nyeri, serta untuk mengatasi jenis ketakutan lain yang mungkin berhubungan dengan gangguan ini. Beberapa perawatan yang umum dilakukan, antara lain:

  • Latihan kontrol dasar panggul, termasuk aktivitas kontraksi dan relaksasi otot atau latihan Kegel untuk meningkatkan kontrol otot dasar panggul.
  • Pendidikan dan konseling: Dokter akan memberikan informasi tentang anatomi seksual dan siklus respons seksual yang dapat membantu pengidapnya, agar paham tentang rasa sakit dan proses yang dialami tubuh.
  • Latihan emosional: Masalah ini dapat membantu pengidap vaginismus untuk mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengatasi faktor emosional apa pun yang mungkin berkontribusi pada masalah otot di vagina ini.
  • Mengurangi sensitifitas terhadap penetrasi: Wanita yang mengalami masalah ini akan didorong untuk menyentuh area di sekitar vagina setiap hari. Saat rasa sakit tidak timbul, cobalah untuk sentuh lebih dalam. Saat sudah menyentuh area intim, wanita disarankan untuk menyentuh dan membuka bibir vagina hingga memasukkan jari.
  • Latihan penetrasi: Setelah wanita dapat melakukan sentuhan pada vagina tanpa rasa sakit, dokter akan menyarankan untuk belajar menggunakan dilator plastik. Jika benda ini dapat dimasukkan tanpa rasa sakit, cobalah diamkan selama 10 hingga 15 menit agar otot terbiasa dengan tekanan.

Saat telah terbiasa dengan hal ini, berhubungan intim tentu menjadi lebih nyaman tanpa masalah pengencangan otot. Tentu saja hubungan bersama pasangan menjadi lebih harmonis dengan melakukan semua penanganan ini. Maka dari itu, apabila kamu mengalami gejala dari vaginismus, ada baiknya langsung segera mendapatkan pemeriksaan.

 

Pencegahan Vaginismus

Untuk pencegahan khusus belum ditemukan, tetapi dianjurkan untuk sebaiknya dilakukan konseling pra-nikah.  

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami beberapa gejala yang berhubungan dengan vaginismus atau kerap merasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual, ada baiknya segera memeriksakan diri. Dengan begitu, diharapkan segala masalah yang ada dapat segera teratasi. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What Is Vaginismus?
Medical News Today. Diakses pada 2021. What you need to know about vaginismus.