• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Wasir

Wasir

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Wasir

Pengertian Wasir

Wasir atau disebut juga hemoroid merupakan pembesaran atau pembengkakan yang terjadi pada dubur atau usus besar bagian akhir (rektum). Wasir menjadi masalah kesehatan yang bisa menyerang siapa saja, tetapi lebih banyak terjadi pada orang berusia 50 tahun ke atas.

Wasir terbagi menjadi dua jenis, yaitu internal dan eksternal. Pembengkakan pada pembuluh darah yang terjadi di dalam dubur dan tidak bisa dilihat dari luar disebut hemoroid internal. Sementara pembengkakan yang terjadi di dekat dubur, terlihat dari luar dan terasa nyeri disebut dengan hemoroid eksternal. 


Gejala Wasir

Benjolan yang muncul di luar anus menjadi gejala khas dari wasir. Gejala lain yang sering terjadi berupa:

  • Mengalami iritasi atau gatal, rasa nyeri, pembengkakan berwarna kemerahan pada sekitar dubur.
  • Muncul benjolan yang letaknya seperti menggantung pada luar anus dan terasa sensitif serta nyeri jika disentuh. Biasanya, benjolan akan masuk kembali dalam dubur setelah buang air besar.
  • Terjadi perdarahan setelah BAB tanpa diikuti rasa nyeri.
  • Keluar lendir setelah BAB.

Baca juga: Hemoroidektomi, Operasi untuk Mengobati Ambeien


Penyebab dan Faktor Risiko Wasir

Sayangnya, apa yang menjadi penyebab wasir masih belum diketahui. Meski begitu, peningkatan tekanan pada aliran darah di bagian dubur atau area sekitarnya disinyalir berkaitan dengan terjadinya ambeien. Pasalnya, tekanan yang terjadi akan mengakibatkan pembengkakan pada pembuluh darah sehingga muncul peradangan.

Sementara itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya wasir antara lain:

  • Sembelit atau konstipasi yang terus-menerus karena asupan serat tubuh yang tidak terpenuhi.
  • Diare berkepanjangan.
  • Obesitas.
  • Adanya riwayat wasir.
  • Terlalu sering duduk dalam waktu lama.
  • Batuk dan muntah berkepanjangan.
  • Terlalu sering mengangkat beban berat.
  • Hamil. Wasir yang terjadi karena kehamilan biasanya akan membaik setelah melahirkan.
  • Usia. Semakin bertambah usia, jaringan penopang tubuh akan semakin lemah.


Diagnosis Wasir

Diagnosis wasir didapat setelah dokter melakukan pemeriksaan gejala dan riwayat medis pengidap. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan colok dubur atau digital rectal examination (DRE) guna mengetahui kondisi rektum apakah ada benjolan atau kelainan lainnya.

Selain itu, dokter juga mungkin melakukan endoskopi guna mengamati rektum dan saluran anus dengan menggunakan alat khusus seperti selang yang dilengkapi dengan kamera. Prosedur ini bisa berupa proktoskopi, sigmoidoskopi, atau anoskopi, bergantung dari seberapa jauh alat tersebut masuk. Melalui pemeriksaan ini, dokter bisa melihat kondisi saluran anus dan cincin otot yang mengalami kontraksi maupun relaksasi dengan lebih jelas. Selain itu, prosedur ini juga dilakukan untuk mengambil sampel jaringan atau biopsi.

Baca juga: Wasir Cuma Bisa Sembuh dengan Operasi, Benarkah?


Pengobatan Wasir

Wasir biasanya akan menghilang tanpa memerlukan penanganan dalam beberapa hari. Meski begitu, tetap diperlukan penanganan guna membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan mencegah wasir kambuh kembali. Beberapa metode pengobatan wasir, yaitu:

  • Mengubah pola makan dan kebiasaan buang air besar.
  • Wasir yang terjadi karena sembelit ditangani dengan cara membuat feses menjadi lebih lunak dan membiasakan BAB secara teratur. Salah satu caranya yaitu memenuhi asupan serat harian. Makanan sumber serat yang baik seperti biji-bijian utuh, buah, sereal, dan sayuran. Selain itu, bisa juga dengan memperbanyak asupan cairan dan membatasi asupan kafein serta berolahraga teratur.

Setelah kebutuhan serat dan cairan tubuh terpenuhi, selanjutnya penanganan dilakukan dengan menghindari pantangan dan menerapkan kebiasaan buang air besar yang benar, seperti:

  • Jangan menunda atau menahan buang air besar karena bisa membuat feses menjadi keras dan kering sehingga menjadi sulit dikeluarkan.
  • Hindari mengejan berlebihan ketika buang air besar karena dapat membuat wasir memburuk.

Pengobatan wasir juga bisa dilakukan dengan menggunakan krim, salep, atau obat suppositoria, jenis obat yang langsung dimasukkan ke anus. Obat jenis ini bisa membantu mengurangi bengkak dan rasa tidak nyaman karena wasir.

Apabila terjadi peradangan di dalam atau area sekitar anus, dokter mungkin akan menyarankan penggunaan krim kortikosteroid. Meski begitu, pemakaian krim tidak dianjurkan lebih dari tujuh hari karena bisa mengakibatkan penipisan kulit di sekitar anus dan membuat iritasi menjadi lebih parah. Sementara itu, guna mengatasi sembelit, dokter bisa meresepkan obat pencahar yang bisa membantu melancarkan buang air besar.  

Baca juga: Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Wasir


Pencegahan Wasir

Pencegahan penyakit wasir bisa dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup agar dapat mengurangi nyeri pada pembuluh darah anus dan sekitarnya, yaitu:

  • Perbanyak asupan air putih dan mengurangi konsumsi kafein dan minuman beralkohol.
  • Menambah asupan serat di dalam makanan.
  • Tidak menunda buang air besar.
  • Berolahraga secara teratur. 


Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami sembelit yang berujung pada wasir dengan gejala seperti yang dipaparkan sebelumnya, segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Download aplikasi Halodoc untuk memudahkan proses penanganan dengan membuat janji terlebih dahulu. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hemorrhoids. 
Healthline. Diakses pada 2021. Hemorrhoids. 
WebMD. Diakses pada 2021. What are Hemorrhoids?