Kesulitan menggerakkan lengan dan bahu? Waspada Gejala Patah Tulang Selangka

Kesulitan menggerakkan lengan dan bahu? Waspada Gejala Patah Tulang Selangka

Halodoc, Jakarta - Tulang selangka yang patah adalah cedera umum yang dapat terjadi, terutama pada anak-anak dan dewasa muda. Tulang selangka seseorang berfungsi menghubungkan bagian atas tulang dada dengan tulang belikat kamu. Penyebab umum patah tulang selangka termasuk jatuh, cedera olahraga, dan trauma akibat kecelakaan lalu lintas. Bayi kadang-kadang juga dapat mematahkan tulang selangkanya ketika proses kelahiran.

Apabila seseorang mengalami patah pada tulang selangka, maka harus mendapat pengobatan medis segera. Walau begitu, gangguan ini dapat terasa lebih baik jika menggunakan kompres es, mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, dan terapi fisik. Selain itu, patah tulang yang terjadi mungkin memerlukan pembedahan untuk menyembuhkan tulang tersebut. Caranya yaitu dengan menanamkan pelat pada tulang tersebut selama dilakukan penyembuhan.

Seseorang yang mengalami patah tulang selangka dapat sembuh dalam waktu sekitar 6 hingga 8 minggu pada orang dewasa, serta 3 hingga 6 minggu pada anak-anak. Selain itu, patah tulang di antara tulang dada dengan tulang belikat tersebut mempunyai kemungkinan 2-5 persen dari semua patah tulang yang terjadi.

Baca Juga: Proses Penyembuhan Patah Tulang Selangka

Gejala Patah Tulang Selangka

Tulang leher yang retak atau patah akan terasa sangat menyakitkan bagi seseorang yang mengalaminya. Selain itu, gejala patah tulang selangka lainnya yang dapat terjadi adalah:

  • Pembengkakan di sekitar area yang terluka.
  • Memar pada kulit.
  • berdarah jika tulang telah merusak jaringan dan kulit yang terbilang jarang terjadi.
  • Mati rasa atau pin dan jarum jika saraf di lengan terluka.

Selain itu, bahu kamu mungkin merosot ke bawah dan ke depan, sehingga berada di bawah lengan, karena tulang selangka yang patah tidak lagi memberikan dukungan. Mungkin ada suara gertakan atau gerinda ketika tulang selangka kamu mengalami patah. Dalam kasus yang parah, salah satu ujung tulang bisa menembus kulit.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Pengobatan Patah Tulang Selangka

Komplikasi Patah Tulang Selangka

Kebanyakan tulang selangka yang patah dapat sembuh tanpa kesulitan. Lalu, komplikasi dari patah tulang selangka yang dapat terjadi, mungkin termasuk:

  • Saraf atau cedera pembuluh darah: Ujung tulang selangka yang patah bergerigi dapat melukai saraf dan pembuluh darah terdekat. Cari bantuan medis dengan segera jika kamu merasakan mati rasa atau kedinginan di lengan atau tangan yang mengalami patah tersebut.
  • Penyembuhan yang buruk atau tertunda: Tulang selangka yang rusak parah bisa sembuh dengan lambat atau tidak sempurna. Penyatuan tulang yang buruk selama penyembuhan dapat memperpendek tulang, sehingga berbeda di tiap sisi.
  • Benjolan di tulang: Sebagai bagian dari proses penyembuhan, tempat tulang bersatu dapat membentuk benjolan tulang. Benjolan ini mudah dilihat karena dekat dengan kulit. Sebagian besar benjolan hilang seiring waktu, tetapi beberapa dapat bersifat permanen.
  • Osteoartritis: Fraktur yang melibatkan persendian yang menghubungkan tulang selangka kamu dengan tulang belikat atau tulang dada, yang dapat meningkatkan risiko akhirnya terkena radang sendi pada persendian itu.

Baca Juga: Masa Penyembuhan Patah Tulang Selangka Pada Anak

Mengobati Patah Tulang Selangka

Kebanyakan tulang selangka yang patah dibiarkan sembuh secara alami menggunakan selempang segitiga sederhana untuk menopang lengan dan menyatukan tulang-tulang dalam posisi normal. Gendongan biasanya digunakan di rumah sakit setelah sinar-X memastikan tulang selangka patah.

Kamu akan diberikan obat penghilang rasa sakit untuk menghilangkan rasa sakit. Selain itu, pembedahan dengan anestesi umum hanya diperlukan jika cedera parah. Misalnya ketika tulang telah menembus kulit atau jika tulang telah gagal untuk berbaris dan tumpang tindih secara signifikan.

Itulah gejala patah tulang selangka yang harus kamu ketahui. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!