• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 9 Tanda Usus Kotor yang Kerap Disepelekan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 9 Tanda Usus Kotor yang Kerap Disepelekan

Ketahui 9 Tanda Usus Kotor yang Kerap Disepelekan

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 September 2022

“Usus adalah otak kedua tubuh, artinya usus yang tidak sehat bisa berdampak negatif pada seluruh tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya kenali apa saja tanda usus kotor yang bisa memicu berbagai masalah kesehatan tubuh.”

Ketahui 9 Tanda Usus Kotor yang Kerap DisepelekanKetahui 9 Tanda Usus Kotor yang Kerap Disepelekan

Halodoc, Jakarta – Saluran pencernaan dimulai dari dan berakhir pada anus. Bagian ini memiliki peran penting dalam mengambil makanan, mencerna, menyerap nutrisi, dan mengeluarkan limbah dari makanan yang tidak lagi digunakan.

Tanda usus yang sehat terlihat dari frekuensi buang air besar, setidaknya satu hingga dua kali sehari dengan konsistensi yang tidak terlalu keras atau encer. Tanda-tanda lain dari usus yang sehat termasuk bebas dari berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan pencernaan. Contohnya seperti wasir, perut kembung, dan sakit perut.

Tanda Usus Kotor yang Kerap Disepelekan

Banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan usus, seperti genetik dan bagaimana kondisi fisik secara keseluruhan, stres, dan diet yang sedang kamu jalani. Saat usus tidak dapat bekerja dengan baik, bisa jadi ini karena muncul gangguan pada organ pencernaan tersebut. Adapun tanda usus kotor atau tidak sehat dapat dikaitkan dengan berbagai gejala di seluruh tubuh, termasuk:

1. Rasa Tidak Nyaman pada Perut

Jika perut sering mengalami begah, kembung, diare, sembelit, dan sakit, ini bisa menjadi tanda sindrom iritasi usus besar. Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada jurnal F1000 Research menyatakan bahwa ketidakseimbangan dalam bakteri usus yang disebut dysbiosis, dapat berperan dalam pengembangan sindrom tersebut bagi sebagian orang.

2. Tubuh Kelelahan

Studi yang diterbitkan pada jurnal Microbiome menemukan bahwa orang dengan sindrom kelelahan kronis mungkin memiliki ketidakseimbangan dalam mikrobioma usus, yang terdiri dari bakteri, mikroorganisme, jamur, dan virus yang ada di saluran pencernaan. 

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa hampir setengah dari orang-orang dengan kondisi tubuh yang kelelahan, juga mengalami sindrom iritasi usus besar.

3. Peningkatan Nafsu Makan

Mengonsumsi terlalu banyak makanan dengan kandungan gula tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri “jahat” di usus dan dysbiosis. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Bioessays menyebutkan, bahwa salah satu cara untuk mengubah kebiasaan makan adalah mengubah mikrobioma pada usus.

4. Perubahan Berat Badan

Tanda usus kotor lainnya adalah perubahan berat badan. Terdapat perbedaan dalam mikrobioma usus pada orang yang terlalu kurus atau gemuk. Selain itu, melakukan diet dengan gaya Barat yang tinggi lemak dan karbohidrat olahan dapat meningkatkan bakteri usus yang terkait dengan obesitas.

5. Iritasi Kulit

Selain itu, penelitian pada jurnal Frontiers in Microbiology juga menunjukkan hubungan antara usus yang tidak sehat dan masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, dan eksim. Ini disebabkan karena mikrobioma usus memengaruhi kulit melalui mekanisme kekebalan yang kompleks.

Selain itu, studi tersebut turut menyebutkan bahwa probiotik dan prebiotik dapat membantu menyeimbangkan usus, sekaligus mengobati dan mencegah masalah kulit ini.

6. Alergi 

Studi lain yang diterbitkan pada Frontiers in Microbiology juga menemukan bahwa usus yang tidak sehat dapat memainkan peran dalam kondisi alergi. Ini termasuk alergi pernapasan, alergi makanan, dan alergi kulit. Dengan demikian, mikrobioma usus dapat berpengaruh terhadap nutrisi, kulit, dan bahkan paru-paru.

7. Kondisi Autoimun

Tanda usus kotor juga berkaitan dengan masalah autoimun pada tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Clinical & Experimental Immunology menyatakan bahwa bakteri usus tertentu yang disebut Bacteroides fragilis, menghasilkan protein yang dapat memicu timbulnya kondisi autoimun. Misalnya rheumatoid arthritis, kolitis ulserativa, dan multiple sclerosis.

8. Masalah Suasana Hati

Ternyata, pengaruh usus juga dapat meluas ke suasana hati. Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada jurnal Clinics and Practice menemukan, bahwa gangguan usus dan peradangan pada sistem saraf pusat mungkin menjadi penyebab potensial kecemasan dan depresi. Selain itu, ditemukan pula bahwa probiotik dapat membantu mengobati kondisi ini.

9. Migrain

Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada The Journal of Headache and Pain menemukan, bahwa meski hubungannya tidak sepenuhnya jelas, kaitan antara usus dan otak juga dapat berdampak pada migrain atau sakit kepala sebelah. Tinjauan ini menemukan bahwa terdapat pula hubungan antara migrain dan kondisi lain yang terkait dengan kesehatan usus, termasuk sindrom iritasi usus besar.

Itulah beberapa tanda usus kotor yang kerap disepelekan. Jika kamu mengalami salah satunya, bahkan termasuk perubahan suasana hati yang signifikan, kamu bisa langsung melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apa yang menjadi penyebabnya. 

Periksa kesehatan dan cek kebutuhan medis lebih mudah melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa download aplikasi Halodoc di Play Store dan App Store. 

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2022. 9 Signs of an Unhealthy Gut — and What You Can Do About It.
F1000 Research. Diakses pada 2022. The gut microbiome and irritable bowel syndrome [version 1; peer review: 3 approved].
Microbiome. Diakses pada 2022. Fecal metagenomic profiles in subgroups of patients with myalgic encephalomyelitis/chronic fatigue syndrome.
BioEssays. Diakses pada 2022. Is eating behavior manipulated by the gastrointestinal microbiota? Evolutionary pressures and potential mechanisms.
Frontiers in Microbiology. Diakses pada 2022. The Gut Microbiome as a Major Regulator of the Gut-Skin Axis.
Frontiers in Microbiology. Diakses pada 2022. Microbiome and Allergic Diseases.
Healthline. Diakses pada 2022. Understanding Gut Health: Signs of an Unhealthy Gut and What to Do About It.