Gangguan Pencernaan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Gangguan Pencernaan

Gangguan pencernaan adalah berbagai jenis masalah yang terjadi pada sistem pencernaan tubuh, mulai dari mulut hingga anus. Umumnya, masalah pencernaan meliputi refluks asam lambung (GERD), irritable bowel syndrome (IBS), dan inflammatory bowel disease (IBD).

Baca juga: Begini 4 Cara Cegah Gangguan Pencernaan

 

Faktor Risiko Gangguan Pencernaan

Berbagai faktor risiko GERD, antara lain:

  • Pengidap hiatus hernia.

  • Pengidap obesitas atau kelebihan berat badan.

  • Ibu hamil.

  • Konsumsi makanan tinggi lemak.

  • Kebiasaan merokok, minum alkohol, dan minuman yang mengandung kafein.

  • Kondisi psikologis, seperti stres atau memendam kemarahan.

  • Konsumsi obat-obatan tertentu yang dapat memicu GERD.

Berbagai faktor risiko IBS, antara lain:

  • Infeksi di saluran pencernaan.

  • Perubahan kondisi bakteri normal di dalam usus kecil.

  • Gangguan pada fungsi otak saat mengirim sinyal ke usus.

  • Makanan yang terlalu cepat atau terlalu lambat dicerna di saluran pencernaan.

  • Makanan atau minuman tertentu yang sulit untuk dicerna, seperti makanan dengan kadar asam, lemak, gula, atau karbohidrat yang tinggi.

  • Perubahan kadar hormon atau neurotransmitter dalam tubuh.

  • Gangguan kesehatan mental, seperti gangguan panik, cemas, depresi, dan stres.

Berbagai faktor risiko IBD, antara lain:

  • Lingkungan.

  • Pola makan.

  • Genetik.

  • Kebiasaan merokok.

 

Penyebab Gangguan Pencernaan

GERD atau refluks asam lambung disebabkan oleh asam lambung yang naik dari lambung kembali ke kerongkongan atau esofagus, akibat melemahnya katup pada bagian bawah esofagus (sphincter). Sedangkan penyebab dari IBS dan IBD, belum diketahui secara pasti hingga saat ini.

 

Gejala Gangguan Pencernaan

Gejala dari refluks asam lambung (GERD), antara lain:

  • Rasa tidak nyaman di dada.

  • Batuk kering.

  • Rasa asam di mulut.

  • Radang tenggorokan.

  • Kesulitan menelan.

Gejala dari irritable bowel syndrome (IBS), antara lain:

  • Nyeri atau tidak nyaman pada perut.

  • Perubahan frekuensi buang air besar.

  • Perubahan bentuk kotoran.

Gejala dari inflammatory bowel disease (IBD), antara lain:

  • Nyeri pada perut.

  • Diare.

  • Kelelahan.

  • Buang air besar tidak tuntas.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Penurunan berat badan.

  • Berkeringat pada malam hari.

  • Perdarahan pada rektum.

Baca juga: Perlu Tahu 7 Gangguan Pencernaan dari yang Ringan Sampai Berat

 

Diagnosis Gangguan Pencernaan

Dokter akan mendiagnosis jenis gangguan pencernaan pada seseorang dengan melakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang yang sesuai. Pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan pada GERD adalah endoskopi dan x-ray. Pada IBS, umumnya dilakukan pemeriksaan intoleransi laktosa, pernapasan, darah, feses, sigmoidoskopi fleksibel, kolonoskopi, x-ray, serta CT scan. Sedangkan pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan pada IBD, antara lain pemeriksaan darah, endoskopi, kolonoskopi, sigmoidoskopi fleksibel, x-ray, CT scan, dan MRI.

 

Pengobatan Gangguan Pencernaan

Pengobatan untuk GERD, antara lain:

  • H2 blockers.

  • Proton pump inhibitors (PPIs).

  • Prokinetic.

  • Antibiotik.

  • Tindakan operasi.

Pengobatan untuk IBS, antara lain:

  • Menghindari kafein.

  • Meminimalisir stres.

  • Menggunakan obat sesuai dengan anjuran dokter.

Pengobatan untuk IBD, antara lain:

  • Obat-obatan anti radang.

  • Supresor sistem imun.

  • Antibiotik.

  • Tindakan operasi.

 

Pencegahan Gangguan Pencernaan

Upaya pencegahan untuk GERD, antara lain:

  • Menjaga berat badan tetap ideal.

  • Menghindari pakaian sempit.

  • Menghindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung.

  • Menghindari berbaring setelah makan.

  • Menghindari merokok.

Upaya pencegahan untuk IBS, antara lain:

  • Mengonsumsi cukup serat.

  • Menghindari makanan pemicu masalah, seperti makanan berlemak dan bergas.

  • Makan dengan waktu rutin dan teratur.

  • Membatasi produk-produk susu.

  • Minum banyak cairan.

  • Melakukan olahraga rutin.

  • Menggunakan obat-obatan anti diare dan laksatif dengan hati-hati.

Upaya pencegahan untuk IBD, antara lain:

  • Makan dengan porsi kecil.

  • Minum banyak cairan.

  • Mengonsumsi multivitamin sesuai anjuran dokter.

  • Menghindari stres dengan olahraga, relaksasi, dan latihan pernapasan.

Baca juga: Hati-Hati, Gangguan Pencernaan Jadi Gejala Quadriplegia

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat. Pengobatan yang tepat nyatanya dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan dari kondisi ini.

Referensi:

Cleveland Clinic Diakses pada 2019. Digestive Disorders & Gastrointestinal Diseases.
WebMD. Diakses pada 2019. Digestive Disorders and Digestive Health Center.

Diperbarui pada 30 Agustus 2019