Ketahui Bedanya Hemiplegia dan Stroke

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
stroke, hemiplegia. bedanya stroke dengan hemiplegia

Halodoc, Jakarta - Hemiplegia dan stroke memang sekilas terlihat mirip. Namun, kedua kondisi tersebut merupakan masalah kesehatan yang berbeda. Apa yang membedakan keduanya?

Apa Itu Hemiplegia?

Hemiplegia merupakan kondisi saat satu sisi tubuh mengalami kelemahan otot, sehingga sulit sekali digerakkan. Kondisi ini umum dialami oleh pengidap stroke. Biasanya, anggota tubuh yang mengalami kelemahan otot adalah tangan, dada, tingkat, serta otot-otot wajah. Hemiplegia umumnya terjadi pada sebelah anggota tubuh saja.

Apa Itu Stroke?

Stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika terganggunya pasokan darah menuju otak. Hal ini terjadi karena adanya penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Ketika otak tidak mendapatkan pasokan darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi, sel-sel pada sebagian otak akan mati, sehingga memicu terjadinya penyakit stroke.

Stroke akan membuat sebagian otak kehilangan fungsinya. Akibatnya, tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang kehilangan fungsi tidak dapat menjalankan tugasnya. Kondisi ini merupakan kondisi darurat medis, karena jika gejala yang muncul dibiarkan begitu saja, kerusakan otak serta komplikasi berbahaya bisa saja terjadi. Untuk itu, dibutuhkan penanganan yang tepat untuk meminimalisir terjadinya komplikasi.

Baca juga: Ketindihan saat Tidur Bisa Jadi Gejala Hemiplegia?

Apa Gejala Umum yang Dialami Oleh Pengidap Hemiplegia dan Stroke?

Pada pengidap hemiplegia, gejala dapat ditunjukkan dengan kelemahan pada otot, kesulitan berjalan, sakit kepala, mengalami gangguan koordinasi gerak, serta kesulitan ketika memegang benda. Kelemahan otot pada satu sisi akan membuat pengidapnya kesulitan dalam beraktivitas. Gejala bahkan dapat muncul disertai dengan kesemutan dan mati rasa di salah satu sisi tubuh.

Sedangkan pada pengidap stroke, gejala dapat ditunjukkan dengan mati rasa pada tungkai, mengalami gangguan bicara, serta wajah yang terlihat melorot pada sisi yang terkena. Segera temui dokter dengan membuat janji di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc jika menemukan sejumlah gejalanya. Penanganan yang tepat akan menghindarimu dari komplikasi yang dapat membahayakan nyawa.

Baca juga: 5 Fakta Tentang Stroke yang Harus Diketahui

Ketahui Penyebab Hemiplegia dan Stroke

Hemiplegia dapat terjadi karena adanya kerusakan pada salah satu sisi otak. Kerusakan ini biasanya terjadi akibat adanya penyakit stroke, cedera pada otak, cedera pada sistem saraf, atau tumor otak. Sisi otak yang mengalami kerusakan akan memengaruhi sisi tubuh yang mengalami kelemahan. Kerusakan pada otak akan berlawanan pada sisi tubuh yang mengalami kelemahan.

Sedangkan penyebab penyakit stroke akan bervariasi, seperti adanya gumpalan darah pada pembuluh darah dalam otak, tekanan darah tinggi, atau mengonsumsi obat-obatan pengencer darah. Selain itu, pengidap tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, dan diabetes akan berisiko tinggi mengidap stroke. 

Baca juga: Ternyata, Ini Penyebab Utama Terjadinya Hemiplegia

Adakah Langkah Pencegahan Kedua Penyakit Tersebut?

Menerapkan gaya hidup sehat merupakan langkah tepat dalam mencegah hemiplegia dan stroke. Selain itu, hindari faktor risiko yang yang dapat memicu terjadinya kedua kondisi tersebut. Berikut beberapa langkah guna mencegah hemiplegia dan stroke:

  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, yaitu makanan yang mengandung rendah lemak dan serat tinggi.

  • Lakukan olahraga secara teratur, minimal tiga kali seminggu guna menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat badan agar tetap ideal.

  • Berhenti merokok, karena merokok dapat mempersempit pembuluh darah dan membuat darah mudah menggumpal.

  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol, sebab minuman yang satu ini mengandung kalori tinggi.

Dengan memperhatikan faktor pemicu dan melakukan serangkaian pencegahan, kamu dapat terhindar dari kedua penyakit berbahaya tersebut. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin, apalagi jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, atau berat badan berlebih.

Referensi:
Contact.org. Diakses pada 2019. What Is Hemiplegia?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Stroke.