• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Berbagai Jenis Vaksin yang Digunakan di Indonesia

Ketahui Berbagai Jenis Vaksin yang Digunakan di Indonesia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Berbagai Jenis Vaksin yang Digunakan di Indonesia

Halodoc, Jakarta - Berbagai studi menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang sudah dikembangkan banyak negara efektif mencegah seseorang tertular COVID-19. Para ahli juga berpikir bahwa mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 dapat membantu mencegah seseorang mengalami sakit parah, bahkan jika ia masih tertular COVID-19.

Vaksin COVID-19 akan bekerja dengan mengajarkan sistem kekebalan untuk mengenali dan melawan virus yang menyebabkan COVID-19. Biasanya, dibutuhkan waktu hingga satu bulan setelah dosis vaksin kedua bagi tubuh untuk membangun perlindungan (kekebalan) terhadap virus penyebab COVID-19. Artinya, ada kemungkinan seseorang masih bisa tertular COVID-19 setelah vaksinasi. Ini karena vaksin belum punya cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Baca juga: Wajib Tetap Gunakan Masker Meski Sudah Vaksin Corona, Mengapa?

Jenis Vaksin yang Akan Digunakan di Indonesia

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, telah menetapkan ada tujuh jenis vaksin corona yang akan digunakan untuk vaksinasi di Indonesia. Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020 yang diteken 28 Desember 2020. Tujuh jenis vaksin tersebut adalah Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax, Pfizer, dan vaksin buatan dalam negeri yang diberi nama Vaksin Merah Putih.

Baca juga: Inilah Kelompok yang Tidak Boleh Dapat Vaksin Corona

Namun, di antara berbagai vaksin yang sudah ada, vaksin Sinovac atau CoronaVac yang kini sudah dilakukan. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan alasan pemerintah memilih Sinovac sebagai vaksin perdana yang digunakan karena vaksin ini sudah lulus WHO dan disetujui oleh BPOM, dan terjamin kehalalannya oleh MUI. Selain itu perusahaan farmasi asal China ini yang satu-satunya mau bekerja sama dengan Bio Farma untuk bisa membuat produk final Indonesia. 

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), Honesti Basyir, juga menyebutkan alasan mengapa bekerja sama dengan Sinovac. Salah satunya adalah karena perusahaan asal China ini menjadi salah satu yang cepat merespons. Pada kondisi darurat ini kebutuhan akan jauh lebih banyak dibandingkan suplai, untuk itu dibutuhkan kepastian untuk mengamankan pasokan vaksin.

Apalagi jika melihat cara penyimpanannya yang tidak serumit vaksin Pfizer BioNTech, vaksin Sinovac ini yang paling mudah untuk didistribusikan di Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Jika kamu masih membutuhkan informasi lebih jauh mengenai efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin dan persiapan apa saja yang perlu dilakukan, segera tanyakan hal ini pada dokter di Halodoc. Dokter akan selalu siaga menjawab semua pertanyaan kamu mengenai vaksin COVID-19 langsung di smartphone-mu.

Baca Juga: Vaksin Corona Tetap Dibutuhkan Meski Sudah Pernah Terinfeksi

Bagaimana Skema Pemberian Vaksin untuk Masyarakat Indonesia

Mengutip Keputusan Menkes Nomor HK.02.02/4/1/2021, vaksinasi COVID-19 akan dilaksanakan dalam 4 tahapan mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan dan profil keamanan vaksin. Kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia ≥ 18 tahun. 

Kelompok penduduk berusia di bawah 18 tahun dapat diberikan vaksinasi apabila telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Tahapan pelaksanaan vaksinasi COVID 19 dilaksanakan sebagai berikut:

Tahap 1 (Januari-April 2021)

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Tahap 2 (Januari-April 2021)

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 2 adalah:

  • Petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • Kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun).

Tahap 3 (April 2021-Maret 2022)

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.

Tahap 4 (April 2021-Maret 2022)

Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Referensi:
BBC Indonesia. Diakses pada 2021. Vaksin Covid-19 Sinovac: Mengapa Indonesia Memilihnya dan Sejauh Mana Kesiapan Menggelar Vaksinasi.
BBC News. Diakses pada 2021. Sinovac: Brazil Results Show Chinese Vaccine 50.4% Effective.
British Society for Immunology. Diakses pada 2021. Types of Vaccines for COVID-19.
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Different COVID-19 Vaccines. 
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Information about the Moderna COVID-19 Vaccine.
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Information about the Pfizer-BioNTech COVID-19 Vaccine.
Covid19.go.id. Diakses pada 2021. Pelaksanaan Vaksinasi: Final SK Dirjen Juknis Vaksinasi COVID-19.
Detik News. Diakses pada 2021. Apa Kabar Vaksin Merah Putih. 
GAVI - The Vaccines Alliance. Diakses pada 2021. There Are Four Types of Covid-19 Vaccines: Here’s How They Work.
Gov.uk. Diakses pada 2021. Information for UK recipients on COVID 19 Vaccine AstraZeneca.
Kumparan. Diakses pada 2021. 7 Jenis Vaksin Corona Akan Dipakai di Indonesia, Masyarakat Boleh Pilih?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Different Types of COVID-19 Vaccines: How They Work.
Novavax. Diakses pada 2021. Novavax COVID-19 Vaccine Demonstrates 89.3% Efficacy in UK Phase 3 Trial.