Ketahui Cara Tepat Diagnosis Acquired Polyneuropathy

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ketahui Cara Tepat Diagnosis Acquired Polyneuropathy

Halodoc, Jakarta - Kondisi saat saraf mengalami kerusakan secara bersamaan disebut sebagai acquired polineuropati. Kondisi ini disebabkan oleh penyakit lain dan bukan kondisi yang diturunkan. Jadi acquired polineuropati bisa didiagnosis langsung.

Beberapa tipe polineuropati adalah sindrom Guillain-Barré, pathological plexus, arthritis chronic nerve demyelination, dan penyakit saraf sensoris  yang disebabkan oleh kanker sel kecil karsinoma.

Gejala Acquired Polyneuropathy

Gejala yang muncul tergantung dari penyebabnya, namun gejala umum yang mungkin terjadi antara lain:

  • Gangguan gerakan (saraf motorik) dan indera (saraf sensorik) terjadi pada kedua sisi tubuh.

  • Munculnya rasa sakit (sensasi terbakar, dingin, tersengat) atau sensasi lainnya (gatal, pembengkakan)

  • Merasa kebas atau sakit pada telapak kaki, betis dan paha, jari-jari, tangan, dan lengan.

  • Kaki melemah.

  • Kemampuan pergerakan mata terganggu.

Gejala-gejala tersebut dapat diperparah saat terekspos panas, aktivitas fisik, atau kelelahan.

Diagnosis Acquired Polyneuropathy

Untuk mengetahui apakah seseorang benar mengidap penyakit ini atau tidak, maka ia harus menjalani diagnosis dengan pemeriksaan umum yang lengkap. Kemungkinan, ia membutuhkan pemeriksaan penunjang yang sesuai dengan gejala yang dialami untuk dapat menentukan penyebabnya.

Pemeriksaan tersebut antara lain, pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti elektromiografi (EMG), pemeriksaan cairan serebrospinal, atau biopsi kulit. EMG adalah metode pemeriksaan untuk menilai fungsi syaraf dan otot dengan cara merekam aktivitas listrik.

Baca Juga: Kenali 4 Penyakit yang Bisa Serang Saraf

Penyebab Acquired Polyneuropathy

Ada banyak bahkan lebih dari 100 penyebab penyakit saraf ini. Namun, hal utama yang menjadi penyebab dari acquired polineuropati antara lain:

  • Diabetes (diabetes mellitus).

  • Hipotiroidisme.

  • Gagal ginjal azotemia.

  • Kekurangan nutrisi (vitamin B12).

  • Pengobatan kanker, yang dapat menyebabkan penyakit saraf.

  • Penyakit autoimun.

  • Penyakit infeksi, seperti infeksi streptococcus B, infeksi amyloid.

  • Sindrom Sjogren.

  • Radang demyelin kronis.

  • HIV/AIDS.

  • Penyakit Lyme.

Sementara itu, diperkirakan sekitar 30 hingga 40 persen pasien tidak dapat menemukan penyebabnya (idiopathic neuropathy).

Baca Juga: Begini Metode Pengobatan pada Acquired Polyneuropathy

Pengobatan dan Pencegahan Acquired Polyneuropathy

Akan lebih mudah jika penyakit ini diketahui penyebabnya, sehingga pengobatan yang sesuai pun bisa dilakukan. Selain itu, waktu penegakkan diagnosis merupakan hal yang krusial dalam efektivitas terapi.

Semakin cepat didiagnosis, maka semakin cepat dan baik kemungkinan hasil terapi yang diberikan. Penyakit ini berangsur membaik saat penyebab utamanya berhasil diobati. Ini berarti, tiap orang akan mendapatkan perawatan yang berbeda-beda.

Misalnya, jika penyebabnya adalah diabetes melitus, maka terapi ditujukan untuk mengontrol gula darah mengidap. Jika penyebabnya adalah kekurangan vitamin B12, maka pemberian suplemen B12 merupakan terapi pilihan.

Sementara untuk mencegahnya, terdapat beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan dapat membantu mengatasi kondisi ini, antara lain:

  • Kunjungan rutin untuk mengawasi perkembangan dari gejala-gejala dan kondisi kesehatan.

  • Ikuti panduan dokter, jangan seenaknya melakukan pengobatan yang tidak dispesifikasi atau tiba-tiba berhenti melakukan pengobatan.

  • Aktivitas fisik yang positif.

  • Berpartisipasi dalam grup self help untuk bantuan.

  • Pelajari sebanyak mungkin mengenai penyakit penyebabnya dan cara mengatasinya.

Baca Juga: Penjelasan Gaya Hidup Sehat Mampu Mencegah Gangguan Saraf

Jika kamu memiliki keluhan saraf, kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!