Ketahui Cara Tes Urine Mendiagnosis Striktur Uretra

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
tes urine mendiagnosis striktur uretra

Halodoc, Jakarta - Uretra merupakan saluran. Pada striktur uretra, saluran yang digunakan untuk mengalirkan urine dari kandung kemih untuk dikeluarkan dari tubuh  akan menyempit dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada saluran urine, seperti infeksi atau peradangan. Untuk mendiagnosis adanya penyakit ini pada tubuh, kamu bisa melakukannya dengan cara tes urine. Ini penjelasan selengkapnya tentang tes urine pada striktur uretra.

Baca juga: 4 Fakta tentang Striktur Uretra yang Perlu Diketahui

Apa Itu Striktur Uretra?

Striktur uretra merupakan peradangan atau masalah kesehatan lain yang terjadi pada saluran kencing. Jika terjadi penyempitan pada uretra, aliran urine menjadi lemah dan akan menghambat aliran urine. Penyakit ini umumnya terjadi pada pria dibanding wanita.

Apa Gejala Umum pada Pengidap Striktur Uretra?

Gejala umum yang akan dirasakan saat kamu mengidap penyakit ini, yaitu keinginan buang air kecil yang sering dan secara mendadak, ketidakmampuan untuk buang air kecil dan mengontrol prosesnya, keluarnya darah dari cairan urine atau sperma, warna urine agak gelap, sensasi rasa panas pada Mr P saat buang air kecil, infeksi saluran kemih, kemampuan ejakulasi berkurang, Mr P terasa nyeri dan bengkak, disuria atau rasa sakit dan tidak nyaman saat buang air kecil, serta retensi urine.

Gejala yang muncul pada setiap orang akan berbeda-beda tergantung pad keparahan kondisi yang dialami. Kamu disarankan untuk segera mendiskusikannya pada dokter ahli jika mengalami salah satu dari gejala striktur uretra.

Baca juga: Ini Cara untuk Mencegah Terjadinya Striktur Uretra

Apa Penyebab Terjadinya Striktur Uretra?

Umumnya, striktur uretra terjadi karena adanya radang atau adanya bekas luka yang terjadi pada uretra. Radang atau luka yang terjadi pada uretra bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti mengidap kanker uretra atau kanker prostat, penggunaan kateter dalam jangka panjang, cedera atau retak pada tulang panggul, pernah menjalani operasi prostat atau radioterapi, infeksi saluran kemih yang sering kambuh dan tidak ditangani dengan baik, serta menjalani prosedur medis yang memasukkan alat ke uretra, seperti endoskopi uretra. Selain itu, striktur uretra juga lebih rentan terjadi pada seseorang yang memiliki penyakit seksual, dan pria yang memiliki prostat yang besar.

Bagaimana Prosedur Tes Urine untuk Mendiagnosis Striktur Uretra?

Untuk mendiagnosis striktur uretra pada seseorang, biasanya dokter akan menjalankan prosedur tes urine. Prosedur tes urine yang akan dilakukan adalah:

  • Mengukur laju aliran air kencing saat buang air kecil.

  • Menganalisis sifat fisik dan kimia urine untuk menentukan adanya bakteri atau darah dalam aliran urine.

  • Sistoskopi, yaitu prosedur memasukkan tabung kecil dengan kamera ke dalam tubuh untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra.

  • Pemeriksaan adanya klamidia pada kelamin. Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis.

  • Pemeriksaan adanya gonorrhea pada kelamin. Gonorrhea adalah kencing bernanah.

  • Mengukur ukuran pembukaan uretra saat buang air kecil.

Kamu mengalami salah satu gejala dari striktur uretra? Segera diskusikan dengan dokter! Penanganan dini dibutuhkan untuk mencegah kondisi lain yang lebih berbahaya. Bila kondisi ini terjadi dalam jangka panjang, retensi urine dapat memicu gangguan permanen pada ginjal dan kandung kemih.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terkena Striktur Uretra

Kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call mengenai masalah kesehatan kamu. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!