Ketahui Faktor yang Meningkatkan Risiko Trigeminal Neuralgia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Faktor yang Meningkatkan Risiko Trigeminal Neuralgia

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit bernama trigeminal neuralgia? Bagi dirimu yang masih asing dengan penyakit ini, trigeminal neuralgia merupakan timbulnya rasa nyeri kronis karena gangguan pada saraf trigeminal. Saraf ini merupakan saraf kelima dari 12 pasang saraf yang berasal dari otak. Untuk lokasinya, saraf ini terletak di setiap sisi wajah. Nah, hal inilah yang membuat seseorang dapat merasakan beragam sensasi pada wajah.

Dalam kebanyakan kasus, rasa nyeri yang ditimbulkan penyakit ini hanya terjadi pada salah satu sisi wajah, terutama wajah bagian wajah. Bagaimana dengan rasanya? Pengidap trigeminal neuralgia akan merasakan nyeri, seperti tertusuk atau tersengat listrik. Nyeri ini bisa berlangsung selama beberapa detik hingga dua menit.

Yang bikin resah, nyeri ini bisa timbul teratur selama beberapa hari hingga bulan. Namun, nyeri ini juga bisa muncul ratusan kali dalam sehari untuk kasus yang parah.

Baca juga:  Ini yang Terjadi pada Tubuh Pengidap Neuralgia Trigeminal

Kenali Gejala-Gejala Trigeminal Neuralgia

Gejala utama dari penyakit trigeminal neuralgia adalah rasa nyeri. Rasanya seperti tersengat setrum, kejang atau keram, ataupun rasa terbakar yang terus-menerus dengan intensitas rasa sakit yang lebih rendah. Pengidap dapat merasakan sakit pada satu titik di area wajah atau seperti menyebar ke seluruh wajah.

Area yang biasanya merasakan sakit akibat kondisi ini adalah pipi, rahang, bibir, gusi, gigi, rahang, dan pada kasus yang jarang dapat mengenai area mata dan dahi. Serangan rasa nyeri semacam ini secara tiba-tiba dapat berlangsung dalam hitungan detik, hingga beberapa menit dengan jeda tanpa rasa nyeri yang menyelingi setiap episode serangan. Serangan rasa sakit yang dibarengi rasa panas atau perih dapat berlangsung dan terjadi lebih sering serta lama.

Kondisi ini dapat berlangsung hingga beberapa hari, minggu, bulan, ataupun lebih lama lagi. Adakalanya pengidap trigeminal neuralgia tidak merasakan sakit selama beberapa waktu, walau masih memiliki kondisi ini.

Baca juga: Ini Alasan Lansia Rentan Mengalami Neuralgia Trigeminal

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Biang keladi utama dari penyakit ini adalah tekanan pembuluh darah yang menimbulkan gangguan fungsi pada saraf trigeminal di area bagian bawah otak. Namun, selain tekanan pada pembuluh darah ada juga faktor risiko lainnya yang bisa memicu terjadinya trigeminal neuralgia, yaitu:

  1. Efek dari prosedur pembedahan.

  2. Adanya tumor yang menekan saraf trigeminal.

  3. Mengidap stroke.

  4. Trauma yang dialami oleh wajah.

  5. Genetik, trigeminal neuralgia memiliki potensi diturunkan ke anggota keluarga.

  6. Adanya kelainan pada otak akibat luka atau cedera.

  7. Usia, seiring proses penuaan.

  8. Status kesehatan, contoh orang yang mengidap multiple sclerosis lebih berisiko mengidap trigeminal neuralgia.

  9. Jenis kelamin, wanita lebih mudah terserang penyakit ini.

Trigeminal neuralgia ini bisa mengakibatkan pengidapnya menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan kecil, sehingga merasakan sakit yang berlebihan. Beberapa pemicunya adalah menyentuh wajah, berbicara, tersenyum, berdandan ataupun mengenakan riasan wajah, bercukur, makan, minum, menyikat gigi, mencuci muka, bahkan terkena hembusan angin sekalipun.

Yang perlu ditegaskan, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Sebab, trigeminal neuralgia yang tak di atasi dengan cepat dan tepat, bisa saja menimbulkan komplikasi pada pengidapnya. Misalnya, depresi karena kesulitan dalam menjalani kegiatan secara normal.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!