Ini Alasan Lansia Rentan Mengalami Neuralgia Trigeminal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Alasan Lansia Rentan Mengalami Neuralgia Trigeminal

Halodoc, Jakarta - Neuralgia trigeminal adalah kondisi nyeri kronis yang memengaruhi saraf trigeminal dan membawa sensasi nyeri dari wajah ke otak pengidapnya. Jika kamu mengidap neuralgia trigeminal, bahkan rangsangan ringan pada wajah, seperti menyikat gigi atau merias wajah, dapat memicu sentakan rasa sakit luar biasa.

Awalnya kamu mungkin mengalami serangan singkat dan ringan. Namun, neuralgia trigeminal dapat berkembang dan menyebabkan serangan nyeri bakar yang lebih lama dan sering. Neuralgia trigeminal lebih sering memengaruhi wanita daripada pria, dan hal tersebut lebih cenderung terjadi pada orang yang berusia lebih dari 50 tahun.

Karena beragam pilihan perawatan yang tersedia, mengidap gangguan pada saraf tersebut tidak selalu berarti kamu akan mengalami kesakitan. Dokter biasanya dapat secara efektif mengelola trigeminal neuralgia dengan obat-obatan, suntikan, atau operasi.

Baca Juga : Mengidap Neuralgia Trigeminal, Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuh

Lansia Lebih Rentan Mengidap Neuralgia Trigeminal

Penuaan atau faktor usia terbilang salah satu faktor umum yang dapat menyebabkan seseorang mengidap gangguan pada saraf. Gangguan ini lebih sering terjadi pada seseorang dengan usia di atas 50 tahun atau lansia.

Hal tersebut umum terjadi pada lansia karena tubuhnya sudah mengalami penurunan terhadap kondisi pada kondisi lapisan pelindung saraf yang berfungsi untuk mengirimkan pesan ke otak. Akhirnya, kondisi tersebut dapat memicu sinyal saraf yang harusnya berfungsi dengan baik menjadi timbul rasa nyeri.

Baca Juga : Cara Pencegahan Trigeminal Neuralgia yang Perlu Dipahami

Gejala Neuralgia Trigeminal

Terdapat beberapa gejala dari gangguan saraf yang mungkin timbul pada seseorang yang mengidapnya, yaitu:

  1. Gejala yang Menyakitkan

Neuralgia berarti nyeri yang berasal dari saraf. Pada neuralgia trigeminal, nyeri yang terjadi secara mendadak yang mungkin terjadi pada satu atau lebih cabang saraf trigeminal. Rasa sakit yang timbul biasanya parah. Cabang kedua dan ketiga adalah yang paling sering terkena.

Karena itu, rasa sakit biasanya ada di sekitar pipi atau rahang atau keduanya. Cabang pertama lebih jarang terkena, jadi rasa sakit di dahi dan di sekitar mata akan lebih jarang. Neuralgia trigeminal biasanya memengaruhi satu sisi wajah pengidapnya dan jarang terjadi pada keduanya.

Rasa sakit yang terjadi, seperti menusuk dan tajam. Hal tersebut biasanya berlangsung beberapa detik tetapi bisa bertahan hingga dua menit. Rasa sakitnya bisa begitu tiba-tiba dan parah, sehingga kamu mungkin meringis kesakitan. Waktu antara setiap rasa sakit mungkin beberapa menit, jam, atau hari.

  1. Nyeri pada titik pemicu

Kamu mungkin memiliki titik pemicu di wajah yang terjadi karena sentuhan atau bahkan aliran udara, sehingga menimbulkan rasa sakit. Perasaan ini sering terjadi di sekitar hidung dan mulut. Maka dari itu, beberapa orang tidak mencuci atau mencukur karena takut memicu rasa sakit.

Makan, berbicara, merokok, menyikat gigi, atau menelan juga dapat memicu rasa sakit. Di antara serangan rasa sakit, biasanya tidak ada gejala lain, saraf bekerja secara normal dan pemeriksaan dokter tidak akan menemukan kelainan.

Tes yang Dibutuhkan untuk Memastikan Neuralgia Trigeminal

Diagnosis trigeminal neuralgia sering didasarkan pada gejala khas dan tidak diperlukan tes. Namun, pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) dapat dipertimbangkan dalam beberapa kasus, seperti ketika:

  • Diagnosisnya diragukan atau jika gejalanya bukan tipikal dari neuralgia trigeminal.
  • Penyebab yang mendasarinya dicurigai terlepas dari penyebab biasa pembuluh darah yang tertekan.
  • Neuralgia trigeminal terjadi pada orang yang lebih muda atau di bawah 40 tahun.
  • Kondisi ini tidak membaik dengan perawatan.
  • Pembedahan sedang dipertimbangkan sebagai perawatan.

Baca Juga : Inilah Prosedur Penanganan Bagi Pengidap Trigeminal Neuralgia

Itulah alasan neuralgia trigeminal lebih umum terjadi pada lansia. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!