Ketahui Hal tentang Metformin untuk Pengidap Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ketahui Hal tentang Metformin untuk Pengidap Diabetes

Halodoc, Jakarta - Jika kamu didiagnosis mengidap diabetes tipe 2 atau penyakit kencing manis, maka metformin adalah obat yang tidak asing. Obat ini bekerja dengan cara membantu mengembalikan respon tubuh yang tepat terhadap insulin yang diproduksi secara natural. Obat ini juga menurunkan jumlah gula yang diproduksi hati dan yang diserap perut/usus. Obat ini tergolong aman digunakan, tetapi untuk mendapat hasil maksimal, dosis metformin harus diseimbangkan dengan jumlah atau jenis makanan yang dikonsumsi, serta intensitas olahraga dan aktivitas yang dilakukan.

Ketika dikonsumsi, metformin menghambat proses glukoneogenesis dan glikogenolisis. Sehingga akan memperlambat penyerapan glukosa pada usus, serta meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh. Namun, mereka yang mengidap diabetes tipe 1 tidak diperbolehkan mengonsumsinya. Obat ini tersedia dalam tablet atau cairan yang diminum dan dapat diminum oleh mereka yang berusia 10 tahun ke atas. 

Baca juga: Yang Perlu Diketahui Tentang Diabetes Tipe 2

Bagaimana Dosis yang Aman Saat Konsumsi Metformin?

Dosis penggunaan metformin berbeda-beda tiap pasien. Takaran disesuaikan sesuai tingkat keparahan diabetes, riwayat kesehatan, dan reaksi tubuh yang akan terjadi. Umumnya, dosis awal untuk orang dewasa adalah 500-850 mg yang dapat diminum 1 hingga 2 kali sehari. Dosis ini juga bisa ditingkatkan hingga 2-3 gram/hari dengan interval waktu 1 minggu dari dosis awal.

Sementara itu pada anak-anak, dosisnya adalah  500 mg yang diminum 1-2 kali sehari. Dosis ini bisa ditingkatkan secara bertahap hingga 2 gram setiap hari yang terbagi dalam 2-3 dosis pemakaian. 

Efek Samping Apa Saja yang Akan Terjadi Saat Konsumsi Metformin?

Selayaknya jenis obat lain, metformin juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping yang umum terjadi ketika mengonsumsi metformin, antara lain: 

  • Mual dan muntah;

  • Penurunan nafsu makan;

  • Rasa logam dalam mulut;

  • Sakit perut;

  • Batuk dan suara serak;

  • Diare;

  • Nyeri otot dan kram;

  • Lemas dan mengantuk.

Untuk menghindari efek samping, ada baiknya untuk memberi jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Tidak hanya itu, pastikan agar mengonsumsi obat ini pada jam yang sama setiap hari segera sesudah makan. 

Baca juga: Efek Samping Konsumsi Obat Antibiotik dalam Waktu Lama

Metformin yang dikonsumsi wanita juga menyebabkan perubahan pada siklus menstruasi sehingga tingkat ovulasi meningkat. Akibatnya, mempertinggi kemungkinan untuk hamil. Pemeriksaan secara rutin sebaiknya dilakukan selama mengonsumsi obat ini untuk memantau kadar gula darah serta kesehatan kaki dan mata. Jika terdapat gejala lain mencurigakan, sebaiknya segera memeriksakan dirinya ke dokter. Buat janji dengan dokter pun kini dapat dilakukan melalui aplikasi Halodoc. Tanpa repot antre, kamu bisa langsung menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Metformin Obat untuk Diabetes, Ini yang Perlu Diketahui

Adakah Kondisi yang Wajib Dikhawatirkan saat Mengonsumsi Metformin?

Penting untuk memberitahu dokter jika kamu memiliki kondisi kesehatan berikut ini agar tidak terjadi efek samping yang tidak diinginkan. Beberapa kondisi kesehatan tersebut antara lain: 

  • Sering mengonsumsi alkohol dengan jumlah berlebihan;

  • Kekurangan nutrisi;

  • Memiliki kondisi fisik yang melemah;

  • Kondisi lain yang menyebabkan gula darah rendah;

  • Anemia (rendahnya level sel darah merah);

  • Kekurangan Vitamin B12;

  • Gagal jantung kongestif, akut maupun tidak stabil;

  • Dehidrasi;

  • Serangan jantung akut;

  • Hypoxemia (berkurangnya oksigen dalam darah), 

  • Penyakit ginjal;

  • Penyakit hati;

  • Sepsis (keracunan darah);

  • Shock (tekanan darah rendah, sirkulasi darah rendah);

  • Diabetic ketoacidosis (ketones dalam darah);

  • Penyakit ginjal parah;

  • Metabolic acidosis (kelebihan asam dalam darah);

  • Diabetes Tipe 1;

  • Demam;

  • Infeksi;

  • Operasi;

  • Trauma.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2018. Drugs and Supplements: Metformin (Oral Route).
WebMD. Diakses pada 2019. Drugs & Medications: Metformin HCL.