20 December 2018

Ketahui Kondisi Air Ketuban Tidak Normal saat Hamil

Ketahui Kondisi Air Ketuban yang Tidak Normal saat Hamil

Halodoc, Jakarta - Air ketuban punya peran yang amat penting bagi janin. Cairan ini bisa diibaratkan sebagai perisai yang melindungi janin bila terjadi benturan. Namun dalam beberapa kasus, ada kalanya ibu hamil mengalami masalah pada cairan ini. Pendek kata, air ketuban tidak normal ini bisa berupa kelebihan atau kekurangan. Keduanya, sama-sama dapat menimbulkan berbagai macam masalah untuk ibu dan janin.

Pada dasarnya, air ketuban akan terus meningkat selama kehamilan. Kendati demikian, ketika usia kandungan mencapai 38 minggu, volumenya akan berkurang untuk mempersiapkan kelahiran. Lalu, berapa perkiraan volume yang normal?

Untuk usia kehamilan 12 minggu berkisar 60 mililiter. Sedangkan usia 16 minggu sekitar 175 mililiter, dan usia 34-38 minggu volumenya kira-kira 400-1.200 mililiter.

Nah, lantas kondisi air ketuban tidak normal seperti apa yang perlu diketahui ibu?

Kurangnya Air Ketuban

Dalam dunia medis, kekurangan cairan ketuban disebut oligohidramnion. Kondisi medis ini bisa disebabkan pelbagai faktor. Mulai dari dehidrasi, hipoksia kronis, preeklamsia, diabetes, kehamilan kembar, hingga tekanan darah tinggi kronis. Bagaimana dengan penyebab volume air ketuban yang tidak normal ini?

  • Mengutip American Pregnancy, kekurangan air ketuban juga bisa disebabkan oleh:

  • Timbulnya masalah pada plasenta. Jika plasenta tak memberikan darah dan nutrisi yang cukup untuk bayi, maka memungkinkan ia berhenti mendaur ulang cairan.

  • Masalah pada perkembangan ginjal atau saluran kemih bayi, sehingga produksi air seninya sedikit. Nah, hal ini bisa membuat cairan ketuban rendah.

  • Usia kehamilan sudah melewati batas, akibatnya bisa menurunkan fungsi plasenta yang membuat cairan ketuban berkurang.

  • Adanya kebocoran atau pecahnya dinding ketuban yang membuat air ketuban keluar dari rahim.

Gerak Terbatas dan Kelainan

Kondisi air ketuban yang sedikit dalam waktu lama bisa menyebabkan perkembangan janin jadi abnormal. Misalnya, timbulnya masalah di paru-paru yang disebut dengan hipoplasia paru. Enggak cuma itu, dampak kekurangan air ketuban juga bisa meningkatkan risiko komplikasi saat persalinan.

Volume cairan ketuban yang rendah terkadang bisa membatasi pergerakan janin. Alhasil, janin pun bisa tertekan karena ruang yang sempit. Nah, hal Inilah yang bisa menyebabkan kelainan pada janin.

Sedangkan bila kekurangan cairan ketuban terjadi di dekat waktu kelahiran, mungkin janin akan mengalami kelahiran prematur.

Berlebihan Sama Rawannya

Dalam dunia medis, kelebihan air ketuban juga biasa disebut dengan polihidramnion. Meski kondisinya cukup umum dan tak serius, tapi kondisi ini membutuhkan pemantauan secara rutin dari dokter.

Polihidramnion bisa disebabkan banyak faktor. Biasanya, kelebihan air ketuban ini ditandai dengan rahim ibu yang mengembang lebih cepat, sehingga terlihat lebih besar. Kondisi ini juga bisa membuat ibu mengalami ketidaknyamanan di perut, sesak napas, nyeri punggung, hingga bengkak pada kaki dan pergelangan tangan.

Umumnya, kelebihan air ketuban ini terjadi bila ibu mengalami kehamilan kembar, kelainan genetik janin, dan diabetes gestasional. Selain itu, kelainan janin yang menyebabkan janin sulit menelan cairan, tapi ginjalnya terus menghasilkan cairan, juga bisa jadi penyebabnya.

Selain hal-hal di atas, air ketuban yang berlebihan juga bisa disebabkan kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Infeksi, misalnya toksoplasma atau rubella.

  • Sindrom transfusi pada janin kembar. Kondisi ini terjadi bila salah satu janin menerima terlalu banyak darah dari plasenta, sehingga cairan yang dikeluarkan janin tersebut melalui urine bertambah banyak, dan berakibat volume air ketuban meningkat tajam.

  • Adanya masalah pada plasenta.

  • Terjadinya penumpukan cairan di salah satu bagian janin.

  • Kondisi kromosom yang tidak normal, seperti down syndrome, atau sindrom Edrward.

  • Gangguan kesehatan janin, seperti adanya kelainan saluran percernaan atau sistem saraf pusat pada janin. Bisa juga gangguan kendali otot dan anemia pada janin.

  • Ketidaksesuaian darah antara ibu dan janin, di mana sel darah bayi diserang sel darah ibu.

  • Terjadinya penumpukan cairan di salah satu bagian janin.

  • Penggunaan obat-obatan.

Punya keluhan pada kehamilan, seperti volume air ketuban yang tidak normal? Kamu bisa kok bertanya dan berdiskusi dengan dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: