Ketahui Lebih Dalam tentang Parasetamol Infus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Lebih Dalam tentang Parasetamol Infus

Halodoc, Jakarta – Saat mengalami sakit kepala, obat yang mengandung parasetamol sering dijadikan andalan. Selain itu, jenis obat yang satu ini juga bisa dikonsumsi untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri, misalnya akibat sakit gigi atau nyeri haid. Parasetamol umumnya mudah ditemui dan bisa dibeli secara bebas di apotek atau warung obat. Parasetamol tersedia dalam bentuk tablet 500 mg dan 600 mg, sirup, drop, suppositoria, dan infus. 

Dalam mengatasi gejala penyakit, parasetamol bekerja dengan cara mengurangi produksi prostaglandin, yaitu zat penyebab peradangan. Pasalnya, zat ini menjadi salah satu penyebab munculnya gejala seperti demam dan nyeri. Maka dari itu, menurunkan kadar prostaglandin dalam tubuh bisa membantu mengatasi gejala-gejala tersebut pula. 

Baca juga: Parasetamol Infus, Apa Perbedaannya dengan yang Biasa?

Menguji Keefektifan Parasetamol Infus 

Parasetamol dijual dalam beberapa bentuk, salah satunya parasetamol infus. Parasetamol infus bisa menjadi pilihan bagi orang yang tidak mengonsumsi obat minum alias obat oral. Obat parasetamol kerap dicari untuk mengatasi keluhan, seperti demam, sakit kepala, dan muncul nyeri. Pengobatan dilakukan dengan menurunkan produksi zat penyebab peradangan.  

Parasetamol infus menjadi jawaban bagi orang yang kesulitan menelan obat atau sedang tidak sadarkan diri saat diberi obat. Pemberian obat melalui infus menjadi satu-satunya cara untuk memasukkan kandungan tersebut ke tubuh orang yang sedang dalam kondisi hilang kesadaran. Parasetamol dalam bentuk infus hanya boleh diberikan oleh petugas medis yang berpengalaman. 

Sebelum memberikan jenis obat ini, pastikan untuk selalu membaca petunjuk penggunaan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli medis sebelum memutuskan untuk memilih parasetamol infus. Pemberian parasetamol infus dilakukan melalui deintravena (IV), intramuscular (IM), subkutan (SC), dan intratekal (IT).

Jika dilihat dari tingkat keefektifannya, pemberian parasetamol secara infus ternyata bisa lebih efektif. Sebab, efek dari obat bisa dengan cepat masuk tanpa proses absorbsi seperti obat oral. Orang yang menerima pengobatan dengan infus umumnya akan merasa lebih baik dan gejala yang muncul cenderung mereda dalam waktu kurang dari 10 menit. Sedangkan pada parasetamol oral, efek yang diinginkan biasanya baru akan terasa lebih dari 30 menit setelah dikonsumsi. 

Baca juga: Parasetamol Infus dan Oral, Lebih Efektif Mana?

Obat oral adalah obat yang dikonsumsi melalui mulut, yaitu dengan cara ditelan. Biasanya, obat oral dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, sirup, dan lainnya. Jenis obat ini cenderung lebih mudah dikonsumsi hanya dengan bantuan air. Selain itu, obat oral juga dikenal lebih murah jika dibandingkan dengan obat infus. 

Jika dibandingkan dengan keefektifan obat infus, parasetamol oral harus mengakui kekalahannya. Sebab, jenis obat ini mungkin mengalami absorbsi obat dan efek yang diharapkan pun tidak bisa muncul dalam waktu singkat. Absorpsi obat dipengaruhi oleh makanan, enzim, hingga asam lambung. Jika penyerapan dari obat ini tidak maksimal, maka efek dari obat pun menjadi tidak maksimal. 

Meski termasuk obat bebas, penggunaan parasetamol sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan dan sembarangan. Obat ini pun biasanya hanya digunakan sebagai pertolongan pertama bukan pengobatan jangka panjang. Jika gejala yang muncul tidak kunjung membaik, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. 

Baca juga: Ketergantungan Paracetamol Jangka Panjang, Adakah Bahayanya untuk Kesehatan?

Atau kamu bisa membicarakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2019. Paracetamol.
Web MD. Diakses pada 2019. Paracetamol Tablet.