22 January 2019

Ketahui Lebih Lengkap Tentang Malaria Monyet

Ketahui Lebih Lengkap Malaria Monyet

Halodoc, Jakarta – Pernah dengan penyakit malaria monyet? Apa perbedaannya dengan malaria yang selama ini dikenal?

Tidak seperti penyakit malaria, istilah malaria monyet mungkin tidak terlalu umum digunakan dan jarang terdengar. Nyatanya, memang ada perbedaan pada kedua penyakit ini. Malaria monyet adalah penyakit yang ditularkan dari nyamuk malaria yang sebelumnya menggigit monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis).

Berbeda dengan penularan malaria yang terjadi setelah nyamuk menggigit manusia yang sebelumnya sudah terinfeksi, nyamuk penular penyakit ini hanya menggigit monyet. Hingga kini belum ditemukan penyakit ini bisa menular dari manusia ke manusia.

Penyakit malaria monyet disebabkan plasmodium knowlesi, yaitu parasit dari genus Plasmodium yang secara alami menginfeksi monyet ekor panjang. Penyakit ini ditularkan pada manusia oleh nyamuk yang menggigit monyet yang sudah terinfeksi malaria sebelumnya.

Baca juga: 6 Cara Pencegahan Malaria Paling Efektif

Parasit penyebab malaria monyet tergolong langka dan jarang ditemukan. Meski demikian, gigitan nyamuk pembawa malaria sama sekali tidak boleh diabaikan karena bisa berujung pada kondisi yang buruk, bahkan menyebabkan kematian. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebut, manusia bisa terinfeksi penyakit ini dari gigitan nyamuk betina Anopheles yang menggigit monyet.

Mengenal Cara Penyebaran Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit yang ditularkan dari gigitan nyamuk betina. Secara sederhana, penyakit ini ditularkan oleh nyamuk yang mengisap darah seseorang yang sudah terinfeksi malaria atau dari binatang, seperti monyet yang mengandung parasit. Kemudian, nyamuk tersebut “berpindah” dan menggigit orang berikutnya, terjadilah proses perpindahan parasit ke orang tersebut.

Setelah parasit ditularkan dan masuk ke dalam tubuh, kemudian parasit akan menyebar ke arah hati dan mulai berkembang biak. Secara perlahan, parasit penyebab malaria monyet akan menyerang sel darah merah yang sangat berperan sebagai pembawa oksigen dalam tubuh. Parasit yang sudah masuk akan bertelur, berkembang biak, dan bahkan sampai menyebabkan sel darah merah hancur.

Setelah menginfeksi tubuh, penyakit malaria membutuhkan waktu sebelum akhirnya menunjukkan gejala. Biasanya, gejala malaria akan mulai muncul pada 10–15 hari setelah gigitan nyamuk. Sayangnya, kondisi ini sering tidak dikenali dan disalahartikan karena memiliki gejala yang umum. Sekilas, tanda penyakit malaria terlihat mirip dengan gejala pilek atau flu, yaitu sakit kepala, demam, mudah merasa lelah, serta pegal-pegal. Seiring berjalan waktu, barulah gejala-gejala lain mulai bermunculan.

Baca juga: Bikin Ganggu, Ini Daftar Penyakit Akibat Nyamuk

Setelah beberapa hari, gejala malaria yang lain mulai muncul, seperti muntah-muntah, diare, hingga kulit berubah kuning. Perubahan warna pada kulit ini terjadi karena tubuh banyak kehilangan sel darah merah dan bisa berkembang menjadi gagal ginjal. Dalam kasus yang lebih parah, malaria bisa menyebabkan seseorang mengalami koma. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui dan mengenali gejala penyakit yang terjadi. Jika mengalami gejala mencurigakan dan tak kunjung reda dalam dua minggu, segera lakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab munculnya gejala.

Pencegahan Malaria Monyet

Salah satu cara pencegahan malaria monyet yang bisa dilakukan adalah menjauhi penyebabnya. Dalam hal ini, cobalah untuk membatasi atau menghindari aktivitas di dalam hutan. Sebab, ada kemungkinan kamu akan digigit nyamuk-nyamuk yang sebelumnya sudah menggigit monyet yang terinfeksi.

Sementara itu, pencegahan malaria secara umum juga bisa dilakukan agar tidak terinfeksi parasit. Kamu bisa membiasakan diri untuk tidur dengan menggunakan kelambu agar terhindar dari gigitan nyamuk. Selain itu, lakukan penyemprotan secara rutin dalam ruangan dengan insektisida residu. Kamu juga bisa mengonsumsi obat anti malaria sebagai upaya pencegahan.

Baca juga: Disebabkan Nyamuk, Ini Perbedaan Malaria dan DBD

Jika bingung dan butuh informasi lebih seputar malaria monyet, bicarakan kepada dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar malaria dan tips menghindarinya dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!