• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Pengobatan Jantung Lemah yang Dapat Dilakukan

Ketahui Pengobatan Jantung Lemah yang Dapat Dilakukan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Pengobatan Jantung Lemah yang Dapat Dilakukan

“Gejala khas kardiomiopati atau jantung lemah yang paling mudah dikenali adalah jantung berdebar yang diikuti dengan sesak napas. Jangan tunda untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika kamu mengalaminya.”

Halodoc, Jakarta – Sedang beristirahat tetapi jantung terasa berdebar dan napas tersengal? Hati-hati karena hal tersebut tidak wajar terjadi. Keduanya merupakan gejala dari jantung lemah atau kardiomiopati. Kondisi ini sangat berkaitan dengan otot jantung yang mengalami pembesaran, penebalan, atau menjadi lebih kaku yang berujung pada melemahnya jantung.

Saat mengalami jantung lemah, organ penting ini tak bisa lagi memompa darah seperti biasanya. Tak hanya itu, jantung juga tak bisa menjaga irama saat berdetak. Akibatnya, sangat mungkin terjadi serangan jantung atau masalah kesehatan lain yang menyerang jantung. Inilah mengapa jantung lemah sangat perlu ditangani dengan segera. 

Mengenali Gejala Jantung Lemah

Kardiomiopati terbagi menjadi empat, dengan kardiomiopati melebar atau dilated cardiomyopathy menjadi kondisi yang paling sering ditemui. Lemah jantung melebar terjadi saat otot jantung sangat lemah untuk bisa memompa jantung dengan normal. Hal ini mengakibatkan otot jantung melebar atau meregang dan menjadi jauh lebih tipis. 

Baca juga: Denyut Jantung Lambat, Apa yang Menyebabkannya?

Tak hanya itu, pelebaran otot jantung juga membuat jantung seperti mengalami pembengkakan. Lalu, ada pula lemah jantung yang terjadi karena faktor genetik, diabetes, usia, dan hipertensi yang dikenal dengan kardiomiopati hipertrofik, kardiomiopati restriktif (kondisi ketika ventrikel jantung menjadi lebih kaku sehingga darah tidak bisa melewatinya), dan displasia ventrikular kanan aritmogenik (kondisi ketika jaringan dan lemak yang berserabut menempati posisi ventrikel kanan jantung. Hal ini berdampak pada detak jantung tidak beraturan). 

Namun, apa pun jenis lemah jantung yang terjadi, gejalanya cenderung sama, antara lain:

  • Mengalami sesak napas saat beraktivitas, bahkan saat sedang beristirahat.
  • Terjadi pembengkakan pada area kaki, seperti tumit, telapak kaki, dan tungkai.
  • Terjadi pembesaran pada perut karena cairan yang menumpuk.
  • Sering batuk, terlebih saat berbaring.
  • Tubuh sering mengalami kelelahan.
  • Detak jantung terasa berdentum, lebih kencang atau seperti berdebar. 
  • Muncul perasaan tak nyaman pada bagian dada seperti sedang ditekan. 
  • Sering pusing, kepala seperti berputar, bahkan hilang kesadaran.

Baca juga: Awas, 10 Faktor Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kardiomiopati

Sayangnya, kardiomiopati yang terbilang ringan cenderung tidak menunjukkan adanya gejala khusus. Gejala ini biasanya baru terlihat seiring waktu dan cenderung memburuk. Bahkan, kondisi ini bisa berkembang dengan pesat pada beberapa orang atau justru tidak terasa adanya gejala, meski sebenarnya mengidap lemah jantung. 

Jika kamu mengalami gejalanya, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit terdekat, ya! Kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu supaya tak perlu lagi mengantre lama. Caranya tentu saja dengan download aplikasi Halodoc di ponselmu. 

Apa Saja Penanganan yang Bisa Dilakukan?

Sebelum melakukan penanganan, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui seberapa parah kerusakan yang terjadi pada jantung. Beberapa kondisi jantung lemah tidak memerlukan penanganan, beberapa lainnya justru segera memerlukan penanganan. 

Baca juga: Idap Kardiomiopati, Jalani Pola Sehat Hidup Ini

Sayangnya, tidak ada pengobatan tertentu yang bisa menyembuhkan kardiomiopati. Meski begitu, kamu bisa mengurangi gejala bertambah buruk dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Menjalani pola hidup sehat.
  • Mengonsumsi obat untuk mencegah kondisi memburuk, seperti obat hipertensi.
  • Memenuhi asupan cairan harian tubuh. 
  • Menghindari melakukan aktivitas yang bisa membuat jantung berdebar.
  • Implantasi jantung dengan defibrilator atau alat untuk mendeteksi denyut jantung.
  • Pembedahan atau operasi.
  • Transplantasi jantung sebagai pilihan penanganan terakhir. 

Sementara itu, dokter akan memberikan resep obat beta blocker atau calcium channel blocker untuk menangani lemah jantung hipertropik. Obat ini akan membantu mengurangi rasa nyeri pada dada, napas terengah, dan mencegah munculnya serangan jantung. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Cardiomyopathy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cardiomyopathy.
Heart. Diakses pada 2021. What Is Cardiomyopathy in Adults?