Ketahui Perbedaan dari Osteoporosis dan Osteomalasia

Ketahui Perbedaan dari Osteoporosis dan Osteomalasia

Halodoc, Jakarta - Menjaga kesehatan sendi dan tulang adalah hal yang sangat penting dan kita wajib melakukannya sejak dini. Pasalnya, jika terdapat gangguan sedikit saja maka hal ini akan memengaruhi aktivitas. Dua jenis gangguan tulang yang cukup banyak menyerang penduduk dunia adalah osteoporosis dan osteoarthritis. Untuk lebih jelasnya, yuk ketahui perbedaan di antara keduanya:

Mengenal Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit yang mengurangi kepadatan tulang sehingga beresiko menyebabkan patah tulang. Penyebabnya bisa karena kurangnya olahraga guna memperkuat otot dan struktur sendi, kekurangan gizi, serta efek samping sejumlah obat, serta tentu saja perubahan hormon setelah wanita mengalami menopause.

Osteoporosis dikenal sebagai penyakit sunyi atau silent disease, karena pengidap tidak merasakan gejala sampai kecelakaan seperti terpeleset atau jatuh menyebabkan patah tulang.

Namun beberapa orang bisa merasakan gejala yang dimulai dari nyeri punggung bawah yang tajam. Untuk mendapatkan tulang yang kuat dan sehat, kamu membutuhkan 1000 mg kalsium per hari (sebaiknya dalam bentuk sitrat) tetapi tidak lebih dari 1200 mg sehingga kepadatan tulang akan terjaga dan kamu terhindar dari patah tulang.

Baca Juga: Osteoporosis Bisa Terjadi Sejak Kecil, Benarkah?

Cara untuk terhindar dari osteoporosis, pastikan pola makan seimbang roti, buah, sayuran, ikan untuk asupan magnesium yang memadai. Sumber kalsium yang meliputi produk susu rendah lemak, sayuran hijau tua juga disarankan. Sementara itu, kalsium sitrat adalah bentuk terbaik kalsium untuk mencegah osteoporosis. Kamu bisa mendapatkannya dari suplemen vitamin D, yang diperlukan untuk penyerapan kalsium dalam tulang, serta disintesis dalam kulit melalui paparan sinar matahari.

Selain itu, pengidap osteoporosis wajib merencanakan latihan olahraga sebagai bagian dari perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat. Mereka disarankan untuk menghentikan konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok.

Baca Juga: Menangkal Keropos Tulang Lewat Latihan Beban

Bedanya dengan Osteomalasia

Osteomalasia adalah kelainan pada tulang yang menyebabkan tulang menjadi lunak sehingga mudah patah. Osteomalasia hampir mirip dengan osteoporosis karena sama-sama menyebabkan tulang rapuh. Namun, keduanya memiliki penyebab dan gejala yang berbeda.

Kelainan ini paling sering dialami oleh orang yang kekurangan vitamin D dan mendapat sedikit paparan sinar matahari. Oleh karena itu, osteomalasia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin D dan sering berjemur.

Penyakit ini akan menimbulkan gejala seperti otot yang melemah dan mudah lelah akibat defisiensi vitamin D. Pengidapnya juga merasakan nyeri tulang, kesulitan berganti posisi berbaring ke posisi duduk atau posisi duduk ke berdiri. Saat berjalan tampak bergoyang yang mungkin akibat nyeri dan kelemahan otot serta mudah lelah.

Bila osteomalasia disebabkan karena kekurangan vitamin D, maka pengidap bisa diberi suntikkan vitamin D 200.000 IU per minggu selama 4-6 minggu. Setelah beberapa lama, suntikkan vitamin D bisa dikurangi menjadi 1600 IU setiap hari atau 200.000 IU setiap 4-6 bulan. Namun, bila osteomalasia disebabkan karena kekurangan fosfat (hipofosfatemia), maka penyakit ini dapat diobati dengan cara mengonsumsi 1,25 dihydroxyvitamin D.

Baca Juga: Ini Cara Tepat Penanganan Patah Pergelangan Kaki

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai cara menjaga kesehatan tulang, tanyakan saja langsung ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin untuk tulang kuat lewat aplikasi Halodoc. Caranya mudah, tinggal order, dan pesanan akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.