Ketahui Stadium Perkembangan Kanker Kolorektal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
kanker kolorektal

Halodoc, Jakarta - Kolorektal, yaitu bagian paling bawah dari usus besar yang terhubung ke anus (rektum) juga bisa terserang kanker. Ya, kanker tersebut bernama kanker kolorektal. Kanker ini juga dikenal dengan sebutan kanker kolon atau kanker rektum, tergantung pada lokasi tumbuhnya kanker. 

Seperti kanker-kanker lain pada umumnya, perkembangan kanker kolorektal juga terbagi menjadi beberapa stadium, yaitu:

  • Stadium 0. Sel kanker muncul pada lapisan terdalam dinding kolon.

  • Stadium 1. Kanker sudah menembus lapisan kedua (mukosa) dan sudah menyebar ke lapisan ketiga (submukosa). Namun, pada stadium ini kanker belum menyebar ke luar dinding kolon.

  • Stadium 2. Kanker menyebar hingga ke luar dinding kolon, dan ada kemungkinan sudah menyebar ke organ terdekat, tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening.

  • Stadium 3. Kanker sudah menyebar ke luar dinding kolon, dan ke satu atau lebih kelenjar getah bening.

  • Stadium 4. Kanker sudah menembus dinding kolon, dan menyebar hingga ke organ yang jauh dari usus besar, seperti hati atau paru-paru. Ukuran tumor bisa bervariasi.

Baca juga: Rahasia Olahraga Bisa Cegah Kanker Usus Besar

Agar lebih jelas, kamu bisa diskusikan lebih lanjut tentang kanker kolorektal dengan dokter spesialis yang kamu inginkan, di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Gejala yang Umum Dialami Pengidap Kanker Kolorektal

Gejala kanker kolorektal sering kali dirasakan pengidapnya ketika kanker sudah berkembang jauh. Jenis gejalanya tergantung kepada ukuran dan lokasi tumbuhnya kanker. Beberapa gejala yang dapat muncul adalah:

  • Diare atau konstipasi.

  • Buang air besar yang terasa tidak tuntas.

  • Darah pada tinja.

  • Mual.

  • Muntah.

  • Perut terasa nyeri, kram, atau kembung.

  • Tubuh mudah lelah.

  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.

Jika kamu mengalami berbagai gejala tadi, segera periksakan diri ke dokter, supaya penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Baca juga: 5 Faktor yang Memicu Munculnya Kanker Usus Besar

Dapat Dipicu oleh Polip Usus

Pada kebanyakan kasus, kanker kolorektal bermula dari polip usus atau jaringan yang tumbuh di dinding dalam kolon atau rektum. Namun, tidak semua polip akan berkembang menjadi kanker kolorektal. Kemungkinan polip berubah menjadi kanker juga tergantung jenis polip itu sendiri. Terdapat 2 jenis polip di usus besar, yaitu:

  • Polip adenoma. Jenis polip ini yang dapat berubah menjadi kanker, karena itu adenoma juga disebut kondisi pra kanker.

  • Polip hiperplastik. Polip jenis ini lebih sering terjadi, dan biasanya tidak menjadi kanker.

Selain tergantung pada jenis polip, ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi perubahan polip menjadi kanker kolorektal. Faktor tersebut adalah ukuran polip yang lebih besar dari 1 sentimeter, terdapat lebih dari 2 polip di kolon atau rektum, atau jika ditemukan displasia (sel abnormal) setelah polip diangkat.

Baca juga: 3 Kebiasaan Makan Ini Bisa Sebabkan Radang Usus

Sementara itu, ada juga beberapa faktor lain yang dapat memicu terjadinya kanker kolorektal, yaitu:

  • Usia. Risiko kanker kolorektal akan meningkat seiring bertambahnya usia. Kebanyakan kasus kanker kolorektal dialami oleh seseorang berusia 50 tahun atau lebih.

  • Riwayat penyakit. Seseorang dengan riwayat penyakit kanker atau polip kolorektal lebih berisiko terserang kanker kolorektal. Begitu juga seseorang dari keluarga yang pernah mengalami penyakit kanker atau polip kolorektal.

  • Penyakit genetik. Seseorang dengan penyakit yang diturunkan dari keluarga, seperti sindrom Lynch, berisiko tinggi mengalami kanker kolorektal.

  • Radang usus. Kanker kolorektal berisiko tinggi menyerang pengidap kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.

  • Gaya hidup. Kurang olahraga, kurang asupan serat dan buah-buahan, konsumsi minuman beralkohol, obesitas atau berat badan berlebih, dan merokok meningkatkan risiko kanker kolorektal.

  • Radioterapi. Paparan radiasi pada area perut meningkatkan risiko kanker kolorektal.

  • Diabetes.

Referensi:
Medical News Today (Diakses pada 2019). Colorectal cancer: What you need to know.
American Cancer Society (Diakses pada 2019). What Is Colorectal Cancer?
National Center for Biotechnology Information (Diakses pada 2019). Colorectal Cancer.