Ketahui tentang Aerophobia dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ketahui tentang Aerophobia dan Cara Mengatasinya

Halodoc, Jakarta - Setiap orang memiliki fobianya masing-masing. Ada yang takut akan ketinggian, takut akan badut, atau takut saat berada di dalam ruang yang sempit (claustrophobia). Namun, terdapat salah satu fobia yang cukup merepotkan, apalagi jika kamu seseorang tersebut tergolong memiliki mobilitas yang tinggi. Fobia tersebut adalah ketakutan terbang dengan menggunakan pesawat atau dikenal juga sebagai aerophobia. Kondisi ini menyebabkan seseorang takut untuk naik berbagai jenis transportasi udara, seperti helikopter, pesawat terbang, balon udara, atau transportasi udara lainnya.

Terbang bisa jadi sebuah keharusan untuk beberapa orang, apalagi bila berhubungan dengan pekerjaan atau ketika harus melakukan perjalanan mudik yang harus memaksanya naik pesawat. Beberapa orang tentunya mengalami rasa cemas sebelum terbang, namun pengidap aerophobia akan merasakan cemas yang sudah masuk ke dalam permasalahan serius. Orang yang mengalami aerophobia umumnya cenderung menghindari liburan atau perjalanan apa pun dengan pesawat. 

Baca juga: Kenapa Ada Orang yang Fobia Terbang?

Lantas, Adakah Cara Mengatasi Aerophobia Melalui Tindakan Medis?

Jika seseorang sudah memiliki gejala seperti serangan panik hingga tanda-tanda stres saat menunggu jadwal keberangkatan, sebaiknya ia segera memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis dari dokter menjadi hal yang penting, terutama jika seseorang sudah memiliki gejala yang jelas seperti yang sebelumnya disebutkan. Dokter spesialis kesehatan jiwa bisa membantu mereka yang alami aerophobia untuk mengatasi ketakutan ini. Kini kamu bisa juga lho tanya dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah ini. Psikolog dan psikiater di Halodoc bisa kamu hubungi melalui Chat, Voice atau Video Call kapanpun dan dimanapun.

Umumnya psikiater akan meresepkan obat seperti 0,5-1 mg alprazolam untuk diminum setengah jam sebelum terbang. Tidak hanya itu, beberapa jenis terapi dan teknik hipnosis bisa dilakukan untuk mengurangi gejala-gejala yang muncul. Selain pengobatan, sesi terapi dengan psikolog dipercaya mengurangi ketakutan atau gejala-gejala fisik yang sering muncul sebelum atau saat terbang. 

Ada juga metode exposure therapy yang dapat diandalkan untuk mengurangi ketakutan dan kecemasan. Caranya yaitu membiasakan atau menciptakan suasana terbang naik pesawat sesering mungkin. Metode ini dapat membantu mengurangi ketakutan secara perlahan karena pembiasaan.

Baca juga: Amankah Mengatasi Fobia Naik Pesawat dengan Obat? 

Sementara itu, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketegangan saat naik pesawat, antara lain:

  • Mencari Tahu Penyebab. Umumnya orang yang mengidap aerophobia juga takut saat berada di ruangan yang sempit. Jika ini penyebabnya, maka kamu bisa memilih kursi dekat jendela supaya kamu bisa bebas melihat pemandangan luas. Jika kamu terus membayangkan akan kecelakaan, coba kelola rasa takut yang dimiliki dengan memikirkan perbandingan risiko kecelakaan pesawat yang sangat kecil. Pilih juga maskapai penerbangan yang memiliki reputasi baik dan hampir tidak pernah mengalami kecelakaan terbang. 

  • Cari Cara Menenangkan Diri. Setiap orang pasti memiliki cara tersendiri untuk menenangkan diri. Bisa dengan mendengarkan musik, mengunyah permen karet atau apa pun. Selama perjalanan kamu juga bisa memilih untuk tidur saja sehingga waktu penerbangan jadi tidak terasa.

  • Lakukan dengan Perlahan. Jika memiliki kondisi ini, maka bukan berarti kamu tidak bisa bepergian dengan pesawat. Coba untuk bepergian dengan pesawat secara perlahan-lahan. Misalnya dengan melakukan perjalanan dekat terlebih dahulu, lalu secara bertahap  mulai naik pesawat dalam jangka waktu lebih jauh dan lebih lama.

Baca juga: Hati-Hati, Fobia Bisa Sebabkan Depresi

Referensi:
Very Well. Diakses pada 2019. Aerophobia.
Healthopia. Diakses pada 2019. Aerophobia: Fear of Flying – Causes, Symptoms and Treatment.