Waspada, Ini 5 Gangguan Tubuh saat Naik Pesawat Terbang

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Waspada, Ini 5 Gangguan Tubuh saat Naik Pesawat Terbang

Halodoc, Jakarta – Perubahan tekanan, suhu, oksigen, dan kelembapan saat kita sedang terbang menggunakan pesawat ternyata bisa memengaruhi fungsi tubuh kita lho. Terlebih jika perjalanan yang ditempuh melibatkan pengalihan zona waktu, tubuh bisa alami jetlag yang bisa merusak pola tidur kamu. Lantas, apa saja pengaruh perjalanan pesawat untuk tubuh kita? Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Amankah Mengatasi Fobia Naik Pesawat dengan Obat-obatan?

1. Stres

Sebagian besar orang rentan alami stres ketika melakukan perjalanan pesawat, terlebih bagi orang baru pertama kali melakukan perjalanan ini. Ketinggian, getaran, serta guncangan rentan sebabkan stres penumpang pesawat. Ditambah jika harus duduk dengan kursi yang nyaman untuk waktu yang cukup lama.

Tentunya, hal tersebut bisa meningkatkan stress ke level yang lebih tinggi. Nah, untuk mengatasi kondisi ini, kamu bisa mengalihkan perasaan takutmu dengan mencoba tidur, makan cemilan, ataupun main game dengan mode offline.

2. Dehidrasi

Tahukah kamu, bahwa kabin pesawat terbang memiliki tingkat kelembapan yang sangat rendah. Sebab, sekitar 50 persen udara yang bersirkulasi di kabin ditarik dan setelah mencapai ketinggian tertentu, udara hampir sepenuhnya tidak lembap. Kondisi ini bisa menyebabkan tenggorokan, hidung, dan kulit terasa kering yang rentan bikin penumpang pesawat alami dehidrasi.

Biar kamu tetap terhidrasi selama perjalanan udara, jangan lupa untuk siapkan air minum ya. Selain air minum, kamu mungkin perlu membawa losion yang bisa dioleskan saat mengudara. Tetes mata juga diperlukan untuk menjaga mata tetap lembap.

3. Menurunkan Indra Perasa dan Pendengaran

Pasti kamu sudah sering mendengar bahwa sepertiga indera perasa manusia akan mati rasa saat naik pesawat. Penyebabnya adalah suhu dingin, penerangan kabin, dan tingkat stres yang tinggi. Makanan pesawat yang hambar berasal dari hasil kondisi kabin kering dan tekanan ketinggian  yang diduga menyedot rasa dari makanan. Kurangnya kelembapan dan perubahan tekanan udara kabin juga bisa memengaruhi indera pendengaran kamu lho.

4. Mengubah Tekanan Telinga

Saat tekanan di kabin berubah, tekanan udara di dalam telinga bagian dalam akan mencoba menyesuaikan dengan untuk membantu tubuh menjaga keseimbangan. Selama lepas landas dan pendaratan menimbulkan tekanan udara yang berubah dengan cepat. Akibatnya, kuping akan terasa pengang setelah lepas landas maupun pendaratan.

Baca Juga: Kenapa Ada Orang yang Fobia Terbang?

Pada situasi tersebut, kamu bisa menelan atau menguap untuk membuka tuba eustachius yang mengontrol tekanan di telinga tengah setelah lepas landas dan mendarat. Untuk meminimalkan mabuk perjalanan, pilih tempat duduk dekat jendela di atas sayap, di mana tingkat gerakannya paling rendah.

5. Perut Kembung

Perubahan tekanan juga menyebabkan gas di dalam perut dan usus mengembang, sehingga kamu mungkin merasa kembung ketika naik pesawat. Untuk mencegah kondisi ini, sebaiknya kurangi makan-makanan berminyak sebelum mengudara ya. Sebab, makanan yang digoreng bisa meningkatkan produksi gas dalam perut, sehingga kamu mudah kembung saat di pesawat.

Kalau kamu sedang tidak enak badan, sebaiknya tunda perjalanan udara yang bisa memperparah kondisi tubuhmu. Sebab, apabila tabung eustachius sudah tersumbat oleh peradangan karena pilek atau alergi, telinga mungkin sulit untuk menyamakan tekanan udara saat lepas landas dan mendarat. Hal ini berisiko menyebabkan rasa sakit dan bahkan merusak telinga.

Baca Juga: 4 Hal yang Perlu Diperhatikan Kalau Ajak Bayi Naik Pesawat


Kalau kamu merasa tidak enak badan, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Enggak perlu repot, sekarang bisa lho langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play!