• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Lansia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Lansia

Ketahui Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Lansia

5 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 April 2022

“Setelah menginjak usia lanjut, seseorang perlu melakukan beberapa tes kesehatan untuk mencegah berbagai risiko penyakit. Dengan rutin melakukan tes, maka risiko penyakit dapat dicegah atau ditangani lebih dini.”

Ketahui Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Lansia

Halodoc, Jakarta – Saat seseorang sudah memasuki usia lanjut, maka risiko berbagai masalah kesehatan juga meningkat. Nah, salah satu bentuk upaya menjaga kesehatan yang perlu dilakukan adalah melakukan tes kesehatan. Hal ini penting agar masalah kesehatan dapat dideteksi dan ditangani segera sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih parah. Nah, berikut beberapa tes kesehatan pada lansia yang perlu dilakukan!

Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Lansia

Sangat penting bagi setiap orang yang sudah memasuki lansia untuk mengetahui beberapa pemeriksaan kesehatan. Tujuannya agar tetap sehat dan mendapatkan penanganan segera jika masalah terdeteksi. Nah, berikut beberapa tes kesehatan lansia yang perlu dilakukan:

1. Pemeriksaan tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau yang dikenal juga dengan hipertensi adalah masalah kesehatan yang umum di kalangan lansia. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebesar 64 persen pria dan 69 persen wanita antara usia 65 dan 74 tahun mengalami tekanan darah tinggi.

Hipertensi sering disebut juga “silent killer” karena gejalanya tidak akan muncul sampai pada tahap yang sudah parah. Jika dibiarkan tanpa penanganan, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung. Maka dari itu, pastikan untuk mendapatkan tes kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah oleh lansia tiap setahun sekali.

2. Tes darah lipid

Tes kesehatan untuk lansia lainnya adalah tes darah. Pemeriksaan darah ini untuk mengukur kadar kolesterol dan trigliserida juga penting dilakukan untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Bila hasil tes menunjukkan kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi, dokter dapat merekomendasikan diet, perubahan gaya hidup, atau meresepkan obat-obatan untuk menguranginya.

3. Pemeriksaan kanker kolorektal

Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh di dalam kolon atau usus. Risiko kanker kolorektal akan meningkat seiring bertambahnya usia. Nah, kolonoskopi adalah sebuah tes yang mampu mendeteksi kanker ini sehingga perlu dilakukan oleh lansia. 

Dokter akan memasukkan tabung panjang dengan kamera kecil di ujung tabung ke dalam rektum untuk mendapatkan gambaran usus untuk mendeteksi polip kanker. Dengan begitu, gangguan ini bisa mendapatkan penanganan segera saat terdeteksi.

Setelah usia 50 tahun, lansia dianjurkan untuk melakukan kolonoskopi setiap 10 tahun sekali. Bila polip ditemukan atau bila kamu memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal, pemeriksaan ini perlu dilakukan lebih sering. 

4. Vaksinasi

Bukan hanya anak-anak dan orang dewasa, vaksinasi masih perlu dilakukan hingga seseorang sudah menginjak usia lanjut. Para lansia perlu membicarakan pada dokter apakah mereka perlu mendapatkan vaksinasi tertentu. Misalnya, vaksin tetanus yang harus ditambah tiap 10 tahun sekali.

5. Tes mata

American Academy of Ophthalmology menyarankan orang dewasa untuk melakukan skrining mata awal pada usia 40 tahun. Penyakit mata, seperti degenerasi makula, katarak, dan glaukoma umum terjadi seiring bertambahnya usia. 

Tes kesehatan mata pada lansia ini dapat menjaga kesehatan dan memaksimalkan penglihatan meski usia tidak muda lagi. Tanyakan pada dokter seberapa sering perlu memeriksakan mata. Bagi seseorang yang menggunakan kacamata atau lensa kontak, perlu melakukan tes mata lebih sering dibandingkan yang tidak.

6. Pemeriksaan periodontal

Kesehatan mulut menjadi sangat penting untuk diperhatikan seiring bertambahnya usia. Hal ini karena banyak orang yang lebih tua mengonsumsi obat-obatan yang dapat berdampak buruk pada kesehatan gigi. Obat-obatan tersebut, antara lain antihistamin, diuretik, dan antidepresan. 

Selain itu, penyakit gusi juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung yang menjadi alasan lain bagi lansia untuk mengunjungi dokter gigi secara teratur. Maka dari itu, pastikan untuk melakukan tes kesehatan pada lansia ini untuk mencegah segala masalah yang terjadi pada gigi dan gusi.

7. Tes pendengaran

Berkurangnya pendengaran sering kali menjadi proses alami dari penuaan. Kondisi ini kadang-kadang juga dapat disebabkan oleh infeksi atau kondisi medis lainnya. Tes pendengaran biasanya dilakukan melalui audiogram. 

Kebanyakan gangguan pendengaran dapat diobati, meski pilihan perawatan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gangguan pendengaran kamu. Maka dari itu, mendapatkan tes kesehatan ini pada lansia penting untuk rutin dilakukan.

8. Skrining kepadatan tulang

Osteoporosis adalah salah satu masalah kesehatan yang tidak boleh diabaikan, terutama untuk lansia. Pasalnya, lansia yang mengalami osteoporosis perlu segera ditangani agar terhindar dari patah tulang. Patah tulang di bagian pinggul misalnya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko cacat permanen atau kematian. Bagi wanita, tes kepadatan tulang perlu dilakukan pada usia 65 tahun. 

9. Tes diabetes

Individu yang berusia 45 tahun ke atas perlu melakukan skrining diabetes secara rutin. Hal ini berguna untuk mencegah maupun mengobati diabetes sedini mungkin. Tes diabetes umumnya menggunakan tes gula darah puasa atau tes darah A1C.

10. Mammogram

American Cancer Society menyarankan wanita yang berusia 45–54 tahun perlu menjalani pemeriksaan payudara dan skrining mammogram tahunan. Ketika telah menginjak 55 tahun, pemeriksaannya perlu dilakukan minimal dua tahun atau setiap tahun jika diperlukan.

11. Pap smear

Pemeriksaan pap smear bertujuan untuk mendeteksi kanker serviks atau vagina. Bukan itu saja, pemeriksaan panggul juga dapat membantu masalah kesehatan seperti inkontinensia atau nyeri panggul. Pemeriksaan ini sangat direkomendasikan untuk wanita yang berusia 65 tahun ke atas. 

Lansia memang terbilang lebih berisiko untuk mengalami masalah kesehatan. Maka dari itu, sangat penting untuk melakukan tes kesehatan lansia secara rutin. 

Selain itu, penting juga  untuk menjaga sistem imunitas tetap prima saat usia sudah tidak muda lagi. Yuk tingkatkan imunitas & beli vitamin di Halodoc, kamu bisa lo hemat hingga 50% saat melakukan pembelian setiap hari Selasa. Pembelian ini pasti gratis ongkir dan juga jaminan termurah, lo* (S&K berlaku). Maka dari itu, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. The Health Tests Seniors Need.
WebMD. Diakses pada 2022. Medical Tests for Your 60s and Up.
American Family Physician. Diakses pada 2022. Geriatric Screening and Preventive Care.