04 September 2018

Ketika Anak Gampang Terpengaruh Temannya, Apa yang Harus Ibu Lakukan?

anak gampang terpengaruh,  perilaku anak, pendidikan anak, psikologi anak, pola asuh orangtua

Halodoc, Jakarta – Kalau anak terpengaruh menjadi lebih baik itu artinya oragtua berhasil mendidik anak. Namun, bagaimana kalau anak malah menjadi semakin tidak bisa diatur dan meniru kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik dari temannya? Ini yang harus diwaspadai oleh ibu.

Ketika anak memasuki usia sekolah ada baiknya sejak dini orangtua mulai lebih aware dengan lingkungan pergaulan anak. Pergaulan yang buruk bisa mengubah kebiasan yang baik. Orangtua bisa saja menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang baik kepada anak di rumah, tetapi karena anak bergaul dengan teman-teman di sekolah atau lingkungan tempat tinggalnya membuat kebiasaan anak yang baik lama-lama menjadi terkikis.

Anak bisa jadi memberontak dan lebih senang menuruti apa yang dikatakan teman-temannya ketimbang orangtuanya. Ketika ibu mengalami hal ini, ada beberapa hal yang harus ibu lakukan seperti:

  1. Meminta Anak untuk Mengenalkan Teman-temannya

Cobalah untuk tidak langsung menganggap teman-teman anak memberikan pengaruh yang buruk kepada anak, sebab bisa jadi sebenarnya anak tidak terpengaruh hanya saja salah tanggap dengan perilaku teman-temannya. Bisa jadi anak sedang dalam masa pencarian jati diri jadinya menganggap semua yang dilakukan temannya itu keren, padahal mungkin saja ketika berperilaku demikian teman tersebut hanya bercanda saja tetapi anak sudah menganggapnya serius.

  1. Menanyakan Kenapa Anak Bisa Senang dengan Temannya

Coba tanya kepada anak, apa yang menyebabkan anak senang dengan teman-teman tertentu dan kerap meniru gayanya. Dengan menggali alasan serta penyebab kesenangan anak, ibu bisa menemukan fakta apa yang membuat anak gampang terpengaruh dengan teman-temannya. Bisa jadi bukan karena perilakunya melainkan pengalaman-pengalaman tertentu terkait dengan perilaku tersebut.

  1. Jelaskan Kepada Anak Kalau Perilaku Tersebut Tidak Baik

Menjelaskan kepada anak kalau perilaku tersebut tidak baik akan membuat anak memahami kalau tidak semua yang dia peroleh dari lingkungan pertemanannya adalah sesuatu yang baik. Jelaskan kepada anak alasannya serta apa yang sebaiknya dia lakukan .

  1. Buat Kesibukan Menarik di Rumah

Salah satu cara supaya anak tidak gampang terpengaruh dengan lingkungan pertemanannya adalah dengan membatasi menghabiskan waktu di luar rumah. Supaya anak bisa tetap menikmati waktu-waktunya di rumah, ibu harus menciptakan aktivitas yang menarik. Seperti menggambar bersama, bikin cupcake, membersihkan halaman, membuat pajangan-pajangan unik dari barang bekas. Jangan malah ibu sibuk bermain gadget dan meninggalkan anak dengan keasyikannya sendiri. Lama-lama anak bisa jadi bosan dan tidka betah di rumah, makanya jangan heran kalau anak lebih senang menghabiskan waktu di luar rumah ketimbang di dalam rumah. Seharusnya dari ibu sendiri yang menciptakan atmosfer rumah yang hangat dan menyenangkan dan baik untuk tumbuh kembang anak.

  1. Ajak Teman-teman Anak Bermain di Rumah

Supaya ibu bisa mengawasi perkembangan dan pergaulan anak bersama teman-temannya, ada baiknya anak bermain dengan teman-temannya di rumah. Jadi secara tidak langsung ibu bisa menginspirasi teman-teman anak menjadi anak yang lebih penurut.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai penyebab anak gampang terpengaruh temannya, pola pengasuhan yang baik seperti apa, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: