Mengidap Tinnitus, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Mengidap Tinnitus, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Halodoc, Jakarta - Tinnitus, adalah sebuah gangguan pada telinga yang menyebabkan adanya persepsi suara di kepala dan atau telinga. Persepsi suara ini tidak memiliki sumber eksternal. Mereka yang mengidap penyakit ini umumnya merasa mendengar suara seperti deringan, dengung, desis, bersiul atau suara bisingan lainnya. Sensasi tersebut bisa terjadi secara konstan atau terputus-putus dan dapat bervariasi volumenya.

Tinnitus merupakan gangguan sistem pendengaran yang bisa terjadi karena kondisi lain yang mendasarinya. Suara tersebut terdapat pada satu atau kedua telinga, atau terasa seperti ada di kepala. Sulit untuk menentukan lokasi tepatnya, mungkin bernada rendah, sedang atau tinggi dan dapat didengar sebagai suara tunggal atau sebagai banyak komponen.

Terkadang orang memiliki tinitus yang bisa seperti nada atau lagu yang akrab. Ini dikenal sebagai tinnitus musikal atau halusinasi musikal. Sementara beberapa orang lainnya bisa merasakan gangguan suara seperti bunyi yang berdetak yang selaras dengan detak jantung mereka, yang disebut tinnitus pulsatile.

Baca Juga: 3 Jenis Gangguan Telinga yang Perlu Diketahui

Apa Saja yang Bisa Menyebabkan Tinnitus?

Penyebab tinnitus yang paling umum adalah kerusakan dan hilangnya sel-sel rambut sensorik kecil di koklea telinga bagian dalam. Hal ini cenderung terjadi seiring bertambahnya usia seseorang. Kondisi ini bisa terjadi pada orang muda yang sering terkena paparan suara yang terlalu keras. Tinnitus dapat terjadi bersamaan dengan kehilangan pendengaran.

Hilangnya sensoris dari frekuensi suara tertentu menyebabkan perubahan dalam cara otak memproses suara. Ketika otak menerima rangsangan eksternal yang lebih sedikit di sekitar frekuensi tertentu, otak mulai beradaptasi dan berubah. Tinnitus merupakan cara otak untuk mengisi frekuensi suara yang hilang yang tidak lagi ia terima dari sistem pendengarannya sendiri.

Selain itu, beberapa obat seperti aspirin, ibuprofen, antibiotik tertentu, dan diuretik dapat menjadi "ototoxic." Mereka menyebabkan kerusakan pada telinga bagian dalam, mengakibatkan tinitus. Kemungkinan penyebab lainnya adalah:

  • Cedera kepala dan leher.

  • Infeksi telinga.

  • Benda asing atau kotoran telinga menyentuh gendang telinga.

  • Masalah tuba eustachius (telinga tengah).

  • Gangguan sendi temporomandibular (TMJ).

  • Pengerasan tulang telinga bagian tengah.

  • Cedera otak traumatis.

  • Penyakit kardiovaskular.

  • Diabetes.

Jika benda asing atau kotoran telinga menyebabkan tinnitus, mengeluarkan benda atau lilin sering membuat tinitus hilang.

Yang Terjadi Saat Mengalami Tinnitus

Mereka yang mengalami tinnitus dan tidak mendapatkan perawatan maka secara signifikan mengalami gangguan kualitas hidup. Meskipun ini mempengaruhi orang secara berbeda, namun saat tinnitus terjadi, mungkin kamu juga merasakan gangguan kesehatan lain, misalnya:

  • Kelelahan.

  • Tertekan.

  • Gangguan tidur karena tinnitus tersebut bisa saja terjadi saat malam hari.

  • Kesulitan berkonsentrasi.

  • Masalah memori.

  • Depresi.

  • Kecemasan dan lekas marah.

Baca Juga: 4 Kebiasaan Buruk Penyebab Tinnitus

Pengobatan Tinnitus

Langkah pertama untuk mengobati penyakit ini adalah dengan mengatasi yang menjadi penyebabnya. Langkah perawatan tersebut melibatkan beberapa hal, misalnya:

  • Perawatan guna mengatasi infeksi telinga.

  • Penghentian semua obat ototoxic.

  • Mengobati masalah sendi temporomandibular (TMJ), yang memengaruhi sendi antara tulang rahang dan tulang pipi.

  • Perlu diketahui bahwa ternyata tidak ada obat untuk kebanyakan kasus tinnitus. Kebanyakan orang menjadi terbiasa dan belajar untuk menghilangkannya. Ketika perawatan ini berhasil, maka seseorang juga akan merasakan manfaat lainnya seperti terbebas dari insomnia, kecemasan, kesulitan pendengaran, isolasi sosial, dan depresi. Pengobatan tinnitus juga akan meningkatkan kualitas hidup pengidapnya.

  • Berikut adalah beberapa hal lain yang dilakukan seseorang untuk mengelola tinitus dan dampaknya.

  • Terapi suara menggunakan kebisingan eksternal untuk menutupi persepsi individu tentang tinnitus. Musik latar tingkat rendah, white noise, atau pelindung telinga khusus dapat membantu. Pilihan suara harus menyenangkan bagi individu.

  • Menggunakan alat bantu dengar adalah jenis terapi suara yang umum. Mereka memperkuat suara lingkungan dan mengarahkan perhatian bukan pada suara-suara yang dihasilkan oleh kondisi tinnitus.

Baca Juga: Harus Tahu Fakta Mengenai Tinnitus Retraining Therapy

Apabila tinnitus yang kamu alami benar-benar mengganggu aktivitasmu, maka segera periksakan diri ke dokter. Dengan melakukan penanganan yang tepat di rumah sakit, maka hal ini bisa meminimalisir risiko. Kini kamu juga bisa pilih dan membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc. Praktis, bukan? Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!