Ketika Musim Hujan Tiba, Waspadai Penyakit Pes dengan Kenali Gejalanya

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
gejala penyakit pes

Halodoc, Jakarta - Ketika musim hujan datang, otomatis cuaca akan menjadi lebih sejuk dan terasa nyaman. Meski cuaca akan menjadi sangat nyaman pada musim penghujan, ada sederet penyakit yang mengintai di balik itu. Maklum saja, karena saat peralihan musim kemarau ke penghujan ini, baik alam maupun tubuh akan kembali menyesuaikan perubahan yang terjadi. Tidak semua orang memiliki sistem imunitas yang baik untuk menghadapi perubahan ini. Penyakit pes merupakan salah satu penyakit yang perlu kamu waspadai ketika musim peralihan datang. Ini gejala yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Kenali 3 Jenis Penyakit Pes yang Perlu Diketahui

Penyakit Pes, Infeksi Bakteri Yersinia Pestis

Ya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama Yersinia Pestis. Bakteri ini akan ditularkan melalui gigitan hewan pengerat seperti tikus yang telah terinfeksi bakteri tersebut.

Waspadai Penyakit Pes dengan Gejala Berikut Ini

Gejala umum pada seseorang yang terinfeksi bakteri penyebab pes adalah mengalami demam secara mendadak, terdapat bercak hitam pada kulit, dan mengalami pembesaran kelenjar getah bening. Tanda dan gejala pada pes akan tergantung dari jenis pes yang dialami dan biasanya gejala akan berlangsung selama 2-6 hari. Jenis-jenis penyakit pes tersebut, antara lain:

  1. Pneumonia plague, yaitu pes yang terjadi pada aliran darah.  Pes jenis ini bisa terjadi jika bakteri sudah menyerang paru-paru. Pes jenis ini bahkan bisa ditularkan hanya dengan batuk. Gejala meliputi sakit kepala, demam tinggi, mual dan muntah, badan lemas, batuk atau lendir yang berdarah, sesak napas, serta nyeri dada. Gejala pada pes jenis ini akan berkembang dengan sangat cepat dan menyebabkan kesulitan dalam bernapas. Kondisi ini dapat berakibat fatal bagi pengidapnya jika tidak segera ditangani dengan baik.

  2. Septicemic plague, yaitu pes yang terjadi pada paru-paru. Kondisi ini merupakan tingkat lanjut ketika bakteri sudah memasuki aliran darah dan tidak segera mendapatkan penanganan. Gejala meliputi lemas luar biasa, demam disertai menggigil, nyeri perut yang disertai diare, mual dan muntah, kulit yang menghitam akibat matinya jaringan, serta pendarahan yang keluar dari mulut, hidung, dan dubur.

  3. Bubonic plague, yaitu pes yang terjadi pada sistem limfatik. Pes ini merupakan jenis yang paling umum dan bisa menular melalui kutu atau tikus yang telah terinfeksi. Pada jenis ini, bakteri akan menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan peradangan. Gejala meliputi badan terasa lemas, nyeri otot, demam disertai menggigil, sakit kepala, kejang, serta munculnya bengkak pada selangkangan, pangkal paha, ketiak, dan leher.

Baca juga: Cara Mencegah dan Mengobati Penyakit Pes

Enggak Mau Tertular, Ini Langkah Pencegahan pada Penyakit Pes

Perantara pembawa penyakit pes bisa dengan sangat mudah ditemui di lingkungan sekitar, termasuk kutu pada hewan peliharaan. Untuk itu, langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah:

  1. Mencuci tangan sesering mungkin, apalagi setelah memegang hewan peliharaan.

  2. Jika hewan diduga telah terinfeksi, jangan lupa untuk selalu menjaga jarak agar tidak tertular.

  3. Jaga kebersihan rumah dan hewan peliharaan dari tikus dan kutu yang merupakan perantara penyakit ini.

Baca juga: Inilah Penyebab dan Faktor Risiko Penyakit Pes

Jika kamu ingin berdiskusi seputar masalah kesehatan tubuhmu, Halodoc bisa jadi solusinya. Dengan aplikasi Halodoc, kamu bisa ngobrol langsung dengan dokter ahli di mana pun dan kapan pun via Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat di Halodoc, lho. Tanpa perlu keluar rumah, pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang di Google Play atau App Store!