Ketombe Berulang, Ini Bahaya untuk Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ketombe Berulang, Ini Bahaya untuk Kulit Kepala

Halodoc, Jakarta – Memiliki rambut dan kulit kepala yang sehat menjadi dambaan semua orang. Tidak hanya terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, kesehatan rambut dan kulit kepala yang terjaga dengan baik dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri seseorang. Jadi, tidak ada salahnya untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan rambut maupun kulit kepala.

Baca juga: Mitos dan Fakta Unik Rambut dan Ketombe

Ada berbagai gangguan kesehatan yang dapat dialami akibat kurangnya menjaga kebersihan kulit kepala serta rambut, salah satunya adalah ketombe. Ketombe umumnya disebabkan pertumbuhan dan kerontokan sel kulit mati yang terlalu cepat. Kondisi ini menyebabkan munculnya serpihan kulit kepala yang berwarna putih atau keabuan. Jika tidak diatasi, bahaya ketombe berulang dapat dialami pada kulit kepala.

Apakah Ketombe Berbahaya bagi Kulit Kepala?

Sebenarnya ketombe bukan hal yang membahayakan. Ketombe umum terjadi dan dapat diatasi dengan berbagai hal sederhana. Namun, meskipun tidak membahayakan, ketombe yang terjadi secara berulang dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang yang menimbulkan gangguan pada kesehatan mental.

Ada beberapa gejala yang bisa dialami ketika memiliki kulit kepala yang berketombe. Dilansir dari National Health Service UK, kulit kepala yang berketombe dapat menyebabkan pengidapnya terasa gatal pada area kulit kepala yang berketombe. Tidak hanya itu, kulit terasa bersisik dan muncul ruam kemerahan pada area kulit kepala yang berketombe.

Selain itu, muncul serpihan dari kulit kepala yang berwarna keabuan atau putih. Serpihan umumnya dapat terlihat pada helaian rambut. Tidak jarang, serpihan kulit kepala yang banyak dapat mengotori area bahu baju yang kamu gunakan.

Ketombe yang tidak parah dapat diatasi dengan penggunaan sampo anti ketombe. Tidak hanya itu, kamu juga bisa menggunakan bahan-bahan alami seperti alpukat atau lidah buaya untuk masker rambut. Namun, segera kunjungi rumah sakit terdekat dan periksakan kesehatan kulit kepala pada dokter jika kamu mengalami kulit kepala alami pembengkakan, penggunaan sampo tidak memengaruhi kondisi ketombe, kulit kepala semakin gatal, dan ketombe yang muncul semakin parah.

Baca juga: Adakah Cara Ampuh Menghilangkan Ketombe?

Munculnya ketombe secara berulang dapat menjadi beberapa tanda gangguan kesehatan yang membahayakan, salah satunya adalah dermatitis seboroik. Dermatitis seboroik adalah gangguan kesehatan yang menyerang kulit, salah satunya adalah kulit kepala. Dermatitis seboroik dapat sebabkan kulit kepala mengalami kemerahan, bersisik, dan dapat menyebabkan serpihan kulit mati atau ketombe.

Ketombe berulang juga dapat disebabkan tinea capitis atau yang dikenal dengan ringworm. Gangguan kesehatan ini disebabkan oleh jamur dermatofit pada kulit kepala dan batang rambut. Kulit kepala pengidap tinea capitis dapat mengalami kulit kepala yang bersisik yang disertai kerontokan rambut. Tidak hanya itu, kulit kepala dapat memiliki kerak dengan nanah dalam satu lokasi atau menyebar.

Benarkah Stres Sebabkan Ketombe?

Selain adanya gangguan kesehatan, stres juga meningkatkan risiko seseorang memiliki ketombe. Dilansir dari Healthline, stres bisa menjadi pemicu ketombe. Hal ini disebabkan imun tubuh yang menurun ketika kamu memiliki tingkat stres yang cukup tinggi. 

Tidak ada salahnya untuk mengatasi stres yang kamu alami hingga menyebabkan ketombe pada kulit kepala. Selain mengatasi stres, konsumsi makanan sehat yang banyak mengandung zinc, vitamin B, dan beberapa vitamin untuk membuat kulit kepala dan rambut menjadi sehat. 

Baca juga: Benarkah Ketombe Menjadi Pertanda Alami Stres?

Jangan lupa untuk sering menyisir rambut dan biarkan rambut sesekali terkena sinar matahari. Sinar matahari dapat menjadi sumber alami untuk mengontrol kulit kepala dan ketombe. Namun, jangan lupa gunakan sunscreen pada wajah maupun tubuh lainnya agar terhindar dari gangguan kesehatan pada kulit.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dandruff
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Ringworm
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Dandruff
Healthline. Diakses pada 2020. Dandruff: What Your Itchy Scalp Is Trying to Tell You