Benarkah Ketombe Menjadi Pertanda Alami Stres?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Benarkah Ketombe Menjadi Pertanda Alami Stres?

Halodoc, Jakarta – Serpihan dan kulit kepala bersisik yang gatal adalah gejala utama ketombe. Serpihan putih berminyak biasanya menumpuk di rambut dan di bahu dan sering memburuk ketika udaranya kering.

Ada beberapa penyebab ketombe bisa muncul, seperti kulit yang teriritasi dan berminyak, yaitu suatu kondisi yang juga dikenal sebagai dermatitis seboroik (bentuk ketombe yang lebih parah), tidak cukup keramas yang menyebabkan sel-sel kulit menumpuk dan membuat serpihan dan gatal, ragi disebut malassezia yang memperburuk kulit kepala dan menyebabkan pertumbuhan sel kulit berlebih.

Berbagai produk perawatan pribadi dapat menyebabkan dermatitis kontak, yang membuat kulit kepala merah dan gatal. Laki-laki lebih sering mengembangkan ketombe ketimbang perempuan. Orang yang cenderung memiliki rambut yang berminyak atau hidup dengan penyakit tertentu (seperti, penyakit Parkinson atau HIV) juga berisiko lebih tinggi. Kamu mungkin sudah mulai memperhatikan gejala di sekitar pubertas, namun ketombe dapat berkembang pada usia berapa pun.

Baca juga: Ketombe atau Dermatitis Seboroik? Ketahui Bedanya

Salah satu penyebab ketombe juga bisa karena stres. Sejatinya, stres dapat memperburuk kondisi ketombe untuk beberapa orang. Stres dapat berkembang dan berhubungan dengan kulit kepala ketika sistem kekebalan tubuh terganggu.

Mencoba rileks dan melakukan aktivitas yang dapat menenangkan pikiran, seperti yoga ataupun olahraga dapat membantu menangani stres yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan kulit kepala.

Sebenarnya stres tidak menyebabkan ketombe, namun dapat memperburuk masalah ketombe yang ada dan membuatnya tampak lebih parah. Ketombe sendiri disebabkan oleh mikroba yang muncul secara alami, yaitu Malassezia globosa, yang selalu ada di kulit kepala. Kehadirannya tidak dipengaruhi oleh stres.

Tapi, stres melemahkan pertahanan alami tubuh, sehingga lebih sulit bagi tubuh untuk menghadapi kehadiran Malassezia globosa dan iritasi kulit kepala. Kamu mungkin memperhatikan bahwa gejala ketombe (kekeringan, serpihan, dan gatal) menjadi lebih banyak masalah ketika sedang stres.

Baca juga: Selain Ketombe, Ternyata Ini Penyebab Kulit Kepala Gatal

Perawatan untuk Kulit Kepala

Kulit kepala yang kering cenderung mengelupas dan gatal, sehingga menyebabkan munculnya serpihan-serpihan ketombe. Mengembalikan kelembapan ke kulit kepala dapat membantu mengatasi rasa gatal. Pelembap terbaik mungkin sudah ada di rak dapur kamu. Minyak kelapa memiliki sifat melembapkan dan antibakteri menjadikannya pilihan yang bagus dan alami untuk mengatasi kekeringan.

Keramas yang cukup sering bisa menjaga minyak tetap awet dan membantu mengatasi gejala ketombe. Saat kamu melakukannya, cobalah untuk menahan keinginan untuk menggaruk kulit kepala.

Rasa gatal pada awalnya disebabkan oleh iritasi akibat ketombe, namun menggaruk akan meningkatkan iritasi dan menyebabkan lingkaran setan. Menggunakan terlalu banyak produk di rambut dapat mengiritasi kulit kepala dan menyebabkan lebih banyak gatal.

Baca juga: 5 Olahraga yang Efektif Redakan Stres

Banyak kasus ketombe dapat ditangani secara efektif dengan sampo dan dibarengi dengan perubahan gaya hidup sehat. Karena itu, ketombe bukan satu-satunya alasan kamu mungkin memiliki kulit kepala yang gatal. Jika ketombe sangat keras kepala atau gatal, kamu mungkin menderita psoriasis, eksim, atau infeksi jamur yang sebenarnya.

Jika gatal tidak kunjung reda atau kulit kepala malah menjadi merah atau bengkak, ada baiknya untuk menanyakan langsung ke dokter. Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai hubungan ketombe dan stres, serta cara menangani ketombe, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.