Kira-Kira, Mulai Umur Berapa Anak Boleh Berpuasa?

Kira-Kira, Mulai Umur Berapa Anak Boleh Berpuasa?

Halodoc, Jakarta – Puasa sebenarnya adalah ibadah yang diwajibkan bagi setiap umat Islam yang sudah balig atau sudah melewati masa puber. Namun, ada juga beberapa orangtua yang sudah melatih anaknya untuk berpuasa sejak usia dini. Ini dilakukan untuk membiasakan anak berpuasa, sehingga nanti ketika sudah besar, ia akan kuat menjalani puasa penuh di bulan Ramadan.

Di sisi lain, ada sebagian orangtua yang malah tidak tega membiarkan anaknya yang masih kecil berpuasa. Mereka merasa khawatir bila Si Kecil menjadi lemas dan sakit lantaran harus menahan haus dan lapar. Nah, sebenarnya umur berapa sih anak boleh berpuasa? Biar ibu enggak bingung, cari tahu jawabannya di sini.

Pada dasarnya, ibu sudah bisa mulai mengajari anak berpuasa sejak ia berusia 4 tahun. Namun perlu dicatat, usia ini sebaiknya jangan dijadikan tolak ukur untuk mengharuskan anak berpuasa. Ini karena setiap anak memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda.

Untuk menilai apakah anak sudah mampu berpuasa atau tidak, ibu dianjurkan untuk memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak yang sekarang. Apakah Si Kecil memiliki berat badan yang normal? Bagaimana dengan perkembangannya? Apakah perkembangan Si Kecil sama seperti teman-teman sebayanya?

Bila Si Kecil memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang normal, boleh-boleh saja ibu memintanya untuk coba mulai menjalankan ibadah puasa. Namun, bila anak ibu memiliki tubuh yang kurus dan kecil, serta berat badannya di bawah standar normal, maka sebaiknya jangan paksa anak untuk berpuasa.

Bagaimanapun juga, anak yang belum puber tidak wajib untuk berpuasa. Usia anak untuk mulai bisa berpuasa tampaknya bisa berbeda-beda yang tergantung kemampuan anak masing-masing. Bicarakan juga dengan dokter gizi sebelum ibu meminta anak untuk berpuasa.

Meski demikian, ibu juga tidak perlu khawatir untuk melatih anak untuk berpuasa. Berpuasa bisa memberi dampak yang positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Beberapa ahli meyakini bahwa puasa bisa meningkatkan hormon pertumbuhan dan daya tahan tubuh anak. Secara psikologis, berpuasa dapat membuat anak memiliki pola hidup yang disiplin, sabar, mau berbagi, dan mengendalikan diri.

Baca juga: Anak Enggak Boleh Puasa? Inilah 5 Manfaat Puasa Untuknya

Namun yang perlu ibu ingat, bila ingin meminta anak untuk berpuasa adalah penuhi kebutuhan gizi tubuhnya. Anak-anak sangat membutuhkan gizi yang cukup untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya yang sedang berlangsung sangat cepat.

Bila asupan gizi anak berkurang pada masa ini, mungkin saja tumbuh kembangnya bisa terganggu. Karena itu, berikanlah Si Kecil berbagai macam makanan yang kaya gizi untuk sahur dan buka puasanya.

Baca juga: 3 Nutrisi yang Harus Dipenuhi Saat Anak Belajar Puasa

Ibu juga bisa mengajarkan Si Kecil berpuasa secara bertahap, mulai dari puasa setengah hari sampai puasa sehari penuh, agar anak tidak terkejut dengan perubahan pola makan saat puasa.

Selain memperhatikan asupan gizinya, ibu juga perlu memperhatikan waktu tidur anak. Sebaiknya anak tidur pada siang hari karena bila ia menghabiskan waktunya di siang hari dengan bermain, karena dikhawatirkan Si Kecil akan kehabisan energi dan tidak kuat untuk berpuasa. Pada malam hari, biasakan agar anak tidak tidur terlalu larut agar ia bisa bangun untuk makan sahur.

Baca juga: Lakukan 6 Hal Ini Agar Anak Tidak Tidur Larut Malam

Bila ibu ingin minta saran kesehatan tentang mengajarkan anak berpuasa, tanyakan saja langsung ke ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.