• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kisah Cinta Tak Indah karena Anosmia, Bisakah?

Kisah Cinta Tak Indah karena Anosmia, Bisakah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kisah Cinta Tak Indah karena Anosmia, Bisakah?

“Kemampuan mengenali bau nyatanya penting dalam hubungan sosial, khususnya hubungan percintaan. Banyak wanita maupun pria yang mengalami anosmia merasa kurang percaya diri untuk membangun hubungan asmara.”

 

Halodoc, Jakarta – Anosmia adalah gangguan pada indra penciuman yang membuat si pengidap tidak bisa mengenal atau mencium bau. Gangguan ini terjadi pada saluran hidung. Berdasarkan pengertian anosmia, pengidapnya sama sekali tidak bisa mengenali bau.

 

Ketidakmampuan mengenali bau atau anosmia ini berpengaruh terhadap hubungan asmara atau kisan percintaan pengidapnya. Benarkah demikian? Sebuah temuan yang dipublikasikan di jurnal Biological Psychology menemukan bahwa pria dengan gangguan indra penciuman memiliki kekasih lebih sedikit dibanding pria lain. Begitupun jika dialami oleh wanita. 


Baca juga: 7 Gangguan Hidung yang Perlu Kamu Ketahui

 

Hubungan Anosmia dengan Kisah Percintaan Seseorang

 

Wanita atau pria dengan gangguan penciuman sering merasa tidak nyaman dengan hubungan percintaan yang sedang mereka jalin. Hal ini bisa terjadi karena gangguan indra penciuman membuat mereka menjadi melewatkan banyak sinyal emosi yang disampaikan lewat bau. 

 

Padahal, ada banyak sinyal sosial yang disampaikan lewat bau. Akibatnya, mereka yang tidak bisa mengenal bau atau mengidap anosmia bisa mengalami depresi lalu menarik diri dari lingkungan pergaulan. Anosmia membuat para pengidap merasa canggung secara sosial atau malah cenderung menjadi tidak percaya diri, begitupun saat mencari pasangan. 

Para pengidap anosmia tidak mengetahui apakah mereka memiliki bau mulut, bau ketiak, bau badan, atau tinggal di sebuah tempat yang berbau tidak menyenangkan. Ketidaktahuan ini bisa membuat pengidap anosmia menjadi merasa tidak aman, yang bisa meluas kepada persoalan asmara.

 

Mengatasi kekhawatiran ini, para pengidap anosmia bisa membangun kebiasaan atau rutinitas tertentu, seperti mandi rutin dua kali sehari, sikat gigi tiga kali sehari, dan berbagai kebiasaan baik lainnya agar terhindar dari bau badan. 

 

Baca juga: Hidung Tersumbat, Gejala Sinusitis yang Mirip dengan Flu

 

Seperti Apa Hidup Tanpa Bau


Perlu dipahami, sinyal sosial dapat ditransmisikan oleh hidung. Dengan adanya anosmia maka seseorang akan kehilangan isyarat itu, seseorang dengan anosmia akan merasa lebih canggung secara sosial. Akibatnya, pria atau wanita merasa tidak percaya diri untuk mencari pasangan baru atau menjalani hubungan percintaan. 

 

Bagi wanita, kondisi ini menjadi kecemasan sosial yang bisa diterjemahkan ke dalam hubungan yang tidak aman. Gagasan bahwa anosmia kehilangan isyarat sosial yang halus bisa dibilang tidak terlalu mengada-ada. Setiap makhluk sosial, tanpa disadari bisa bertukar lebih banyak informasi melalui bau badan.

 

Secara umum, orang yang mengidap anosmia lebih tidak aman dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak tahu apakah memiliki bau mulut, ketiak yang bau, minum susu busuk, atau tinggal di lingkungan yang bau. Terus-menerus mempertanyakan apakah kamu memiliki bau tidak enak membuat seseorang merasa tidak aman. Hal itu bisa meluas pada kehidupan percintaan. 

Baca juga: Inilah yang Terjadi saat Indra Penciuman Hilang


Mengobati Anosmia Sesuai dengan Penyebabnya


Cara mengobati anosmia pada dasarnya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, anosmia disebabkan oleh infeksi virus, maka pengobatannya bisa melalui terapi dengan dekongestan. Terapi ini bertujuan untuk melancarkan pernapasan. 


Selain itu, andaikan anosmia disebabkan oleh infeksi bakteri, pengobatannya lain lagi. Dokter akan memberikan terapi antibiotik. Bagaimana bila anosmia disebabkan oleh gangguan obstruksi akibat polip? Dalam kasus ini, kemungkinan diperlukan tindakan pengangkatan polip, jika obat-obatan tidak membuahkan hasil. 


Di samping itu, bila anosmia disebabkan trauma kepala atau kerusakan saraf penghidu, gangguan neurodegeneratif, atau bawaan lahir, ada beberapa upaya yang perlu diperhatikan. Misalnya, memasang alarm tanda kebakaran atau alat pendeteksi kebocoran gas, sebagai tindakan pencegahan terjadinya bahaya. 


Ada pula beberapa cara mengobati anosmia lainnya, seperti:

  • Operasi perbaikan rongga hidung.
  • Pembedahan endoskopik sinus untuk membersihkan sinus (penyebab anosmia) dari peradangan.
  • Pemberian antihistamin untuk meredakan anosmia akibat alergi.
  • Pembersihan rongga hidung.


Jika kamu mencurigai memiliki gangguan anosmia, cobalah untuk diskusikan gejalanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Bila perlu buat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit terbaik melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

 

Referensi:
Huffpost. Diakses pada 2021. Anosmia: No Sense Of Smell Linked to Relationship, Sex Problems.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Symptoms. Loss of Smell.  
National Institutes of Health - Medlineplus. Diakses pada 2021. Smell Impaired.
NHS Choices UK. Diakses pada 2021. Health A-Z. Anosmia.