Ini Komplikasi yang Terjadi Akibat Perdarahan Postpartum

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Ini Komplikasi yang Terjadi Akibat Perdarahan Postpartum

Halodoc, Jakarta - Perdarahan yang terjadi pasca melahirkan adalah hal yang wajar, dan kondisi ini disebut lokia. Perdarahan ini terjadi akibat runtuhnya jaringan rahim yang terbentuk saat hamil. Perdarahan ini umumnya berlangsung selama empat hingga enam minggu, atau lebih umum disebut masa nifas. Namun, perdarahan yang abnormal bisa juga terjadi, yang dikenal dengan perdarahan postpartum. Wanita yang mengalaminya wajib mewaspadainya karena komplikasi perdarahan postpartum bisa membahayakan. 

Perdarahan postpartum ditandai dengan keluarnya darah yang melebihi 500 mililiter atau 1000 cc usai bersalin melalui tindakan operasi Caesar. Kondisi ini wajib segera mendapatkan penanganan, pasalnya komplikasi perdarahan postpartum yang membahayakan ibu baru melahirkan. Mulai dari syok hipovolemik, gumpalan darah dan perdarahan terjadi di saat yang bersamaan, gagal ginjal akut, acute respiratory distress syndrome, bahkan kematian.

Baca Juga: Kenali Pemeriksaan untuk Deteksi Perdarahan Postpartum

Apa yang Menyebabkan Seorang Ibu Mengalami Perdarahan Postpartum?

Kondisi ini terjadi akibat otot rahim yang lemas (atonia uteri). Tidak hanya itu, beberapa hal lain juga memicu perdarahan, seperti retensi plasenta, luka robek pada rahim, leher rahim atau vagina, peradangan pada rahim (endometritis), dan gangguan pembekuan darah. 

Sementara itu, beberapa faktor bisa memperbesar kemungkinan seorang wanita alami perdarahan postpartum, yakni: 

  • Usia lebih dari 40 tahun; 

  • Memiliki riwayat perdarahan pada kehamilan sebelumnya;

  • Melahirkan bayi kembar;

  • Mengalami plasenta previa;

  • Preeklamsia;

  • Selama hamil kerap mengalami anemia;

  • Persalinan dengan operasi Caesar;

  • Persalinan dengan induksi;

  • Proses persalinan yang lama, seperti lebih dari 12 jam;

  • Berat badan bayi yang lahir melebihi 4 kilogram.

Perdarahan postpartum bisa dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas. Untuk itu, pastikan kamu selalu memeriksakan kehamilan dengan rutin. Kamu tidak perlu antre di rumah sakit karena kini kamu bisa membuat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit pilihan kamu. Caranya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Mudah, kan?

Baca Juga: 4 Penyebab Perdarahan Berat Usai Melahirkan 

Apa Gejala yang Dialami saat Alami Perdarahan Postpartum?

Gejala yang muncul adalah perdarahan hebat yang terus menerus keluar dari vagina setelah persalinan yang membuat wanita harus sering ganti pembalut. Tidak hanya itu, seorang wanita bisa mengeluarkan bekuan darah yang berukuran lebih besar dari bola golf.

Saat mengalaminya, ia bisa merasa pusing, ingin pingsan, lemas, jantung berdebar, sesak napas, kulit lembab, gelisah, atau bingung. Jika perdarahan hebat ini terjadi 24 jam setelah melahirkan maka gejalanya bisa meliputi demam, nyeri perut, lokia berbau menyengat, nyeri panggul, atau nyeri saat buang air kecil.

Bagaimana Cara Mengatasi Perdarahan Postpartum?

Apabila perdarahan postpartum terjadi akibat buruknya kontraksi rahim, maka dokter memberikan suntikan untuk membantu kontraksi rahim. Dokter juga dapat memijat perut untuk membantu kontraksi. Apabila langkah-langkah tersebut tidak bekerja, obat-obatan dapat diberikan untuk membantu rahim berkontraksi.

Pada kondisi yang jarang terjadi, histerektomi bisa dilakukan. Perdarahan akibat plasenta yang tertahan diatasi dengan mengangkat sisa plasenta secara manual melalui vagina. Apabila kehilangan darah disebabkan oleh robekan pada serviks atau vagina, akan dilakukan penjahitan. Jika perdarahan postpartum akhir merupakan akibat infeksi, antibiotik bisa diresepkan. Operasi juga dapat diperlukan untuk memeriksa rahim dan mengangkat sisa plasenta. Kehilangan darah akibat perdarahan postpartum harus diganti dengan transfusi darah.

Baca Juga: Kehamilan di Usia Tua Berisiko Alami Perdarahan Postpartum

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Is Pospartum Bleeding Normal? 
Babycenter. Diakses pada 2019. Postpartum: Late Haemorrhage.