Sulit Buang Air Kecil, Segera Lakukan Pemeriksaan Uroflowmetri

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
susah buang air kecil

Halodoc, Jakarta - Pemeriksaan uroflowmetri merupakan pemeriksaan yang dilakukan guna mengetahui jumlah dan kecepatan tingkat aliran urine dalam satuan waktu. Pemeriksaan ini juga digunakan guna mengetahui berbagai kelainan dan mendeteksi adanya masalah pada saluran kemih, seperti sulit buang air kecil.

Baca juga: Susah Buang Air Kecil, Mungkin Kena Penyakit Ini

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan Uroflowmetri?

Dengan melakukan serangkaian pemeriksaan uroflowmetri, akan diketahui berbagai gejala kesehatan yang bisa diprediksi lebih awal. Pemeriksaan ini ditujukan bagi seseorang yang mengalami masalah proses pembuangan urine dan gejala lain yang terjadi pada kandung kemih, seperti sulit buang air kecil. Selain itu, pemeriksaan uroflowmetri ditujukan bagi orang-orang yang memiliki beberapa penyakit, seperti:

  • Kanker Prostat

Kanker prostat merupakan pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali dalam kelenjar prostat. Prostat sendiri merupakan kelenjar kecil di panggul pria yang merupakan bagian dari sistem reproduksi. Prostat berada di bawah kandung kemih, di depan rektum.

Seseorang dengan kanker prostat dapat ditandai dengan gejala, seperti adanya darah dalam urine atau air mani, sering buang air kecil, merasa kandung kemih selalu penuh, berkurangnya tekanan saat mengeluarkan urine berkurang, dan adanya sensasi rasa nyeri atau panas pada Mr P saat buang air kecil atau ejakulasi.

  • Kanker Kandung Kemih

Kanker kandung kemih merupakan tumor ganas yang terjadi dalam kandung kemih. Kandung kemih sendiri merupakan organ yang berfungsi menampung urine sebelum disalurkan keluar tubuh saat buang air kecil. Jenis kanker ini bisa saja berkembang jauh ke dalam lapisan otot kandung kemih, serta dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Gejala pada pengidap kanker kandung kemih ditandai dengan sakit punggung, buang air kecil yang disertai dengan darah, sensasi rasa terbakar saat buang air kecil, tersendatnya aliran urine, serta frekuensi buang air kecil berubah, bisa lebih sedikit atau lebih banyak.

Baca juga: Sakit saat Buang Air Kecil, Mungkin 4 Hal Ini Penyebabnya

  • Melemahnya Otot di Kandung Kemih

Lemahnya kandung kemih dapat menyebabkan kebocoran urine. Kondisi ini disebut dengan inkontinensia, yang dapat disebabkan oleh uretra yang stres. Lemahnya otot di kandung kemih bisa terjadi karena otot-otot uretra yang berfungsi untuk membuka dan menutup uretra telah kehilangan kekuatannya.

Ini Bahaya dari Pemeriksaan Uroflowmetri

Uroflowmetri relatif aman digunakan karena tidak memiliki efek samping yang signifikan, karena material radioaktif yang digunakan dalam jumlah sedikit dan aman. Peserta hanya akan merasa tidak nyaman saat cairan dimasukkan ke dalam urinary blender menggunakan uretra.

Rasa sakit hanya akan terjadi saat pemasangan dan pelepasan kateter, tetapi rasa sakit akan cepat menghilang. Dengan dipasangkannya alat ini, warna urine akan terlihat merah muda karena pendarahan saat memasukkan dan mengeluarkan kateter. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, beberapa peserta bisa saja mengalami infeksi saluran kemih.

Baca juga: 8 Fakta tentang Batu Kandung Kemih yang Bikin Susah ke Toilet

Kamu punya masalah dengan proses pembuangan urine dan gejala lain yang terjadi pada kandung kemih? Lebih baik lakukan pemeriksaan ini. Nah, sebelum melakukannya, ada baiknya kamu pelajari dengan jelas prosedur-prosedur apa yang akan kamu jalani. Dalam hal ini, kamu bisa berdiskusi dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!