30 January 2019

Kondisi Kesehatan Ini Bisa Diketahui Lewat CT SCAN

Kondisi Kesehatan Ini Bisa Diketahui Lewat CT SCAN

Halodoc, Jakarta –  Pemindaian computed tomography (CT) adalah prosedur pencitraan medis yang menggunakan sinar-x dan teknologi komputer digital untuk membuat gambar tubuh dua atau tiga dimensi yang terperinci. Tidak seperti bentuk pencitraan medis lainnya, CT scan dapat membuat gambar dari setiap jenis struktur tubuh sekaligus, termasuk tulang, pembuluh darah dan jaringan lunak.

Berbagai kondisi kesehatan yang bisa diketahui lewat CT scan:

  1. Penilaian struktur atau bentuk bagian tubuh.

  2. Diagnosis penyakit, terutama kanker walaupun tidak semua kanker bisa dideteksi dengan CT scan.

  3. Diagnosis trauma atau cedera.

  4. Diagnosis penyakit pembuluh darah.

  5. Bantuan untuk merencanakan operasi tertentu.

  6. Bantuan untuk perencanaan radioterapi.

  7. Bantuan visual untuk administrasi radioterapi.

  8. Bantuan visual untuk prosedur intervensi tertentu (masuk ke dalam tubuh), seperti biopsi atau aspirasi jarum.

Baca juga: Ini yang Terjadi Setelah Transplantasi Sel Darah dan Batang Sumsum

  1. Pengukuran kekuatan tulang.

  2. Alternatif untuk beberapa jenis operasi eksplorasi atau diagnostic.

  3. Mendeteksi masalah tulang dan persendian, seperti patah tulang dan tumor yang kompleks.

  4. Melihat perubahan kondisi kesehatan ketika seseorang punya penyakit kanker, penyakit jantung, emfisema, atau masa hati

  5. Menunjukkan cedera internal dan pendarahan, seperti yang disebabkan oleh kecelakaan mobil.

  6. Pemeriksaan tumor, bekuan darah, kelebihan cairan, ataupun infeksi.

  7. Pemeriksaan CT scan untuk mengetahui apakah perawatan tertentu berhasil. Misalnya, pemindaian tumor dari waktu ke waktu dapat menunjukkan apakah ia merespons kemoterapi atau radiasi.

Pertimbangan medis sebelum CT scan dapat meliputi:

  • Beri tahu dokter jika kamu hamil atau berpikir kemungkinan hamil. Jenis tes lain mungkin direkomendasikan dan bukan CT scan.

  • Memiliki alergi, diabetes, kondisi tiroid, ataupun gangguan ginjal.

  • Memiliki claustrophobia (takut ruang kecil), sehingga kemungkinan dokter akan memberikan obat penenang ringan untuk membantu rileks selama prosedur.

  • Memiliki perangkat implan yang mungkin kamu miliki, seperti alat pacu jantung atau pompa obat, karena benda logam dapat merusak gambar.

Baca juga: Ini Penyebab Keringat Keluar Berlebihan Saat Malam Hari

  • Beberapa pemindaian CT scan membutuhkan penggunaan bahan kontras untuk meningkatkan kualitas gambar. Bahan kontras dapat diambil secara oral atau injeksi intravena (atau keduanya).

  • Tidak boleh makan dan minum dalam jangka waktu tertentu. Dokter akan memberi petunjuk terperinci tentang cara mempersiapkan tes dan apa yang diharapkan.

  • Seseorang yang sangat gemuk mungkin terlalu besar untuk lubang melingkar dari mesin CT. Dokter mungkin menyarankan jenis pencitraan medis atau tes diagnostik lainnya

Tidak Boleh Sembarang CT scan

Seperti tes pencitraan sinar-X lainnya, pemindaian CT scan menggunakan sejumlah kecil radiasi pengion yang ditargetkan untuk membantu menciptakan gambar struktur di dalam tubuh. CT scan memberikan gambar yang lebih rinci dari lebih banyak jenis jaringan daripada sinar-X tradisional, yang memungkinkan dokter mendeteksi dan menemukan banyak kondisi medis.

Baca juga: Seputar Kanker Pankreas yang Perlu Diketahui

Pada radiasi dosis rendah yang digunakan CT scan, risiko kamu terkena kanker sangat kecil, sehingga tidak dapat diukur dengan andal. Karena kemungkinan peningkatan risiko, American College of Radiology, menyarankan bahwa tidak ada pemeriksaan pencitraan dilakukan, kecuali ada manfaat medis yang jelas.

Dokter dianjurkan untuk menggunakan radiasi minimal yang diperlukan saat melakukan ujian pencitraan. Jika dokter merekomendasikan CT scan, tanyakan tentang manfaat potensial bagi kesehatan yang umumnya jauh lebih besar daripada risiko potensial kecil dari radiasi.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai CT scan dan kondisi kesehatan seperti apa yang bisa diketahui melalui pemindaiannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.