Kondisi Medis yang Bisa Picu Leukositosis

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   26 Agustus 2019
Kondisi Medis yang Bisa Picu LeukositosisKondisi Medis yang Bisa Picu Leukositosis

Halodoc, Jakarta – Di dalam tubuh manusia, ada dua jenis darah yang mengalir yaitu darah merah (trombosit) dan darah putih (leukosit). Individu yang sehat memiliki jumlah darah merah dan darah putih yang normal. Misalnya, pada orang dewasa normalnya memiliki 4,2 – 6,1 juta sel darah per mikroliter. Sedangkan darah putih pada orang dewasa normalnya berjumlah 9000-30000 sel per mikroliter. 

Baca Juga: Dampak Kelebihan Sel Darah Putih dalam Tubuh

Jika dilihat seksama, jumlah darah merah lebih banyak dari darah putih karena sel darah merah berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika ternyata jumlah sel darah putih jumlahnya lebih banyak dari darah merah, maka kondisinya disebut leukositosis. Ada banyak kondisi medis yang memicu bertambahnya jumlah leukosit. Kondisi-kondisi ini dibedakan oleh jenis sel darah putih yang terpengaruh di dalamnya.

Kondisi Medis yang Memicu Leukositosis

Leukosit dibedakan menjadi lima jenis, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit dan monosit. Pemicu leukositosis diklasifikasikan berdasarkan jenis leukosit yang terpengaruh.

  1. Memengaruhi Neutrofil 

  • Mengalami infeksi;

  • Mengalami cedera dan radang sendi;

  • Reaksi obat seperti steroid, lithium, dan beberapa inhaler;

  • Leukemia;

  • Mengalami stres emosional atau fisik akibat kondisi kecemasan, pembedahan, dan olahraga;

  • Penyakit limpa;

  1. Memengaruhi Limfosit 

  • Infeksi virus;

  • Batuk rejan;

  • Reaksi alergi;

  • Leukemia.

  1. Memengaruhi Eusinofil 

  • Demam;

  • Asma;

  • Infeksi parasit;

  • Penyakit kulit;

  • Kanker limfoma.

Baca Juga: Tangkal Hoax, Kenali 5 Fakta Penyakit Kanker Darah Leukemia

  1. Memengaruhi Monosit 

  • Infeksi virus Epstein-Barr, TBC, dan jamur;

  • Penyakit autoimun;

  • Penyakit limpa.

  1. Memengaruhi Basofil (Basofilia)

  • Leukemia atau kanker sumsum tulang;

  • Reaksi alergi.

Gejala Leukositosis yang Perlu Diketahui

Leukositosis tidak menimbulkan gejala, tetapi faktor pemicunya yang menimbulkan gejala. Meski begitu, ada gejala umum yang menandai leukositosis, yaitu:

  • Demam;

  • Mengalami pendarahan atau memar;

  • Tubuh terasa lemah;

  • Merasa pusing, pingsan, dan berkeringat;

  • Rasa sakit atau kesemutan di lengan, kaki, atau perut;

  • Sesak nafas, sulit berpikir, atau gangguan penglihatan;

  • Turunnya berat badan tanpa sebab;

  • Menurunnya nafsu makan.

Kalau kamu mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Tidak usah repot untuk mengantre di rumah sakit, kini buat janji dengan dokter bisa lewat aplikasi Halodoc. Melalui Halodoc, kamu tinggal memilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu.

Adakah Pengobatan yang Bisa Dilakukan?

Leukositosis yang masih dalam tahap ringan masih dapat diobati dengan perawatan rumah sakit.  Berikut perawatan yang dilakukan untuk menormalkan kembali jumlah leukosit, yaitu:

  • Memberikan cairan ekstra dan elektrolit melalui cairan intravena.

  • Obat-obatan untuk mengurangi kadar asam dalam tubuh atau urine, sehingga peradangan dan infeksi bisa diminimalisir. 

  • Leukapheresis untuk mengurangi jumlah leukosit. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil darah pengidap melalui infus. Leukapheresis berfungsi memisahkan atau menghilangkan sel darah putih dengan tetap memungkinkan sel darah merah masuk kembali atau dikirim ke laboratorium untuk di tes.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Seseorang Dapat Terkena Trombositosis

Itulah faktor pemicu leukositosis yang perlu kamu ketahui. Mulai terapkan pola hidup sehat untuk menghindari penyakit-penyakit pemicu leukositosis.

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). What Is Leukocytosis?.
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). High white blood cell count.

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan