• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Konsumsi Makanan yang Kurang Matang Picu Gastroenteritis

Konsumsi Makanan yang Kurang Matang Picu Gastroenteritis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Bakteri seperti E.Coli, salmonella, dan campylobacter, biasanya terdapat pada masakan yang kurang matang, contohnya ayam dan telur. Padahal, bakteri-bakteri ini dapat memicu seseorang mengalami gastroenteritis. 

Gastroenteritis dapat menyebabkan perut dan usus teriritasi, kemudian meradang. Gejala yang dirasakan saat mengidap gastroenteritis adalah diare, muntah yang encer, sakit perut, kram, demam, mual, sampai dengan sakit kepala. Perlu diketahui kalau muntah dan diare sangat bisa menyebabkan dehidrasi. Selengkapnya mengenai gastroenteritis bisa dibaca di bawah ini!

Mengapa Cara Pengolahan dan Memasak Makanan Penting

Mengolah ataupun memasak makanan sebaik-baiknya menjadi sangat penting untuk memastikan makanan diolah dengan suhu tepat untuk menghancurkan bakteri makanan berbahaya, seperti Salmonella dan E. coli, akan dihancurkan. 

Ketika tidak dihancurkan, bakteri ini dapat menyebabkan penyakit serius seperti gastroenteritis atau bahkan kematian. Pengolahan daging menjadi hal yang patut diperhatikan terutama daging giling menjadi tempat bermukimnya bakteri makanan berbahaya. 

Baca juga: Ini Jenis Diare yang Bikin Dehidrasi dan BAB Encer

Pengolahan daging giling perlu mencapai suhu 1600 F (71 derajat Celsius). Jika jenis dagingnya segar untuk steak, panggang, dan cincang, maka tingkat kematangannya perlu mencapai 1450  F (62 derajat Celsius) dengan ketentuan menunggu selama tiga menit sebelum mengonsumsinya. 

Walaupun begitu, jenis daging yang diuraikan di atas dengan teknik pengolahannya disarankan untuk tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, anak-anak, orang dewasa, serta orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. 

Masih ragu mengenai hal ini, coba deh tanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk kamu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Sebenarnya mengonsumsi makanan mentah tidak selamanya buruk yang tergantung jenis dari produk makanannya. Diet makanan mentah telah mendapatkan banyak perhatian dari ahli kesehatan karena baik untuk tubuh. 

Mengonsumsi makanan mentah sejenis sayur dan buah-buahan dapat menurunkan risiko kanker, karena mengandung lebih banyak vitamin, mineral, dan serat, tanpa tambahan gula atau lemak dari masakan.

Penyebab Lain Gastroenteritis

Tidak hanya makanan kurang matang, beberapa kondisi lain dapat memicu gastroenteritis. Makanan dan air minum yang terkontaminasi, logam berat (arsenik, kadmium, timah, atau merkuri) dalam air minum, terlalu banyak mengonsumsi makanan asam, seperti buah jeruk dan tomat, racun yang mungkin ditemukan dalam makanan laut tertentu, bahkan termasuk juga obat-obatan, contohnya antibiotik, antasida, obat pencahar, dan obat kemoterapi.

Bagaimana menangani gastroenteritis? Ketika gastroenteritis disebabkan oleh virus, biasanya tidak diperlukan perawatan medis. Pengidapnya hanya perlu mengobati gejala muntah dan diare di rumah dengan tetap terhidrasi. 

Minum banyak cairan terutama air putih. Jika memungkinkan, kamu perlu untuk mengonsumsi makanan hambar, seperti biskuit asin atau kaldu. Jenis makanan dengan banyak gula atau lemak dapat memperburuk gejala. 

Baca juga: Diare Menyerang, Obati dengan 6 Cara Ini

Jika kamu tidak dapat menahan cairan, sehingga muntah terus-menerus atau intensitas diare semakin sering, segera kontak dokter. Selain itu, jika kamu mengalami gejala lain, seperti demam, penemuan darah di tinja atau di muntahan, sakit perut yang parah, atau merasa kamu akan mengalami dehidrasi, cari segera bantuan medis. 

Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik jika bakterilah yang menjadi penyebab gastroenteritis. Bisa juga diberi resep obat antimual atau antidiare untuk membantu meringankan gejala.

Referensi:
Eat Right. Diakses pada 2019. Can rare meat be safe?
WebMD. Diakses pada 2019. Gastroenteritis.