Konsumsi MSG Tingkatkan Risiko Gangguan Metabolik?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Konsumsi MSG Tingkatkan Risiko Gangguan Metabolik?

Halodoc, Jakarta - Camilan seperti keripik memang rasanya nikmat dan cocok untuk menemani waktu santai. Rasanya yang asin kadang membuat ketagihan, padahal di balik itu semua terdapat risiko kesehatan yang tinggi. Makanan asin umumnya mengandung monosodium glutamat (MSG) yang dikenal sebagai peningkat cita rasa makanan. Di dalam dunia medis, konsumsi MSG yang berlebihan diduga menyebabkan masalah kesehatan, seperti gangguan metabolik.

Baca juga: Waspadai 3 Penyebab Gangguan Metabolik Ini 

Mengenal Gangguan Metabolik

Gangguan metabolik terjadi saat proses metabolisme di dalam tubuh gagal dan menyebabkan tubuh kekurangan zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat. Gangguan metabolik umumnya bersifat genetik yang dibawa oleh orangtua. 

Tubuh manusia terdapat beberapa proses metabolisme yang penting, antara lain: 

  • Proses memecah karbohidrat, protein, dan lemak dalam makanan untuk menghasilkan energi;

  • Proses mengubah nitrogen yang berlebihan menjadi zat limbah di dalam urine;

  • Proses memecah dan mengubah kimia ke dalam zat lain dan menyalurkannya ke dalam sel-sel tubuh.

Lantas Apa Saja yang Terjadi Saat Seseorang Alami Gangguan Metabolik?

Saat seseorang alami kelainan metabolisme, gejala yang muncul akan bervariasi tergantung pada masalah metabolisme yang ada. Namun, beberapa gejala umum dari kelainan metabolisme ini, yaitu: 

  • Penurunan nafsu makan;

  • Lesu dan letih;

  • Muntah;

  • Penurunan berat badan;

  • Penyakit kuning;

  • Sulit menambah berat badan;

  • Tubuh alami keterlambatan perkembangan;

  • Kejang;

  • Koma;

  • Tidak normalnya aroma keringat, urine, napas atau air liur.

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika kamu mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Tanpa perlu lama menunggu, kamu bisa membuat janji langsung menggunakan aplikasi Halodoc.

Baca juga: 6 Makanan yang Mempercepat Metabolisme Tubuh

Lantas, Bisakah MSG Dijadikan Penyebab Seseorang Alami Gangguan Metabolik?

Sebetulnya masih dibutuhkan penelitian lebih mendalam mengenai efek MSG terhadap kemunculan gangguan metabolik. Pasalnya, penelitian yang menyatakan bahwa msg sebagai penyebab gangguan metabolik dinyatakan cacat dari sisi metodologinya. Meski begitu, memang dikatakan bahwa konsumsi MSG terlalu banyak bisa picu seseorang alami peningkatan tekanan darah, sakit kepala serta mual.

Di sisi lain, gangguan metabolik adalah kondisi akibat kelainan genetik yang diturunkan dalam keluarga. Kelainan genetik ini memengaruhi kinerja kelenjar endokrin dalam menghasilkan enzim yang dibutuhkan dalam proses metabolisme. Sehingga jumlah enzim yang dihasilkan berkurang atau bahkan tidak diproduksi sama sekali dan gangguan metabolik terjadi.

Kondisi saat enzim pencernaan hilang atau rusak dapat menyebabkan zat-zat beracun di dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan dan menumpuk di aliran darah. Kondisi ini perlu diwaspadai karena memengaruhi fungsi organ dalam tubuh.

Baca juga: Bisakah Gangguan Metabolik Dicegah?

Bagaimana Cara Mengatasi Gangguan Metabolik?

Serangkaian tindakan pengobatan gangguan metabolik perlu dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul dan mencegah komplikasi. Pengobatan yang diberikan tergantung pada jenis penyakit dan tingkat keparahan gangguan metabolik yang dialami pengidapnya.

Untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi gangguan metabolik, dokter endokrin melakukan penanganan berupa:

  • Pola makan dan diet khusus yang sesuai penyakit yang dialami pengidap, misalnya menghindari atau membatasi asupan nutrisi tertentu;
  • Obat atau suplemen pengganti enzim yang membantu proses metabolisme;
  • Obat untuk menghilangkan zat beracun yang mengendap dalam tubuh, akibat gangguan metabolisme.

Pada beberapa kasus, gangguan metabolik yang dialami anak-anak maupun orang dewasa memerlukan perawatan secara intensif. Jika gangguan metabolik menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, dokter bisa menyarankan agar dilakukan tindakan transplantasi organ.

Selain itu, karena umumnya gangguan metabolik merupakan kelainan bawaan, pengobatan yang diberikan belum bisa menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan dan perawatan dilakukan untuk mengontrol penyakit dan menekan gejala.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Inherited Metabolic Disorders.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Metabolic Syndrome.