04 October 2018

Krisis Paruh Baya, Ini Tanda-tandanya

Krisis Paruh Baya, Ini Tanda-tandanya

Halodoc, Jakarta – Krisis paruh baya atau midlife crisis dialami oleh orang berumur 40 hingga 50-an. Istilah midlife crisis ini mulai dikenal di Amerika Serikat sejak era 60-an. Keresahan orang yang menginjak usia paruh baya sering membuat mereka mengalami banyak goncangan secara mental hingga depresi.

Pengalaman transisi dari banyak hal, seperti kekuatan fisik hingga keterbatasan lain sering memicu perasaan yang tidak menentu. Berikut penjelasan tanda-tanda orang yang mengalami midlife crisis atau krisis paruh baya.

Mempertanyakan Sesuatu yang Terlalu Dalam

Orang yang mengalami krisis paruh baya akan mempertanyakan banyak hal tentang keadaan hidupnya sekarang. Hal ini dipicu dengan perasaan tidak cocok atau pun mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan keadaan baru. Saat-saat seperti ini, pertanyaan yang muncul bersinggungan dengan rasa menyesal atas hal-hal yang belum atau tidak dilakukan selama hidup.

Apakah kehidupan yang selama ini dijalankan benar-benar hidup yang diinisiasi oleh keinginan sendiri? Atau kah sebenarnya hanya perwujudan dari tekanan sosial? Pertanyaan-pertanyaan ini akan merembet ke hal-hal yang kecil. Pemikiran terlalu dalam ini juga bisa menjadi tanda yang pertama.

Mengambil Keputusan yang Terlalu Buru-buru

Perasaan tak menentu atas keadaan diri biasanya memicu pengambilan keputusan secara terburu-buru. Orang yang mengalami krisis seperti ini akan melakukan hal tanpa berpikir panjang, bahkan jika diukur sesuai dengan usianya. Pengalaman hidup selama ini tidak dihiraukan, karena adanya ketakutan diri akan tertinggal oleh keadaan sekitar. Apalagi ditambah dengan keadaan fisik yang sudah tidak sebaik saat muda dulu.

Dalam memutuskan sesuatu, orang yang mengalami krisis paruh baya bukan tidak menyadari risikonya, tetapi mereka justru menginginkan perhatian lebih. Bahkan, jika perhatian tersebut berbentuk negatif.

Selalu Merasa Bosan

Midlife crisis akan membuat orang merasa tidak ada lagi yang menarik dari hidupnya. Tidak ada kegiatan yang dilihat memiliki makna atau pun manfaat. Ketika ini terjadi, maka kemungkinan yang terjadi adalah mencari perhatian secara berlebihan. Mungkin juga malah berhenti bergerak dan tidak peduli pada apa pun.

Untuk orang yang cenderung mencari perhatian secara berlebihan, ia akan melakukan hal-hal yang sudah diketahui memiliki dampak buruk. Tanggapan emosi dari orang lain, baik itu secara virtual maupun nyata, sangat didambakan. Namun, ketika tanggapan yang ia dapat berupa respon negatif, kerap kali mereka jatuh pada perasaan tidak cocok dengan keadaan yang lebih dalam.

Sebaliknya, untuk orang yang cenderung menghindar dan tidak peduli pada apa pun, interaksi dengan manusia lain akan dianggap sangat mengganggu. Pertolongan maupun tanggapan positif hanya dilihat sebagai bentuk belas kasihan. Namun, jika tanggapan negatif yang didapatkan, orang yang mengalami krisis paruh baya semakin menjauhkan diri dari dunia sekitarnya.

Untuk mengatasi atau pun membantu orang yang mengalami midlife crisis, perawatan dan cara yang dilakukan perlu didiskusikan dengan dokter, psikolog, atau pun psikiater. Hal ini dibutuhkan untuk menentukan cara yang paling efektif. Yuk, tanyakan pada dokter, psikolog, atau pun psikiater dengan menggunakan aplikasi Halodoc! Kamu bisa menghubungi mereka melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja, di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

Baca Juga: