05 July 2018

Bintik Merah pada Kulit, Hati-Hati Campak

bintik merah pada kulit,campak,bintik merah

Halodoc, Jakarta – Campak adalah penyakit yang sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak dengan cairan dari orang yang terinfeksi. Bahkan, penularannya juga bisa dari udara melalui batuk dan bersin. Virus campak dapat hidup di permukaan apapun yang dihinggapinya selama beberapa jam. Ketika partikel yang terinfeksi masuk ke udara dan mengendap di permukaan, siapa saja yang berada dalam jarak dekat bisa terinfeksi.

Menurut data World Health Organization (WHO) 2014, campak adalah penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun. Kondisi ini terjadi karena kurangnya penanganan dan WHO menyarankan untuk melakukan vaksin campak bila seseorang yang belum pernah terkena campak terpapar dengan pengidap campak. Baca juga: Selain Alkohol, Ini 6 Penyebab Gangguan Fungsi Hati

Gejala Campak

Lantas seperti apakah gejala campak? Pada umumnya gejala campak muncul dalam 14 hari setelah terpapar virus. Gejalanya termasuk batuk, demam, mata merah, sensitif terhadap cahaya, nyeri otot, hidung berair, sakit tenggorokan, bintik putih di dalam mulut, dan ruam kulit yang umumnya bertahan sampai seminggu.

Ruam campak umumnya berwarna merah, berbentuk benjolan gatal, diawali dengan kemunculan di kepala, wajah sampai akhirnya di seluruh tubuh. Ruam campak ini akan menyebar bila digaruk, kemudian pecah kemudian menimbulkan rasa pedih sampai akhirnya mengering dengan sendirinya.

Siapa yang Berisiko Terkena Campak?

Sebenarnya, dari tahun ke tahun sudah terjadi penurunan kasus campak seiring dengan kecanggihan vaksin. Namun, kasus campak tetap ada karena orangtua tidak berkenan untuk memvaksin anaknya dengan alasan ketakutan kalau vaksin dapat memengaruhi perkembangan mental dan motorik anak.

Ada beberapa anggapan kalau vaksin campak dapat menyebabkan tuli, kejang, kerusakan otak, dan koma. Bahkan, sebagian orangtua percaya kalau vaksin campak dapat menyebabkan autis pada anak. Padahal, sudah banyak penelitian yang membuktikan kalau vaksin sama sekali tidak ada hubungannya dengan autis.

Kekurangan vitamin A juga meningkatkan risiko campak. Soalnya, tubuh anak-anak dengan kandungan vitamin A yang sedikit rentan terhadap virus campak. Hal yang berbeda terjadi pada tubuh anak yang punya vitamin A maksimal, di mana virus campak lebih susah masuk ke tubuhnya. Baca juga: 5 Penyakit yang Diketahui Akibat Benjolan di Leher

Karena itu, penting untuk meningkatkan asupan makanan yang mengandung vitamin A seperti hati ayam, daging sapi, ikan salmon, ikan tuna, susu, telur, keju, ubi jalar, bayam, sawi, dan kale. Sebenarnya, makanan-makanan yang disebutkan tadi tidak hanya baik untuk anak, tetapi juga untuk orang dewasa.

Perlu diperhatikan terkadang anak yang sudah divaksin campak bisa tetap terkena campak, tapi tidak akan separah anak yang sama sekali belum divaksin. Biasanya, orang dewasa yang terkena campak lebih bisa menahan gejala ketimbang anak-anak. Ini disebabkan karena perkembangan imun orang dewasa yang lebih baik ketimbang anak.

Biasanya, baik anak maupun orang dewasa yang sudah terkena campak tidak akan mengalami campak lagi. Namun, tetap saja perlu diwaspadai mengingat kerja virus yang bisa bermutasi, sehingga bisa beradaptasi dengan vaksin. Alangkah lebih baik bila tetap menjaga imunitas tubuh melalui pola makan sehat dan olahraga.

Pastinya, ada banyak pertanyaan mengenai campak, pencegahan, dan perawatannya. Apakah minum air kelapa memang efektif serta pertanyaan-pertanyaan lainnya. Ingin tahu lebih banyak mengenai campak atau pun penyakit kulit lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.