Kualitas Udara yang Buruk Bisa Sebabkan Kanker Paru

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
kualitas-udara-yang-buruk-bisa-sebabkan-kanker-paru-halodoc

Halodoc, Jakarta – Kualitas udara di Jakarta masih berada di urutan paling buruk di dunia, bahkan termasuk dalam kategori tidak sehat. Hal ini karena polusi di Jakarta semakin parah. Bahkan belum lama ini, polusi udara sempat tampak seperti kabut yang menyelimuti langit. Masyarakat Jakarta pun mau tidak mau harus menghirup udara yang tidak bersih ini setiap kali mereka beraktivitas di luar ruangan. 

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kualitas udara yang buruk ini bisa menyebabkan kanker paru-paru. Karena itu, kamu sebaiknya mulai waspada. Simak dampak kualitas udara buruk terhadap kesehatan paru-paru dan cara mencegahnya di sini.

Sebuah penelitian menemukan polusi udara menyumbang empat persen dari kasus kanker paru-paru. Meski angka tersebut tidak besar, tetapi tetap saja bisa berdampak buruk bagi kesehatan seseorang. Lebih lanjut, beberapa penelitian berskala kecil di Indonesia juga menemukan bahwa polusi udara ikut berperan terhadap terjadinya sejumlah masalah kesehatan paru, antara lain penurunan fungsi paru (21–24 persen), asma (1,3 persen), Penyakit Paru Obstruktif Kronik, atau PPOK (sebanyak 6,3 persen pada non-perokok). 

Kanker paru-paru adalah kondisi ketika sel-sel kanker yang ganas terbentuk di paru-paru. Kanker ini merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia dan lebih sering terjadi pada orang yang punya kebiasaan merokok. Meski demikian, kanker paru-paru juga bisa terjadi pada orang yang bukan perokok. Hal ini karena selain rokok, masih ada faktor lainnya yang bisa membuat seseorang berisiko mengalami kanker paru-paru. Salah satunya adalah polusi udara.

Baca juga: Tidak Merokok Bukan Berarti Bebas dari Kanker Paru

Jenis polutan yang paling berpengaruh terhadap penyakit kanker adalah partikulat matter (PM) 2,5 atau partikel halus dengan ukuran di bawah 2,5 mikron yang bisa masuk ke dalam sistem pernapasan manusia. PM 2,5 dinilai sebagai partikel yang bersifat iritasi dan sebagian partikel-partikel tersebut bersifat karsinogen. Bila PM 2,5 terhirup dari saluran napas dalam jangka waktu yang lama, maka hal ini bisa merangsang terjadinya perubahan sel yang ada di dalam paru-paru dari yang awalnya normal menjadi sel-sel kanker yang ganas. PM 2,5 juga kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Itulah mengapa masyarakat dianjurkan untuk melakukan pencegahan terhadap dampak buruk polusi udara di Jakarta, dengan menerapkan pola hidup sehat.

Baca juga: Waspada Gejala Awal Kanker Paru

Cara Mencegah Kanker Paru-Paru

Berikut ini beberapa pola hidup sehat yang bisa kamu lakukan untuk menjaga sistem imun tubuh tetap baik, sehingga kamu bisa terhindar dari kanker paru-paru di tengah kondisi udara yang tidak baik seperti sekarang ini:

  • Berhenti Merokok dan Hindari Asapnya

Buat kamu yang punya kebiasaan merokok, tidak ada cara yang lebih efektif untuk mencegah kanker paru-paru selain berhenti merokok. Hal ini memang tidak mudah dilakukan. Namun, dengan niat yang sungguh dan dukungan dari teman-teman dan keluarga, berhenti merokok bukanlah hal yang mustahil. Berhenti merokok selama 10 tahun bisa menurunkan risiko kanker paru hingga 50 persen. Sedangkan bagi yang bukan perokok, kamu juga perlu waspada terhadap kualitas udara buruk yang bisa menyebabkan kanker paru. Kenakan masker setiap kali beraktivitas di luar ruangan untuk meminimalisir paparan polusi dan asap rokok.

  • Makan-Makanan yang Sehat

Pencegahan kanker paru-paru juga bisa dilakukan dari dalam, yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat. Riset menunjukkan bahwa diet rendah lemak, tinggi serat, serta banyak mengonsumsi sayur, buah, dan biji-bijian bisa menurunkan risiko kanker paru dan jenis kanker lainnya.

  • Berolahraga Secara Teratur

Selain mengonsumsi makanan sehat, olahraga secara teratur juga ditemukan dapat membantu menurunkan risiko kanker paru. Bagi kamu yang sudah dewasa, lakukanlah olahraga dengan intensitas sedang, seperti aerobik minimal selama 150 menit per minggu.

Baca juga: Langkah Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Paru

Itulah penjelasan mengenai kualitas udara buruk yang bisa menyebabkan kanker paru. Jangan lupa untuk download Halodoc sebagai teman penolong untuk membantu menjaga kesehatanmu. Dengan Halodoc, kamu bisa bertanya apa saja seputar kesehatan pada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2019.The Connection between Lung Cancer and Outdoor Air Pollution.
NCBI. Diakses pada 2019. Lung Cancer Risk and Residential Exposure to Air Pollution: A Korean Population-Based Case-Control Study.